Pengalaman Pecah Perawan

ggkknd
gambar dari youtube

Gee. . . Bingung harus pasang peringatan apa enggak.

“Underage please walk away!^^”

Tapi kalo di pikir-pikir ini pendidikan buat mereka.

Pas tidak di pasang peringatan, kalau-kalau mereka malah mis-kaprah akan postingan ini.

Well, setelah saya pikir dengan matang, saya tidak akan memasang peringatan apapun. Kenapa? Karena saya percaya kamu yang datang ke mari adalah para insan cerdas yang mengerti apa yang kamu mau.

4 tahun yang lalu. . . .

Saya sudah berada di kelas 12 semester ke dua. Ujian nasional semakin mendekat, semua orang tua mengadakan les untuk anak-anak mereka. Tak terkecuali orang tua saya.

Les yang saya ikuti di adakan setiap hari. Dan kebetulan, tempat les nya jauh dari rumah. Situasi yang rawan kenakalan dan saya termasuk remaja yang penuh rasa penasaran dan gemar mencoba segala hal, termasuk ‘seks’.

Saya bukan anak yang bandel. Standar, sekalipun bukan anak yang penurut pula. Berbohong pada orang tua dan melakukan kenakalan remaja memang saya lakukan, tapi masih di dalam batas ‘kenakalan yang di ijinkan’ oleh kedua orang tua saya.

Well, keluarga demokratis kami memiliki kategori kenakalan ringan yang di ijinkan namun jangan terang-terangan, kenakalan sedang yang akan menyebabkan kemarahan mama papa, dan kenakalan berat yang menyakitkan hati mereka.

Sejauh itu saya masih dalam kategori kenakalan yang di ijinkan, jarang sekali melangkah ke kategori ke dua dan hanya sekali dan langsung patah tangan sewaktu melakukan kenakalan kategori ke tiga.

Namun entah mengapa sore itu saya tertarik dan terjerumus menuju kenakalan kategori ke tiga. Melakukan hubungan seks di luar nikah.

Jam tiga sore, sepulang sekolah seharusnya saya langsung berangkat les. Tapi sore itu saya berangkat ke arah yang berlawanan. Bertemu sang pacar. *edeeh-_-*

Well, bukan secara tiba-tiba sih. Memang sudah kami rencanakan dari awal. Berhubung pula hari itu hari ulang tahun saya. Jadi kami pergi untuk makan-makan merayakan terlebih dahulu, kemudian berakhir di sebuah hostel.

Setelah masuk ke dalam kamar dan memastikan semuanya terkunci, CB mulai menciumi saya. Sama sekali tidak canggug karena itu bukan kali pertama kami melakukan eksplorasi satu sama lain.

Kami berdua benar-benar lupa daratan dan larut dalam ciuman sambil saling menggerayangi tersebut bahkan saya lupa bagaimana cerita nya kami berdua sudah sama-sama bugil dan saya berbaring di ranjang dengan dia di atas saya.

Sore-menjelang-malam itu pertama kali nya saya melakukan oral seks. Kenapa kami melakukan itu sebelum nya? Guna nya untuk memaksimalkan tombol on di satu sama lain sebelum saling melepaskan–saya keperawanan dan dia keperjakaan.

“I love you and always love you.”

Itu kalimat yang CB bisik kan sebelum dia menerobos masuk.

Sangat pelan dia masuk seperti menusuk bambu ke pasir hisap. Menuruti artikel yang kami baca bersama, kami melakukannya dengan natural tanpa memikirkan itu ‘melepas keperawanan’.

Hasilnya, aku merasakan sakit hanya dalam hitungan kurang dari semenit (agak perih sih pas pipis setelah itu tapi cuman pas pipis doang). Dan dia datang juga dalam beberapa menit kayaknya tiga menitan. Ha ha. Saya sendiri tidak mendapatkan orgasme di ronde pertama tapi ajib di ronde berikutnya.

Well, untuk mendapatkan hasil ‘pecah perawan minim rasa sakit’ saya mengikuti langkah dari sebuah artikel barat yang tidak terlacak sekarang. Serius sebelum menulis ulang tips itu dengan versi saya, saya berusaha mencari artikel yang dulu itu dengan menerawang-nerawang tapi tidak ketemu. he he

Untuk melihat cehecklist nya, baca di sini!^^

Wish you luck girls:)

Advertisements

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s