Crazy Memories Part 1: Pertemuan (Malam) Pertama Dengan MJ

Belakangan, MJ masih tetap sesekali berusaha mengajak ku untuk menapak tilas jejak kami yang terdahulu.

Well, bukan dengan ajakan seperti: “Val, mengenang masa lalu bareng yuk!” Bukan yang seperti itu.

Hanya dengan usik kecil seperti mengirim pesan I Miss You!, atau sekedar How Are You?

Yep, dua kalimat seperti itu berhasil memutar gulungan kaset yang tersimpan di kepala ku.

Masih teringat jelas bagaimana seringai setan saya muncul ketika seorang pria Italia berinisial MJ menyapa ku di Date In Asia dulu (lihat daftar dating site terbaik sepanjang masa DI SINI).

Mata hijau nya terlihat sangat bersinar dan seperti pohon yang condong ke arah matahari, aku pun condong ke arah nya. *asek*

Anyway, pokoknya dia menarik. Foto nya bersih (di ambil pakai SLR pasti!), terlihat real, background nya kolam renang (which is ternyata kolam renang apartement nya sekarang), dandanan sama sekali tidak alay dan murahan, profil menarik dan cerdas, alhasil, saya langsung membalas pesan dia.

Jika di ibaratkan JNE, maka JNE yang kami pakai adalah JNE yang OKE (pokoknya yang esok sampai). Saya dan MJ langsung memutuskan untuk bertemu keesokan hari nya.

Kami memutuskan untuk bertemu di Bogor jam 2 siang di J.CO Botani Square.

Sumpah, saya berangkat jam 1 tok. But ujung-ujungnya sampai di tempat jam 2.50-an-_-. Uhuh, telat 50 menit dari yang seharusnya. Saya sangat ter-sanjung mendapati MJ masih setia berdiri di samping elevator (suer berdiri! sekarang lumayan terasa aneh sih, kenapa dia enggak duduk cari kursi terus pesan duluan? iya enggak sih? apakah dia PE”AK?)

Begitulah. Akhirnya saya sampai 50 menit terlambat dengan bercucuran keringat dan satu box tisyu di tangan. Dia hanya tersenyum dan mengatakan tidak apa-apa. You spoiled me, MJ!

Ketika memilih donut yang ingin di makan, Mbak-Mbak J.CO nya menawarkan paket; satu lusin donut mini berbagai rasa, sudah lengkap.

Karena bingung memilih (suka semua soalnya, lol) akhirnya saya sebagai pengambil keputusan (all the time, sampai kami putus), memilih paket saja. Oh iya, paket nya selain selusin mini donut, juga dua cup minuman terserah pilih apa aja.

Kami pun menunggu pesanan. Percakapan tahap satu yang kami lakukan di J.CO sekalipun di tengah kebisingan mall, baik itu suara obrolan dari sekitar kami sampai dengan suara jingle iklan mobil di lantai bawah, over all berjalan lancar dan amazingly mengasyikkan.

Tidak ada alarm ‘zonk’ berbunyi sejauh itu. I mean, so far so good. Ternyata foto bersih nya dia itu masih terlihat lebih bersih di kehidupan nyata. Dia pakai kemeja biru muda sama jeans kecokelatan.

Pesanan siap, kami membayar (dia maksudnya, lol), kemudian kami memutuskan untuk keluar dari tempat itu dan mencari tempat yang lebih tenang. Oh iya, sewaktu membayar Mbak-Mbak nya ada menawarkan  mug kopi setengah harga. . . Yang saya pikir merupakan satu mug berisi kopi.

Tapi ternyata oh ternyata, hanya mug saja. Lol.

Ini dia mug J.CO:

IMG_20160309_085539

Puji Tuhan itu MJ yang membawa semua barang bawaan termasuk tas saya kadang-kadang. Bayangkan jika dia adalah NB yang super cuek, tidak romantis dan menyebalkan itu! Bisa-bisa mug tebal, berat, dan setengah harga pun Rp. 88.000 itu tidak akan ada sampai sekarang, lol. Maksudnya saya buang di bak sampah terdekat, 😛

Sewaktu memutuskan untuk keluar dari kebisingan Botani Square, saya dan MJ berniat untuk santai duduk-duduk menikmati donut take away kami ke Taman Kencana.

