Serigala Mencari Mangsa? Pelanggan Bule Saya? Shut the Fuck Up!

prasangka
Via Google

Hal yang akan ku ceritakan ini sebenernya bukan untuk yang pertama kali terjadi temen-temen, tapi sudah berulang-ulang seperti kaset rusak dan kebetulan kejadian tadi malam dan hari ini yang paling parah sejauh ini. So, pengalaman terparah itu tidak tahan ku pendam sendiri dan terpaksa ku tulis di sini. #terpaksa?

Well, salah sih di tulis terpaksa karena nggak ada sama sekali keterpaksaan nulis ini, malah berapi-api. Serius keluar api dari hidung, mulut dan telinga. Kepedesan? #gubrak-_-

Pokoknya gitu lah. Udah basa basi nya mending langsung aja. Iya nggak? ^^

Cerita nya kemaren malam aku nge-WA NB, bilang kalo aku kangen. Ternyata out of the blue dia bilang kalo waktu nya di Indonesia ini udah nggak lama lagi.

What? I just got a panick attack. Heart beat zilion times per second, sweating like hell, I just, cant breath. Dia bakal di deportasi! Pokoknya nanti aku bakal cerita di postingan selanjutnya tentang itu, stay tune:)

Pokoknya sekarang fokus aja inti nya aku sama dia ketemuan lah. Gegara nggak mungkin dia dateng ke asrama aku di IPB, jadi lah aku yang nyamperin dia ke Jakarta. Jauh emang, cuman daripada kita ngabisin sejutaan cuman buat hotel di Bogor seperti sebelumnya? Iya nggak?

Well, begitulah semuanya lancar sampai aku turun di stasiun Manggarai. Dari situ sih aturannya naik trans Jakarta di Shelter Manggarai, lalu turun di Shelter Matraman 1, lalu naik lagi nyambung ke Tegalan. 

Nah, biasanya dia selalu ngejemput aku dari Manggarai tapi berhubung banyak yang di urus jadi kemaren malam dia rencana nya ngejemput di Shelter Tegalan. 

Nggak masalah kan aku mikirnya toh aku biasa aja naik bus. Emang napa kalo sendiri?

Ternyata sial bin ajaib ada masalah di antara stasiun Manggarai dan Matraman sehingga tidak bisa menggunakan jalur biasanya dan malah berbalik arah dahulu melewati Pulau Paku kah entahlah lupa, lalu ke Halimun dan turun di Halimun ganti arah lagi buat ke Matraman 1. 

Nah pokoknya dari Halimun itu jauh banget ngeliling dulu baru sampe ke Matraman mah. Pokoknya gitu. Tapi berhubung dong-dongnya aku, sudah sampe sana, aku ngotot aja pengen naik trans Jakarta. 

Harusnya memang dari awal naik taksi dari Manggarai. Terus si NB nelepon bilang aku naik taksi aja daripada jauh muter (maklum dia adalah bocah petualang yang udah tahu seluk beluk Jakarta dengan baik), dan akhirnya aku memutuskan buat naik taksi, dan yang ekspres soalnya kasian dia udah lama nunggu dari jam 7 sampe waktu itu pas pertama aku naik taksi jam 8.12, dan terlalu lama kalo musti nunggu nyari yang blue bird yang nggak muncul-muncul di tengah kemacetan.

Nah dia ceritanya nungguin di restoran Sederhana, nama restoran padang di daerah Matraman.

Lamaaaaaaaa, si supir taksi ini membawa aku berbelok-belok ceritanya ngehindari macet tapi sama aja macet nya dan kami agak ngeliling ternyata. 

Huft, teman-teman aku ditipu supir taksi. Dia membawa aku berkeliling dahulu supaya meter nya lebih banyak. Well, dulu aku pernah dikibulin sama taksi setan yang nggak ada meter nya dan pake nego-_-. Kapan-kapan ku ceritain juga. Tapi kali ini aku dikibulin dengan cara mengajak mutar-mutar dulu.

Bang supir taksi, , , jangan bang! Percuma, nggak berkah bang!

Nah aku langsung masuk menghambur ke dalam restoran setelah sampai dan ternyata si NB udah keluar dari sana. Taksi nya udah pergi, dan kami harus berjalan ke rumah nya. 

Aku tanya apakah dia marah, dia bilang enggak dan itu bukan salah aku. Itu salah si supir taksi yang brengsek, dan sistem public transportation in Jakarta yang iew. Ok aku setuju.

Lalu berjalanlah kami melewati gang kecil (bukan jalan besar yang biasa) menuju ke rumah nya.

