Best Sex and Best Partner, Is It Different?

IMG_20160126_114449

Mungkin kalian bosan mendengar celoteh saya mengenai NB, NB, NB, dan NB lagi dari waktu ke waktu. he he. Tapi bertahan-lah, karena ini baru permulaan! lol 😛

Umm,, sudah baca screenshoot percakapan kami yang di atas? Dan mungkin dari judul postingan pun anda semua sudah tahu ide utama yang akan di bahas.

Jujur, NB memang yang terbaik dari empat orang yang sudah jadi mantan saya. Maksudnya dia cool di tinjau dari sisi manapun.

Bagaimana bisa Vall? Apakah dia memberi jawaban positif untuk “real questions” seperti yang Vallen tanyakan di sini?

Well, kind of 80% memberi jawaban positif^^

Tapi sayang seperti yang saya beritakan dengan heboh di postingan ini, NB di deportasi dari Indonesia dan kami terpaksa menjalani sebuah hubungan LDR yang menurut saya sangat rentan. Maksudnya LDR bagi yang hubungan nya pure tanpa lust saja sudah sangat rentan, lebih rentan lagi bagi yang sex active. Iya bukan sih? Jadi sebenarnya saya sendiri sudah pesimis dengan hubungan kami.

Sebelum berangkat dia selalu berceloteh tentang seberapa qualified Canada untuk menjadi tempat tinggal dan menumbuhkan keluarga. Dan ujung-ujung nya mengungkapkan harapannya untuk saya menyusul dia ke negara nya.

Um, tidak mustahil juga sih itu akan terjadi jika kami mampu menjalani LDR sampai paling tidak saya wisuda yang dalam nama Yesus tidak molor dari tahun ini, semoga.

Kami memiliki komunikasi yang lumayan baik. Chat, telepon, video call, kami melakukannya dengan rutin sejauh ini. Pokoknya keep in touch deh.

*aduh kok molor dari topik banget Vall? he he^^*

Singkat cerita, selain best partner, friend, dia memang the best sex bagi ku sejauh ini. Maksudnya cara dia memperlakukan saya dengan lembut dan ohh, susah di gambarkan dengan kata-kata tapi dia memang sugooiiiii. Lalu saya mengungkapkan hal itu seperti yang terlihat di screenshoot. Dan seperti yang terlihat pula bagaimana tanggapan dia.

Saya sangat bersyukur dan bahagia karena ternyata dia juga merasakan hal yang sama, tapi agak sedikit. . . . deg-deg-an melihat lanjutan dari tanggapan nya.

Bagaimana menurut kalian? (Please answer me!! lol)

Bagaimana mungkin sex dan partnership bisa di pisahkan?

Masak iya saya dan dia (jika tidak kembali bersama), hanya akan mendapatkan second best sih? Masak iya kita berdua ‘maybe never’ bisa ngedapetin yang lebih baik?

Answer me!!!!!!!! he he T.T

Jujur dan please jangan munafik, , , untuk bisa long lasting kita harus bersama dengan seseorang yang best in bed and in life. lol Apa second best juga bisa menuju ke long lasting?

Advertisements

7 thoughts on “Best Sex and Best Partner, Is It Different?

  1. Menurut aku sih, best sex partner juga penting untuk menunjang keberlanjutan suatu hubungan karena the great sex juga merupakan salah satu kebutuhan penting dalam suatu hubungan apalagi pernikahan..

    Kan banyak tuh orang2 yang tetap saling mencintai suami/istrinya tapi masih mencari pasangan lain hanya untuk urusan ranjang aja.. duh nggak kualitas banget kan kalo kayak gitu (baca: hubungannya)..

    JAdi, sebenarnya ada sisi baik dan buruknya juga sih untuk pilihan : SEX BEFORE MARRIED. Terlepas dari perkara dosa dalam agama, kembali lagi semua orang punya pilihan.

    (^.^)

    Like

    1. Thumbs up Mbak Astii. . hi hi. .

      Emang iya. Fenomena seperti itu sudah menjamur di mana-mana. Kalau udah nikah baru ketahuan enggak ada kemistri di ranjang, lalu dateng ke warung jablay, jadi seorang jablay. Mau cerai anak udah ada, kasian anak, yang ada malah makan hati seumur hidup. *tepok jidat*

      Tapi sekali lagi, semuanya terbentur masalah DOSA. *cant say anything about this* Yang pasti dosa tanggung sendiri-sendiri, dan mungkin karena itu Tuhan memberi kita kebebasan untuk memilih jalan hidup sendiri-sendiri juga. *wink*

      Liked by 1 person

  2. april

    Terima kasih untuk info nya mb.
    Sya ska bule juga tp sya tdk bs melakukan sex before married.selain dr segi agama (takut dosa),kebudayaan dan dari diri sya sndri juga. Dan pst ny ssh bt dpt bule yg pny commitment after married. Setiap org memilih jln ny msg2.

    Like

    1. Same-same Mbak. . .

      Uhm well, yeah seperti yang Mbak bilang, semua orang punya jalan masing-masing untuk mencapai kebahagiaan. . .^^

      Dan masalah untuk susah mendapat bule yang sabar nunggu sex after married, uhm, sepertinya iya, memang susah. Tapi enggak lucu juga kan, melepas keperawanan cuman buat ngedapetin bule. . .? So, keep komitmen dengan niat awal, dan dan pelajari kemauan sendiri:)

      Semangat Mbak, terimakasih sudah mampir^^

      Like

    1. sorry agak salah jika menambahkan kata “HARUS” di sana.. tidak ada yang harus.

      but yeah.. somehow.. seperti yang Mbak baca.. kadang best sex dan best relationship (pasangan terbaik untuk melewati hari) bisa berbeda..

      kemudahan bagi yang open terhadap sex di luar nikah adalah: kita memiliki waktu untuk memilih..

      tapi itu tidak bisa di jadikan alasan untuk melakukan sex di luar nikah juga sih.. hmm,,

      Like

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s