Keluar dari JPO, akhirnya kami menaiki angkot 02 B setelah menunggu sekitar 2 milyar tahun. Sumpah 02 B jarang banget-_-. . .

Hembusan napas lega serempak terdengar dari kami berdua, i mean cuaca yang sangat panas, di padu kan dengan habis berjalan kaki dari Botani ke JPO, lumayan. So, sangat lega merasakan hembusan angin yang adem dari dalam angkot.

Tapi, karena saking enak nya ngadem di angkot, akhirnya kami kebablasan hampir sampai ke Warung Jambu, lol. Serius, sebentar lagi Warung Jambu.

Karena se-jalur saja, dan jika harus memutar akan membutuhkan waktu lama, akhirnya saya memutuskan untuk membawa dia berjalan saja. Toh, dia tidak terlihat seperti anak mama yang akan menangis karena berjalan kaki. Saya yang hampir menangis T.T

Setelah melalui perjuangan yang tak kalah melelahkan dari pendakian Semeru di 5 cm, sampailah kami di Taman Kencana yang ternyata . . . . sedang di renovasi. Yap, SEDANG DI RENOVASI.

Anjrit, serius itu rasa nya nano-nano, ada konyol nya, ada kesal nya, ada what nya, yang muncul ke permukaan dalam wujud speechless.

Akhirnya, setelah celingak-celinguk ke sana-kemari mencari alamat dan tidak menemukan spot yang sesuai, kami masuk ke Waroeng Taman.  Yuhuu, , , butuh tempat duduk dan juga ice tentunya, berhubung ice dari J.CO tadi sudah tidak jelas berita.

Waroeng Taman:

sumber gambar: www.zomato.com675 × 504Telusuri pakai gambar

Belakangan, sewaktu saya ketik Tempat kuliner yang wajib di kunjungi di Bogor ke Google, Waroeng Taman termasuk ke dalam salah satu yang di anjurkan.

Ok, dari luar, dengan suasana sore yang adem, memang lumayan. I mean konsep nya green, terus interior nya enggak buruk-buruk amat (7 dari 10), music nya juga pas, maksudnya kadang pernah nemu music yang enggak sesuai buat makan, terus volume nya kayak diskotik. Iya enggak sih? Nah, Waroeng Taman termasuk 8 dari 10 dalam urusan music.

Kemudian pelayanan, cepat tanggap. . . 9 dari 10. Salut. Pokoknya top deh. Saya akan memberi nilai total 9 jika di tanya sebelum makanan datang.

Tapi, , , setelah makanan datang, ada makhluk (plural) lain juga yang datang bersama. Lalat yang membawa anak dan istri nya.

Usut punya usut, ternyata di belakang nya itu ada kayak pembuangan sampah gitu. . . Ugh. Rusak deh, rasa makanan khas nya Waroeng Taman yang nendang (9 dari 10).

Sewaktu meminta bill, saya dan MJ sepakat memberi nilai 4 dari 10 pada Waroeng Taman, tapi setelah datang bill, ya sudah lah 6 dari 10. Maksudnya naik karena efek murah cuy.. lol

Kita pesen empek-empek khas waroeng taman, nasi goreng khas waroeng taman, jus 2 gelas, fu yung hay khas waroeng taman, ayam bakar khas waroeng taman, gado-gado khas waroeng taman, sama salad khas waoreng taman, plus aqua kalau enggak salah cuman sekitar Rp. 230.000-an. . syuper duper murah meriah kan?^^

Dengan segala sesuatu yang benar-benar disaster tersebut, MJ ingin memperbaiki nya dengan sebuah film. Yap, nonton. . . semoga berhasil. Amen.

Tebak bagaimana hasilnya!!! Agak dejavu sih, apa sudah pernah saya ceritakan atau belum tentang ini. Rasanya seperti sudah, tapi ya sudahlah saya tidak yakin. Anggap saja belum.

Kita menonton film Bridge – -apaaa gitu lupa– dari Warner Bros.

Menit-menit pertama, , , menarik. Maksudnya bisa lah masuk ke dalam suasana-suasana detektif yang di timbulkan di sana.

15 menit kemudian, , , apa sih ini? Yakin nih mode stereo? Jangan bilang kena yang karaoke. Enggak ada dialog nya sumpah.

Setelah 30 menit berada di sana dan saling toleh yang ternyata sama-sama menguap, kami memutuskan untuk keluar.

