Its not What THEY Think about You, but What YOU Think about Yourself

sumber gambar: magneticmama.com300 × 300Telusuri pakai gambar

8 dari 10 orang yang se-kelas dengan saya di semester satu dan dua kemarin mengatakan –“Sumpah lo beda banget. Gue pangling anjir.”– setiap kali kami bertemu baik itu berselisih di jalan, accidently se-meja di kantin, bersisian ngantre beli tiket nonton, dan bahkan ada yang kebetulan bertemu di gereja.

Well, tidak fixed kalimat tersebut namun mengandung konotasi yang sama.

Apakah gerangan yang menyebabkan semua itu terjadi?

Tampak luar, Vallendri Arnout setelah semester tiga memang benar-benar berbeda bahkan hampir 180 tahun cahaya menjauh dari Vallendri Arnout tiga tahun lalu yang baru masuk kuliah.

Dulu seorang Vallendri adalan wanita yang bangun 30 menit sebelum jam kuliah di mulai. Merenung dan melihat HP lima menit, makan donat atau sarapan apapun lima menit, mandi lima menit, menyiapkan pakaian termasuk menyetrika lima menit, menyiapkan bawaan ke kelas dan sepatu lima menit, kemudian berangkat lima menit sebelum masuk. Well, tidak sering pula malah bangun 15 menit sebelum masuk dan akhirnya terlambat 15 menit.

Bagaimana hasil dari pasca bangun tidur dengan system seperti itu?

Saya datang ke kelas sebagai gadis dengan jeans dan kemeja seadanya, rambut masih basah dan belum di sisir, tanpa make up, plus keringetan gegara lari mengejar kelas dalam waktu lima menit. Kalau terlambat, selalu di tertawakan karena mengetuk pintu.

Lalu bagaimana yang sekarang?

Sekarang saya memastikan diri memiliki waktu 30 menit khusus persiapan setelah mandi. 30 menit tersebut saya gunakan untuk memoles make up tipis seadanya, kemudian memilih pakaian, memilih sepatu, dan berpakaian.

Baiklah masih simpel lah di banding dengan mungkin wanita lain yang ber-jam-jam di depan cermin saja belum termasuk memilih baju.

But its still not me. Not myself. Not Vallendri Arnout.

Ada malam-malam ketika saya meringis mengurut kaki yang pegal karena heels ataupun wedges. Ada kala saya merenung di pagi hari berharap bisa bangun sepuluh menit lagi namun itu artinya tidak ada waktu untuk mix-match baju sepatu tas. Ada kala nya saya ingin menghapus keringat, maksudnya benar-benar menghapus tanpa perlu mentutul-tutul lembut demi foundation.

Pertanyaannya kenapa saya berubah? Kenapa saya berubah sedangkan saya mengeluhkan perubahan itu?

Jawabannya adalah: karena DUNIA.

Dunia menertawakan kemeja orange saya yang nyaman.

Dunia mengkritik rambut saya yang setenga basah dan belum di sisir.

Dunia mencibir melihat jeans luntur favorite saya.

Dunia memandang hina pada sneaker butut saya.

Dunia memandang saya aneh karena mengetuk pintu dan meminta ijin masuk.

Dunia mencueki saya saat saya tanpa make up.

Lalu saya bertemu NB.

Dia adalah seorang pria asal Canada yang menjadi guru di Indonesia. Dia sangat down to earth dan mencintai nature.

Dia sangat santai dengan celana dan baju batik nya, sandal jepit yang sudah menyusut, tas dan topi aneh nya. Dia sangat santai dengan semua itu. Tapi tidak selalu sih dia berdandan seperti itu. Ada kala nya pakai kemeja dan jeans seperti orang normal. But mostly seperti itu.

Well sebenarnya sekalipun NB tidak berpenampilan seperti itu, yang nama nya bule memang selalu jadi pusat perhatian. Tapi lebih yang seperti itu, bukan? he he

Nah suatu ketika saya mengatakan bahwa style nya aneh. Dia mengatakan “aku suka seperti ini”. Lalu aku bilang “apakah hanya aku, ataukah ada orang sebelumnya juga yang tidak menyukainya? Apakah kamu pikir orang-orang menyukainya?” Lalu dia menjawab “Well, I don’t care what people think about me. It’s what I think about myself that matter.”

Oh God.

Can I be like that? Can I got my comfy again? Can I?

Advertisements

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s