Sex Is Not Everything, But Without Sex (?)

sumber gambar: www.cccomaha.org540 × 350Telusuri pakai gambar

Apa yang pertama kamu pikirkan saat saya menyebutkan satu kata ‘relationship’?

Uh,, ok. Pasti banyak hal.

Well, secara hipotesis saya akan merangkum sebagai berikut:

“Pasti 90% dari kita akan langsung memikirkan sepasang pria dan wanita sedang bersantai di bawah pohon kelapa memandangi matahari tenggelam.. lol”

Ha ha ha ha well not excatly di pantai dan memandang sunset sih, but intinya tergambar adalah hubungan antara pria dan wanita, kan? Ya, sekalipun relationship itu tidak se-sempit itu. Meskipun banyak lagi relationship seperti relationship ayah-anak, antar sahabat, dll.

So, mengikuti keputusan kalian, dalam postingan ini mari berfokus pada relationship antara pria dan wanita:)

Nah, kembali ke awal, , , sebelum adanya relationship itu, , , apa yang terjadi di antara kalian?

Stranger, bukan? Well, jika mengikuti love fase yang saya bicarakan di sini, kalian akan menyadari seberapa jauh proses untuk menuju ke relationship itu.

Tapi, banyak kejadian menunjukkan bahwa banyak dari kita menjalani proses yang jauh dan tak mudah itu hanya untuk ‘menjadi amoeba’ -membelah diri.

Apa yang salah? Kenapa itu terjadi?

Hmm, tidak semua, tapi banyak persen yang menunjukan bahwa ‘lack of sex’ menjadi penyebab utama.

Beberapa tahun yang lalu saya membaca sebuah novel yang entah siapa pengarangnya saya lupa, judulnya “Under the Mistletoe”…

Aaa, menceritakan tentang pasangan suami istri yang ‘terancam bubar’ karena masalah yang kita perbincangkan di atas.

I mean girls,, face the world! Dongeng masa kecil kita tentang cinta sejati sampai mati itu bulshit!

Cinta hanyalah ilusi kita. I mean ilusi yang bagus dan indah. Itu adalah awal yang bisa di jadikan tanda untuk memulai sebuah hubungan. But untuk mempertahankannya, butuh beberapa tools seperti komitmen, tawa dan canda, dont forget about sex, dan lain-lain.

Yeah, sex is not everything, but without sex (?)

  1. Jangan salahkan cowok kamu pergi ke warung jablay!
  2. Jangan salahkan cewekmu berkedipan dengan perenang tetangga sebelah!
  3. jangan salahkan emosi kalian cepat meledak karena kekurangan orgasme!
Advertisements

6 thoughts on “Sex Is Not Everything, But Without Sex (?)

  1. winona571

    Baru baca artikel ini…
    Iya memang penting banget sih… Ga salah. Makanya meski dikasih wejangan panjang lebar sama ortu buat nggak lanjut sama SVR gara – gara masalah ini, tetap saja aku tidak bisa menyalahkan SVR kalau mengharapkan kami lakuin itu. Meski aku masih belum mau sih sampai sekarang… Tapi bisa paham.
    Untuk menikah, rata – rata mereka mau coba dulu, cocok apa nggak dalam hal sex.
    Tapi aku punya pertanyaan… sex dalam artikel ini apakah eksklusif artinya hanya sexual intercourse? Atau kegiatan lain semisal “handjob”?

    Liked by 1 person

    1. He he he he Kez. . .

      Er,,, menurut pendapat saya pribadi ya. . .

      Saat belum pernah intercourse sih ya bakal puas sama handjob or bahkan just kiss. . . Itu sudah termasuk seks.

      Taoi kalau udah pernah, kegiatan semacam hand job itu akan menjadi sesuatu yg tanggung. He he

      Like

      1. winona571

        Noted!
        Pantesan… 😀

        Dia sexually active. Orang sini, sudah usia 39 tahun… dia kan pria normal. Cuma, kalau aku memang pertimbangan utama, agama… tapi yang kedua, mau gitu – gitu kan harus persiapan, cek dulu ke dokter, belum lagi mikirin kontrasepsi. Buat dia yang katanya beragama tapi ga butuh TUHAN itu, alasan kedua yang lbh bisa diterima.
        Tapi iyaa… aku tahu dia masih mengharapkan lebih.

        Like

      2. He he he he… pertimbangan agama memang kadang terdengar sedikit “klasik” ya buat yg ga alim. Apalagi yg ga butuh Tuhan seperti itu tapi itu bisa di terima apalagi dari sudut pandang Indonesia he he… urus aja gimana baiknya nanti…

        Dan madalah ke dokter, itu memang iya. Apalagi dia sexually active. Jabgan sekali2 percaya vajayjay kita ke penis yang kita ga tau pernah kemana aja.

        Kalo emang kepepet banget ga sempet ke dokter, inget ada kondom ya.. he he

        Like

      3. winona571

        Aku pernah nanya…
        Dia itu sudah pernah menikah, cerai 4 tahun lalu, punya anak 2. (Makanya ortuku keberatan… Hahaha), aku tanya… terakhir punya girlfriend kapan? Dia bilang Januari kmrn… Aku kenal dia Agustus. Tapi tetap saja… Dan masalah keamanan ini, ga hanya dia nya. Tapi aku sndr… meski belum pernah gitu – gitu, ttp perlu ke dokter juga, kan? Kalau di universitas sih ada health center yang beri layanan soal test STD dan kontrasepsi, kerahasiaan dijamin… Dan kalau di sini, ga perlu malu2 buat konsultasi hal semacam itu. Atau ngumpet – ngumpet. Hahaha….

        Kalau kondom, dia pasti punya sih… yakin aku…

        Liked by 1 person

      4. Well bisa di pahami lah sudut pandang orang tua kamu. Semua orang tua pasti nentang lah anak berharga mereka sama duda. Duda kan di benak mereka “gagal membina rumah tangga dan ada kemungkinan karena keburukan si duda” kan walaupun belum tentu benar. Dan lagi punya anak. Kezia juga harus bersiap ya dengan urusan “menghalau jealous” saat dia harus membagi sebagian dirinya ke anaknya..

        Maaf ya aku kasi tau ini gegara ada pengalaman orang terdahulu masalah kecemburuan gitu dan bkin masalah di hubungan mreka.

        Intinya adalah pastiin aja Kezia bisa ngeyakinin ortu bahwa “SVR memang pilihan yg tepat despite that dia seorang duda”.

        Dan seharusnya sih itu dimana2 bukan hal yg bisa di buat malu. Itu masalah keamanan kok. Jangan di buat tabu harusnya.

        Tau gak sih kenapa banyak di sini nikah muda gegara kecelakaan. Iya gegara hal begitu di buat tabu! #nyninyirlagi

        Just ha ha ha ha for “dia selalu punya kondom”…

        And by the way kamu juga harus punya jika ada kemungkinan kalian melakukan itu. In case, realky in case, yang dia kelupaan. He he

        Like

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s