Women Voices>>>I Want To COME Too!!!

sumber gambar: www.deviantart.com1024 × 768Telusuri pakai gambar

Mungkin saya pernah membicarakan tentang topik yang sama di sini, dan well, jika waktu itu yang saya share adalah hasil diskusi saya dengan seorang teman perempuan, kali ini yang saya share sekarang adalah hasil diskusi dengan seorang teman pria.

Pembicaraan kami berawal pada masalah ‘titik sensitif’ di tubuh pria dan wanita.

Umm, ternyata itu depend ke orang nya. . . ya, cukup bisa di akui. Soalnya saya sangat benci ketika MJ melahap bagian telinga, sedangkan dia sering meminta, so tidak baku.

Lalu kemudian berlanjut dengan topik how long couple should last in bed (baca juga cecuap saya tentang how long a guy should last in bed). Nah, di sini kami menemui perdebatan. Dia berkata bahwa percintaan berlangsung sampai ‘SI PRIA’ orgasme.

Ladies, , , perhatikan kata bercetak miring dan juga dua kata selanjutnya yang saya kutip satu dan buat dengan huruf kapital!

Angkat tangan yang protes! *lirik kiri kanan setelah mengangkat tangan ^^*

Well, saya protes.

Saya: “Koreksi, koreksi. . . masak sampai ‘si pria’ saja?”

Dia: “Lalu?”

Saya: “Ya yang wanita juga dong. Apa kamu tidak peduli dengan pasanganmu orgasme atau tidak?”

Dia: “Well, bukankah dia seharusnya mencari pelepasan sebelum saya?”

Saya: “Hey. Wanita kadang lebih sulit orgasme dari pria.”

Dia: “Lalu?”

Saya: “Kalian para pria harus bertanggung jawab.”

Dia: “Tanggung jawab lain untuk pria?”

Saya: “Maksud kamu? Jangan bilang kamu seperti Anisa yang mengatakan bahwa dia berhubungan seks demi memuaskan pacarnya saja.”

Dia: “Jika menurut saya, , , wanita memang tidak mesti harus orgasme. Dari jaman nenek moyang kan seorang istri/wanita memang memiliki tugas untuk memuaskan suami setelah dia lelah bekerja membanting tulang dan penuh stres.”

Hoalah!!! Ini masih ada lagi yang membawa tradisi nenek moyang yang tidak logis tersebut? Hah?

Please bagi yang masih ada menemukan orang-orang seperti itu atau bahkan memiliki pasangan yang seperti itu, , , bagaimana pendapat kalian?

Kalau menurut saya sih, itu KONYOL.

Seberapa banyak sih di jaman sekarang ini, wanita hanya ongkang-ongkang di rumah? Dan misalnya iya, , , apakah mengurusi rumah dan anak-anak tidak membuat stres? Apakah kalian, hai para pria, tidak menyadari seberapa melelahkannya pekerjaan rumah?

Perhatikan kami! Kami juga PANTAS untuk mendapatkan orgasme. Kami juga butuh itu!

 

Advertisements

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s