Biarkan Semua Mengalir Terlebih Dahulu. . . . .

Pernahkah kalian mengalami hal seperti di bawah ini?

Aduh dia romantis banget. Tinggi, mata nya ijo menghipnotis abis. Tinggi nya ya ampun. Oh my God aku bahagia sekali dia, sepertinya dia menyukaiku.Oh, kami akan segera berpacaran, mungkin beberapa tahun sebelum dia membeli cincin dan melamar, lalu kami akan menikah, memiliki anak, dan hidup bahagia selamanya.

Oh my God. Oh my God. Oh my God. Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana rencana yang pas untuk masa depan kami?

Aku pernah! Apakah hanya aku yang mengangkat tangan? *toleh kiri kanan ternyata iya-_-* #gubrak

Anyway. . . Beberapa bulan yang lalu aku bertemu dengan seorang teman. Katakanlah namanya BC berasal dari Swiss tapi udah tujuh tahunan tinggal di sini.

Kami bertukar pikiran dalam beberapa hal seperti budaya, bahasa, ideologi, dan bahkan saling bertukar nasehat dan saling mengajar bahasa 😛

Lalu sampailah kami pada diskusi tentang relationship. Bagaimana sih relationship itu menurut kami? Relationship  jenis mana sih yang cocok?

Well, aku mengatakan bahwa aku percaya pada “The Power of Discussion”. Pertukaran pendapat seperti yang kami lakukan itulah yang ideal untuk sebuah relationship. Itu akan sulit untuk di putuskan jika tidak berdiskusi.

Lalu dia mengatakan bahwa:

“In my eyes it’s a mistake to think that there is just one model of relationship. I mean every human is different, so a relationship between two humans is always unique. And the only thing that makes sense is to let the relationship develop in a way that fits for these two humans. I believe a really fruitful relationship that is to the best benefit of both can only grow if you’re open and mindful. If you already have a complete idea of how the relationship has to be before even knowing your partner, it’s not gonna go well.”

Kira-kira seperti itulah yang menurut dia.

Aku terdiam lama dan berpikir. . . . Secara konsep dia sependapat denganku. Relationship harus berdasar dari pendapat kedua belah pihak. Hal tersebut tidaklah instant. Lebih baik jika semuanya di biarkan mengalir terlebih dahulu dan lihat kemana arus akan membawanya. . . .

Well,, memang sulit. Aku sendiri kadang sulit mempertanggung jawabkan kata-kata ku. Kadang aku menjadi lupa tahapan itu dan langsung ingin ke tempat tujuanku yang mungkin saja berbeda dari tempat tujuan yang di inginkan si dia.

Mungkin saja seharusnya jika sedikit bersabar dan berdiskusi, kami bisa saja menemukan suatu tempat yang sama-sama kami inginkan selain dari dua tempat yang kami impikan sebelumnya. . . .

Bagaimana menurutmu?

Advertisements

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s