30 Point Tentang Indonesia yang Bikin Bule Tercengang

Via Hingga.com

30 point ini saya kumpulkan dari beberapa pendapat bule yang berasal dari beberapa negara berbeda seperti Kanada, Amerika Serikat, Belanda, Skotlandia, Swedia, Jerman, Italia, Austria, Irlandia, Australia dan bahkan Ceko.

Sebenarnya saya tidak full melakukan wawancara tanya jawab tentang pendapat mereka dan menuliskannya. Tidak. Ini merupakan pembicaraan sehari-hari kami yang kebetulan saya ingat dan pikir pas untuk di share:)

Semoga saja pendapat-pendapat ini bisa menjadi motivasi atau pun kritik untuk lebih baik.

  1.  Jumlah motor di Indonesia

“Saya tidak pernah berpikir bahwa jauh di bagian bumi yang ini, saya akhirnya menaiki motor.”

Dia bilang di Amerika motor bahkan tidak seperlima dari motor di Indonesia.  Dan jika di wawancara, setengah dari warga nya pasti mengaku tidak pernah menaiki apalagi mengendarai motor.

Well, selamat datang di negara yang target perjualan motor nya untuk 2016 saja di bilang menurun menjadi sebesar 6.5 juta motor Via liputan6. 

MENURUN!

Di Indonesia laki perempuan, tua, muda, ibu, bapak, kakek, nenek, balita, semuanya di motor.

  1.  Cara kita menyeberang jalan

“For God’s sake isn’t there underpass, why we should crossing here?”

Tanya seorang warga Austria saat saya membawa dia menyeberang di depan Tugu Kujang sedangkan sekitar 500 meter di sebelah kanan kami ada underpass.

“If you do that in Vienna, you definitely under ground now.”

Siapa juga yang akan melakukan itu di luar negeri? Nyari mampus aja. . . *rolling eyes*

  1.  Seberapa laid back nya kita

Seperti yang sudah saya posting di postingan ini, seseorang yang saya kenal yang berasal dari Canada sempat sangat heran akan lambatnya orang Indonesia dalam berjalan.

Saat melalui jembatan layang menuju ke stasiun busway, kami ratusan kali (di alaykan) hampir menginjak ujung dress panjang wanita yang ada di depan kami. Even sebenarnya kami sudah berjalan dengan sangat pelan (dalam sistem kami).

Selain dari cara berjalan yang lambat, laid back nya orang Indonesia menurut seorang youtubers yang saya kenal jelas terlihat dari kebiasaan kita tidur di mana-mana. Sebenarnya sih dia mengomentari seorang penjaga makam yang baru saja habis membersihkan makam dan sedang tertidur tepat di atas makan dan di sampingnya ada rantang makanan. Menurut dia itu aneh di mana orang yang seharusnya sedang bekerja malah tidur di tempat kerjaan. Hmm, , ,

Via Sizzerspedia

Ada juga teman saya yang dari Swedia mengomentari waktu kita untuk mengerjakan sesuatu.

Kata dia, orang barat mengerjakan pekerjaan A dalam waktu dua hari. Sedangkan orang Indonesia akan mengerjakannya dalam dua minggu.

Well, tidak memiliki bantahan untuk itu. Mungkin seperti kata teman youtuber saya yang di atas. Kebiasaan laid back orang Indonesia ini sedikit banyak di pengaruhi oleh iklim nya yang hangat dan memberi kesempatan untuk mengerjakan sesuatu dengan nyaman sepanjang tahun. Tidak seperti di negaranya yang kalau tidak di kerjakan sekarang, kamu harus mengerjakannya di musim dingin sambil membeku, dll.

MAYBE. . . alahualam ya^^

  1.  Seberapa banyaknya ‘pengunjung’ gereja di hari minggu

Via GPIBZebaoth

“This is serious?”

Kata seorang warga Skotlandia saat kami memasuki sayap bagian belakang Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Zebaoth Bogor suatu ketika.

Seluruh bangunan utama baik lantai satu, lantai dua, sayap kiri, sayap kanan bangunan utama sudah di penuhi oleh orang yang datang beribadah. Sehingga kami kebagian ruangan lain yang juga tidak kalah padatnya namun berada di belakang dan hanya bisa menyaksikan khotbah dari layar.

Dia memberitahu bahwa Skotlandia adalah salah satu negara dengan tingkat kekristenan tinggi namun ‘pengunjung’ gereja masih jauh lebih banyak dari ‘pengunjung’ gereja di Skotlandia.

“This amaze me how fully spirited you people for church.”

Dan saya juga tidak lupa menunjukkan seberapa crowded nya ‘pengunjung’ masjid di hari jumat.

  1.  Air mineral nya Indonesia

Yang berbicara tentang ini adalah orang Jerman dan Austria.

“I told him mineral water. Why he give me this?”

Si Jerman bermata hazel yang ada di depan saya berujar.

“What’s you mean? That’s mineral water.”

Kata saya.

Saya dapat melihat seberapa berputar nya otak dia di dalam kepala nya. Tapi saya diam saja dan berbalik menikmati makanan saya, dia juga.

