Am I a Money Grubber?

mg

via  www.blackenterprise.com

Holla, masih di hari yang sama dengan aku memposting tentang diskusi ku dengan si Aussie. . . tapi sebenarnya ini tulisan udah ngendap berapa lama dan bahkan akan aku masukan ke novel ku. Udah ku kasih tau kalo aku lagi nulis novel tentang kehidupan si BULE HUNTER?

Well, postingan ini akan aku mulai dengan menunjukan kilasan percakapan antara aku dan dia:

Hey g****nderson, your smile catch my eyes, so I open your profile, and tadaaa…we looking for the same thing… fun, friendship and “just in case” more than that. Actually we will earn from each other, or at least I will learn something with you *improve my English^^*

when you said “Don’t be shy to say hi” I just start typing^^

umm,,,, I’m Vallen from Bogor (not that far from Jakarta).. Let me know if you interesting!

Hi Vita, yeah cool, fun is what life is all about. I am not in Jakarta at the moment but visit there in a few weeks time.

I can definitely teach you some more English. But I think you type pretty well!

For me its not really “all”, but “about 75%” ha ha

well let me know then . . . whatsapp, line or call: +62 0813 **** 8562 *wink*

and look at the grammar!!

*and sometime I am a bit weird at spell it and people like “pardon me?” and I hate it so I need to learn alot, and better from its native. . . and better “the fun stuff” is bonuses..*

I hope the wink doesn’t involve money! Haha

. . . . .

Melihat ulang ke percakapan, pertama aku sangat terkejut menyadari betapa agresifnya aku waktu itu. Iya nggak sih?  Well, mungkin efek putus. Waktu itu aku baru saja putus dengan mantanku bule juga.

Kedua, aku sangat tersinggung dengan pesan dia yang terakhir dan membahas tentang *wink* ku.

Bisa kah aku tersinggung?

Setelah berteman dengannya sampai sekarang, aku merasa aku tidak berhak tersinggung. Kadang, orang yang blantan mengatakan sesuatu seperti yang JA lakukan itulah yang ternyata orang baik.

Mengapa sekalipun saat di tuduh money grubber, kita masih perlu memberi kesempatan untuknya menjelaskan?

Karena kamu tidak akan menyangka seberapa sering mereka di datangi oleh money grubber.

Mari kita simak cerita teman bule ku yang lain yang berinisial MS:

“Awalnya kami berjalan dengan lumayan baik. Aku menyukai dia, dan dia juga menyukaiku. Dia memintaku datang ke Indonesia untuk bertemu, aku datang karena aku serius. Dia meminta ku membawa banyak oleh-oleh, aku bawakan. Tapi setelah beberapa lama dia meminta hal besar semacam mobil. Bisakah kau percaya ada yang meminta mobil?”

Begitulah kira-kira yang Mark ceritakan padaku.

Lalu mari beranjak pada cerita milik teman ku yang lain yang berinisial BG:

“Aku berpacaran dengannya selama satu bulan, kemudian bulan berikutnya dia sudah meminta uang semester dariku.”

Simak lagi cerita temanku CJ:

“Dia bersedia sex group dengan ibu nya untuk beberapa ratus dolar dari ku dan teman ku.”

Itu hanya segelintir kisah dari tidak se-per sekian orang yang aku kenali. Mungkin lebih banyak kisah mengerikan di luar sana yang di lakukan oleh mereka, dan ikut mem-buruk-kan nama kita.

So, nasehatku:

Saat si dia mencurigaimu money grubber, tangkis dulu pernyataan itu, jangan emosi! Baru setelah dia tidak percaya dan tetap merendahkanmu, coret dari daftar! Karena mungkin saja mereka mengatakan itu untuk berjaga-jaga. Kalian tidak menyangka seberapa baik hubunganku dengan pria yang mempertanyakan *wink* ku waktu itu:).

 

Advertisements

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s