Ah, kabar baiknya, suasana bioskop yang remang menciptakan beberapa gejolak di dalam diri kami, emang gejolak mesum sih-_-

Gejolak inilah yang akhirnya mengantarkan kami ke Royal Amaroossa Hotel.

Royal Amaroossa Hotel:

Benar-benar ajaib. Baru menapak-kan kaki di lobi saja semuanya sudah terasa membaik. Maksudnya thanks to petugas resepsionis yang menyambut kami dengan senyuman plus segelas minuman rasa leci untuk kami masing-masing.

Even saya enggak suka leci dan MJ yang melibas kedua gelas kami, saya tetap lebih relax berkat pelayanan nya.

Akhirnya dengan Rp. 1. 250.000 dari MJ, kami mendapatkan satu lembar magic card yang dengannya bisa membuka sebuah pintu dan menyalakan daya sebuah ruangan. *syah*

Penat pasca kencan pertama yang bisa di kategori kan kacau, saya dan MJ langsung tepar di ranjang.

Yuhu, just after a fast kiss, kita langsung tepar. Tapi hanya untuk beberapa menit mengingat Botani Tidak akan buka lebih lama sedangkan kami harus membeli pakaian untuk ganti.

Dengan ter-seok-seok kami berdua mencuci muka, lalu turun ke bawah membeli pakaian.

Another story pun tercipta.

Ok, mungkin bagi beberapa orang ini tidak akan menjadi sebuah story, tapi bagai saya, , ,

Cerita nya kan kita mau ganti seluruhnya, maksudnya luar dalam.

Benar di kata, semua toko sudah hampir tutup, saya dan MJ hanya sempat masuk ke sebuah toko lupa nama nya apa yang pasti muaaaaahal teing eh.

Bayangkan, memang bagus sih, memang seksi, celana dalam yang serasi dengan bra nya, lalu plus camisole nya, total Rp. 989.000. Hayo lho! Saya menahan napas dan hampir berpikir untuk mengembalikan ke gantungan nya lagi seandainya MJ tidak sudah asal bayar saja-_-

Huh, , , seperangkat pakaian dalam termahal yang aku punya. Maksudnya biasanya juga CD yang Rp. 10.000, lalu bra yang Rp. 50. 000-Rp. 100.000, camisole Rp. 50.000, , , ini, , , gubrak!!!

Kami kembali ke kamar setelah MJ membeli beberapa kaus kaki dan celana dalam untuk dia juga, sedangkan toko pakaian luar semuanya sudah tutup dan akhirnya kami tidak mengganti pakaian luar kami.

Anyway, kembali lagi masalah Amaroossa, saya akan memberi nilai 6 dari 10 untuk pelayanan. Well, meski-pun pegawainya friendly dan tanggap, tapi breakfast enggak bisa di bawa ke kamar. Maksudnya kita don’t care dengan breakfast yang free, kita bakal take yang berbayar asalkan kita bisa mendapatkan hot breakfast di atas. Tapi enggak bisa. Terus sekalipun menyajikan menu western, enggak ada minuman beralkohol nya selain beer. Dan beer pun ada nya di kolam renang, enggak bisa di bawa ke kamar, padahal ada di buku menu kamar.

View zonk sekali, kita persis menghadap ke tugu kujang, maksudnya for God sake berisik juga dengan kendaraan dari bawah, padahal kami sudah di lantai atas sekali lho. NB: enggak bisa pilih kamar karena waktu itu situasi nya penuh.

Interior 8 dari 10, saya suka kombinasi warna nya yang simpel tapi elegan.

Sayang untuk pencahayaan saya lebih prefer jika di beri alat untuk menyetel intensitas. . maksudnya yang bisa di atur intensitas nya mau bagaimana. Sekali-pun memang sudah di atur lumayan lah internsitasnya nyaman, hanya saja kan di beberapa situasi lebih menarik di setel sendiri sesuka hati.

Over all saya akan beri 5 bintang dari 10 berhubung kita bayar mahal tapi enggak merasa puas dengan vasilitas nya.

Tapi tetap berterimakasih ke Royal Amaroossa hotel, malam pertama kami sangat hot.

You know, untuk detail nya mungkin lain kali, yang pasti kami menghabiskan 8 kondom. lol

Ok, itu dia malam pertama saya dan MJ. . .^^

Bagaimana cerita malam pertama kamu?:P

Advertisements

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s