Sometime I Prefer The ‘Tiny’ One

sumber gambar:forums.hardwarezone.com.sg500 × 334Telusuri pakai gambar

Yeah guys. Yang saya maksud memang ukuran yang ‘itu’!

Yeah! Sekali lagi saya menegaskan bahwa kamu tidak salah membaca judul di atas; sometime i prefer the ‘tiny’ one. Big dick isn’t always better.

Agreee? Setujeh?

Ok, maybe masih ada yang geleng-geleng dengan pernyataan itu. Maka, di sini saya akan dengan baik hati dan berbahagia untuk men-share alasannya.

Dengan sistem tersturktur, maka saya akan mulai membahas dari:

1. Alasan bercinta adalah; MENCARI KENIKMATAN

Sekali lagi saya tanyakan, , ,ada sanggahan? Seharusnya tidak!

10 menit ciuman + 10 menit gerayangan + 10 menit oral + 10 menit 69 + 20 menit penetrasi,,,,,,,,, tahapan panjang tersebut kita lalui hanya untuk sekitar SATU menitan orgasme dan 5 menitan efek nya.

2. Orgasme di dapatkan TIDAK HANYA dengan penetrasi

Siapa yang menyanggah ini WAJIB KUDU HARUS punya pacar, atau paling tidak dildo!

Kenapa? Karena tentu saja tanpa mereka kalian tidak akan bisa orgasme.

Tapi, thanks God mostly wanita bisa merasakan surga dunia tersebut dengan cara lain misalnya gesekan atau apalah jilatan maybe.

3. Kebanyakan, wanita butuh cara lain tersebut

Sedihnya, kebanyakan wanita tidak akan cukup dengan penetrasi. . . . Betul?

Wanita sering kali baru bisa orgasme dengan penetrasi beserta tambahan banyak hal seperti; gerayangan dan ciuman yang berkelanjutan blah blah blah. . .

4. Sadly si mister big cock jarang melakukannya

Mereka terlalu bangga dengan kepunyaan mereka yang besar dan memperlakukan si wanitanya seperti pemeran pria memperlakukan Miyabi di film blue.

Karena mereka di anugerahi alat yang besar, mereka jadi berpikir bahwa itu bisa menjamin semuanya. Mereka berpikir bahwa kata romantis, lilin aroma terapi, ataupun lubricant semuanya sudah tertutupi oleh anugerah mereka itu.

5. Which is not

Yep, its not.

Kadang sistem mereka itu malah membuat kita kering dan akhirnya merasakan sakit di sana. Terasa seperti terbakar khususnya jika mereka melakukan itu tanpa terlalu banyak pemanasan atau jauh setelah kita orgasme.

6. Oddly si Mister Tiny kadang lebih ahli

Nah, karena milik mereka lebih kecil dari biasanya, para mister tiny ini menjadi lebih sensible menutupi kekurangan mereka.

Mereka jadi lebih berhati-hati dan melakukan banyak hal untuk substitusi. Baik permainan kata, lidah, ataupun permainan jari mereka kadang lebih ahli sehingga kenikmatan menjadi lebih maksimal.

7. Begitulah saya membuat judul di atas

Melalui penelitian bertahun-tahun lamanya akhirnya saya bisa menyimpulkan dan membuat judul di atas.

I mean tidak semua mister big cock melakukan seperti yang saya katakan di point 4 di atas. Kadang ada juga yang di ciptakan sempurna; punya itu besar dan ahli menggunakannya.

So, kembali lagi itu semua bergantung kepada orangnya masing-masing.

Karena itulah judul yang saya buat di awali dengan kata ‘sometime’. . .

Itu pendapat saya, , , mana pendapat kamu?^^

Advertisements

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s