Is He My ‘Real Love’? Atau Hanya Sekedar Mr. Almost?

Pertanyaan tanpa jawaban pasti namun tetap saja sering kita tanyakan. Ah, itu wajar, kita wanita. Wanita cenderung ingin memastikan semua hal, tak terkecuali ‘real love’ ini. Kita biasanya sudah tahu bahwa lipstik kita rata dan pink, tapi tetap saja sebelum masuk mobil dan berangkat ke pesta akan bertanya ; “Beib, lipstik aku udah rata kan? Pink kan, bukan hijau?”. He he Akuilah!!!!

Ok cukup berbasa-basi, mari kita lanjutkan ke masalah yang sebenarnya. Jawaban pertanyaan abstrak mengenai ‘cinta sejati’ memang memiliki berbagai versi. Aku banyak membaca tentang ini sebelumnya karena aku termasuk salah satu yang suka menanyakannya baik pada diri sendiri maupun pada Mbah Google.

Dari milyaran jawaban yang tersedia di Google, rupanya tidak ada yang masuk ke hati dan juga logika ku. Namun tadi siang, sewaktu menonton sebuah film, mata ku terbuka. . .#asek

Film The Accidental Husband (2008) ini mengisahkan tentang seorang dokter love (psikiatri kayak nya), nah si dokter love ini juga merangkap sebagai penyiar radio dan penulis buku. Nama siaran dan buku nya adalah Real Love. Di suatu siaran ada penelpon yang menanyakan tentang Real Love. Sama persis seperti yang ku jadikan judul di atas.

Is he my real love?

Lalu Emma Lloyd (dokter love) di film tersebut menjawab kembali sebagai berikut:

Is he real? I mean:

R= is he responsible?

E= is he your equal?

A= is he an adult?

L= is he loving?

Lah yo, pertanyaan di jawab dengan pertanyaan^^

Lihat sekilas the accidental husband (2008)

Di ending cerita sepertinya film tersebut ingin mengatakan pada penonton bahwa empat pertanyaan itu tidak valid alias terlalu memakai logika dan bahkan di ending sepertinya dokter love cenderung ‘mendukung’ pasangan beda usia  –di mana wanita nya dua kali lebih tua dan bisa menjadi ibu di pria — untuk kawin lari. Tapi, aku, Vallen, terjebak pada pemikiran dokter love di awal cerita.

Mengapa?

Karena kita manusia dan kita hidup di dunia nyata. Karena itulah kita membutuhkan si Mr. responsible, equal, adult, dan loving tersebut. Di sini kita berbicara untuk konsep ‘pasangan hidup’ (hmm,, agak abstrak karena aku bahkan belum menyenggol itu, hanya ayo lah kita berdiskusi bersama sebelum mengalami nya^^).

Jangankan untuk pasangan hidup, untuk sekedar pasangan beberapa lama saja akan sulit untuk menghandle si Mr Sparky.

Apa coba Mr Spraky?

Mr Sparky adalah kebalikan si Mr Real. Contoh: Lee Young Jae di drama Korea Full House. Tampan, Arogan, Kekanakan, tapi diam-diam romantis.

Lihat sekilas scene full house di bawah ini:

Dulu sewaktu jaman-jaman nya full house aku gila sekali dengan drama itu dan bahkan menjadikan Lee Young Jae sebagai tipe ideal ku. Waktu berjalan, di semester tiga aku bertemu dengan Lee Young Jae versi bermata biru, seorang guru dari Skotlandia yang kebetulan mengajar dan tinggal se-kota dengan ku.

Pertama kami berkenalan, berteman, bersahabat, have sex, kemudian berpacaran. Dia benar-benar Lee Young Jae datang ke dunia nyata. Berisik, arogan, kekanakan, tapi serius diam-diam dia romantis. Umm,, susah aku menjelaskan tapi pokoknya gitu lah. . .

Apa yang terjadi? Persahabatan kami selama satu setengah tahun hancur dalam sekejap. Entah aku atau dia yang salah atau kami berdua yang salah, tapi satu pelajaran yang ku ambil. Hubungan yang naik turun seperti rollercoaster, penuh spark, bukan hubungan yang cocok bagiku. Bagaimana dengan kamu?

Alasan mengapa yang REAL lebih menjamin adalah:

R= is he responsible?

Kamu membutuhkan yang responsible karena kamu tidak bisa bermain-main selamanya. Kamu akan hidup, mengalami masalah, dan tentunya kamu membutuhkan Mr. Responsible yang akan mendekati masalah itu bersamamu secara perlahan bukannya mengeluarkan sifat arogant nya.

E= is he your equal?

Allright, apa menurutmu yang paling di butuhkan dalam sebuah hubungan? Komunikasi. Yap! Dan ‘equal’ ini sekalipun tidak menjamin 100, persen namun pasti lebih dari 50% komunikasi yang baik.

A= is he an adult?

Adult adalah akar sebelum tumbuh menjadi responsible:)

L= is he loving?

Responsible, equal, adult, namun tidak loving maka percuma saja. He he.

So, sudahkah kamu bertemu dengan seseorang yang bisa memberikan jawaban positif untuk empat pertanyaan di atas? Atau, kamu memiliki cara lain untuk menge-cek ‘real love’ mu? Aku akan sangat senang apabila kamu bersedia membagi nya (apapun itu) di kolom komentar^^

Ciao:)

Advertisements

6 thoughts on “Is He My ‘Real Love’? Atau Hanya Sekedar Mr. Almost?

      1. winona571

        Iya… Soalnya pertemuan berlanjut. Sudah 5x ketemuan. Tapi kan baru 2 minggu an… Masih belum kenal banget sama orangnya.
        Tapi pendekatan ke arah fisiknya berbarengan sama pengenalan karakternya. Rasanya jadi bingung…. Beda banget orang Indonesia dengan orang Eropa. Kalau di Indonesia, kenalan dulu se abad, kode2an setahun… Baru jalan bareng… Hahaha…

        Liked by 1 person

      2. Ha ha ha ha excatly!! lol. ngakak pas baca *Kalau di Indonesia, kenalan dulu se abad, kode2an setahun… Baru jalan bareng… Hahaha*

        Iya sih itu bedanya. Hi hi.. Dan menurut aku kembali ke Mbak Kezia sendiri. Nyamannya kayak gimana.

        Tapi jangan salah, pendekatan fisik yang mereka lakukan itu, tidak bisa menjadi patokan niat asli mereka ya. Dia megang tangan Mbak Kezia di minggu pertama ngedate bukan karena dia nganggep mbak Kezia mudah di pegang-pegang atau kayak gimana. Pokoknya hanya perbedaan cara lah ya.. Oh… seneng banget denger semuanya lancar ya:) *big hug*

        Like

      3. winona571

        Haaaa…. Bener banget…. Ini karena beda budaya kan ya..
        Kmrn mikirnya gini… Wah, nge date kedua dan ketiga kok sudah pegang tangan (even more), ih…. kok gitu… padahal nge date pertama sopan banget…
        Terus dikomentarin sama temanku dari Peru : Wait… wait… He did that doesn’t mean that he is not polite. 😀
        Ya minimal sih, kalau aku bilang “stop” ya dia berhenti juga…

        Thanks

        Liked by 1 person

      4. Hi hi yeah very wellcome.. Dan iya, itu memang hanya perbedaan budaya… yang penting dia ngerti consent dan ngehargai suara kamu. Kan udah sama-sama dewasa, bisa mikir, dan ngomong. he he

        Like

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s