Sudahkah aku ceritakan mengenai awal perkenalan kami? Kayaknya belum. Aku akan menceritakan tentang semuanya nanti, termasuk tentang detail kehidupannya di sini. Oh,, banyak sekali janji untuk nanti. he he

Pokoknya di depan rumahnya itu di depan pager ada semacam pos buat jaga malam dan di sana banyak anak-anak muda sama bapak-bapak yang nongkrong. Dan setelah kami muncul mereka semuanya diam, menatap kami, kemudian bernyanyi: lupa nyanyiannya gimana pokoknya ada serigala-serigala ngambil mangsa gitu dan insting ku mengatakan itu ditujukan buat aku dan NB. Pokoknya yakin 100 persen itu ditujukan buat kami.

Pernah nggak sih kalian mengalami rasanya pengen nimpuk orang banyak pake sepatu? Kemaren aku ngerasain itu. Setelah perjalanan panjang di tengah kemacetan dan di bodohin supir taksi aku malah di bilang ‘serigala mencari mangsa’? Oh untung NB masih cukup waras menenangkan saat aku sudah berbalik untuk nyamperin orang-orang itu.

Well, aku akan menceritakan tentang kejadian setelah kami masuk ke dalam rumah dipostingan lainnya. Sekarang kita skip ke pagi tadi aja dulu>>>

Kami bangun pagi jam 6, tiduran di kasur doang sambil ngobrol-ngobrol ringan tentang bagaimana hubungan kami setelah dia balik ke Canada. Gimana kami bakal bisa stay in touch. Tentang bagaimana nanti kami bisa ketemu lagi, dan plan ku setelah sekolah yang mungkin ke Canada dan bareng dia, etc. Pokoknya gitu lah sebelum kami turun ke bawah ke dapur buat bikin sarapan.

Uh,, nggak kerasa ternyata hati aku lumayan sedih memikirkan bahwa mungkin saja itu adalah sarapan terakhir kami untuk sekarang. Terakhir kali aku ngeliat dia ngolesin keju, butter, dan nutella ke toast nya. Terakhir kali aku mandangin dia ngadukin kopi dan susu putih di cangkir nya yang besar dan selalu nambah buat cangkir kedua sekalipun bagiku setengah cangkir itu saja sudah porsi dewa. Cara keningnya yang berkerut setiap aku hanya minum susu putih setiap pagi dan aku yang mengolesi susu kental manis cokelat Indomilk ke toast ku. Oh my membuat detail tentang itu bisa bikin aku nangis-_-

Ok, aku seharusnya men-skip tapi tetep aja di tulis. he he he he

Kami menaiki taksi ekspres lagi buat nganterin aku ke stasiun dan dia ke Episentrum buat ngurus visa nya yang bermasalah itu ke embassy.

Keluar dari taksi dengan satu ciuman dan pelukan perpisahan yang ternyata tertangkap sensor (entahlah keliatan nggak sih dari luar walopun kaca taksi nya masih ketutup? Ato dia sebenernya nggak ngeliat pelukan dan ciuman itu tapi ngeliat NB ngelambaiin tangan ke aku doang?) seorang bapak-bapak yang kemudian se-kereta dan se-gerbong (aku emang biasanya naik gerbong khusus wanita tapi tadi gegara aku pake wedges 15 cm dan udah kepanasan lumayan siang, jadi males jalan ke gerbong 1 atau 12 buat ke gerbong wanita)  sama aku. Dan ternyata se-angkot sama aku di Bogor.

Apa coba cara bapak-bapak itu menatap aku. Benar-benar menjijikan! Dan bahkan sekali dia mengedip saat tidak sengaja aku melihat ke arah dia di kereta. Gelo nggak sih? I’m not really sure if he is a bapak-bapak, but i think yeah. Maybe a bapak from 4 or 5 years old children. Pokoknya bapak-bapak muda lah.

Nah ku pikir turun kereta aku bakal bebas dari bapak-bapak itu, ternyata di angkot malah seangkot dan dia nyapa. Sekalipun aku pake headset tapi masih kedengeran dikit dia nyapa dan nggak enak nggak di sahut. Lalu dia tanya aku turun di mana dan aku bilang di Cibanteng. Lalu dia bilang ahh, ternyata setelah laladon naik sekali lagi ya.. Aku jawab iya dan dia malah bilang:

Baru pulang dari Jakarta. Kerja di sana? Nanti malam balik lagi? Wah bule ya. . .

Oh my God! Aku nggak salah nangkap kan jenis pekerjaan yang bakal balik lagi kerja malam-malam itu? Dan mata menggoda nya saat mengatakan tentang ‘bule’ itu.

Lalu dengan darah mendidih yang 100 derajat aku setengah berteriak:

Ahh, apa aku keliatan habis bekerja? Apa kira-kira jenis pekerjaan yang aku lakukan malam-malam? Apa masalah dengan bule? Apa dia terlihat seperti pelanggan ku? Hah?

Si bapak-bapak itu cuman memerah dan meminta maaf.

Huft, pokoknya ini pertama kali nya aku di perkirakan habis ‘kerja’ malam. Oh my God. Apa wanita yang bersama bule harus seorang ‘serigala mencari mangsa’ atau ‘pekerja’?

Shut your fucking mouth up!

Advertisements

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s