Hampir satu tahun kemudian saya bertemu dengan seseorang asal Austria yang juga saya ceritakan di sini. Kejadian yang sama ter-ulang namun dia menjelaskan ternyata di Eropa yang namanya air mineral itu adalah sparkling water alias air soda.

  1.  Tingkat ‘pedas’ nya orang Indonesia 

“I like spicy food.”

Kata si Austria dan Australia (tidak bersamaan tapi kalimatnya kurang lebih sama).

Ok. Kata saya. Kuliner Indonesia memang rata-rata pedas.

Maka saya ajaklah si Austria ke Richeese Factory di BTM. Kita memesan spicy wings yang dengan dua paha extra plus paha level dua dan kentang goreng.

Gigitan pertama, saya melihat dahi nya berkerut. Gigitan ke dua SULA (sweat upper lip alert) nya mulai muncul. Gigitan ke tiga dia kemudian mengatakan. . .

“This is crazy.”

WHAT? You like spicy food.

Kata dia itu tidak spicy, tapi api! LMAO :p

Sedangkan si Australia saya bawa ke Mie Nampol . Dan apa coba reaksinya? Sama!

Woi! Baru juga level dua! Ha ha ha ha. . .

  1.  Gembel di Indonesia

Via Uniqpost

Ini cerita dari malam yang sama dengan malam yang saya ceritakan di sini.

Malam itu dia bercerita tentang seberapa kaget nya dia menyaksikan pengamen di jalan raya yang hampir sama banyaknya dengan jumlah kendaraan. Dia merasa sangat sedih melihat di sana di jam sekolah banyak anak-anak yang berkeliaran di jalan. Itu menandakan mereka tidak bersekolah.

Sama seperti teman youtuber saya yang saya bicarakan di point 3 di atas, NB juga merasa sangat sedih namun tidak mengerti apa yang harus di lakukan untuk itu.

Menurut saya yang harus di lakukan adalah berhenti mengasihani mereka dengan memberi uang sumbangan atau apapun itu supaya melatih mereka untuk bisa berusaha dengan jalan yang lebih baik misalnya bekerja apaaaa gitu atau bersekolah dulu yang tinggi supaya enak mencari pekerjaan.

Tapi kata NB, mereka itu kebetulan tidak beruntung seperti kita yang dapat sekolah tinggi dengan mudah. Ah, memikirkan itu saya jadi speechless dan semakin bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan.

  1.  Sistem harga

“For the first time I came here and go to supermarket, I almost scream looking at cheese’s price and compare it with cigarette’s.”

Dia memberitahu saya bahwa sistem harga di Kanada dan di Indonesia benar-benar sangat terbalik seperti langit dan bumi.

Ambil contoh harga makanan jadi maka di luar di Canada bisa jadi dua kali lebih mahal dari membuat makanan sendiri. Sedangkan di Indonesia, warung sangat murah dan harga sayuran dan daging beli sendiri malah mahal. Itu ajaib kata dia. Benar itu. Oleh karenanya saya lebih memilih langsung beli di warung saja daripada memasak. Padahal kan secara logika seharusnya masak sendiri lebih murah.

  1.  Korupsi di negeri ini

Aduh, mendengar ini rasanya ngilu. Kenyataan ini bule teman saya ini sadari di hari kedua dia tinggal di Indonesia. hari kedua!

Ceritanya dia nebeng naik mobil dengan teman Indonesia nya. Mereka dalam keadaan terburu-buru dan melanggar lalu lintas (melanggar apa saya juga tidak bertanya), si dia panic dong, memikirkan sudah melakukan pelanggaran di hari kedua tinggal. Eh, panic yang sungguh tidak berdasar karena temannya berhasil mengurus permasalahan dengan duit gambar pak Soekarno.

  1.  Underpass nya ramai sekali

Underpass yang di dekat Botani Square Bogor ya yang kita bicarakan.^^

Kan di situ memang ramai sekali dengan hiasan-hiasan seperti lukisan, foto, map, bunga, kertas, dan bahkan lampu-lampu berwarna warni pun di pasang di sana.

“Apakah underpass di Indonesia selalu seramai ini?”

Tanya dia.

Well, sejauh ini underpass yang saya lewati di Indonesia memang baru itu (?) so can’t say anything.

  1.  Sampah di mana-mana

Uduh, ini mah juga salah satu masalah yang bukan rahasia lagi. Indonesia, full of sampah yang entah dari mana datangnya. Silly! Tentu saja dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Jangankan bule yang terbiasa dengan sampah di pilah-pilih sebelum membuangnya (baca komentar bule tentang recycle di sini!), saya saja sering tercengang.

Rupanya orang Indonesia secara sadar atau tidak sering menjadi seperti di gambar ini.

1451195389946

Mari bersama menyadari arti gambar di bawah ini!

1451196314768

NOTE: Kedua gambar di atas di ambil dari LINE Prestigeholic

  1.  Keahlian kita mencampur makanan

Ini sih jangan di tanya. He he

Orang Indonesia mana ada menu makanannya yang flat tanpa proses pencampuran yang terdiri dari jutaan bahan pilihan nusantara.

Dua orang teman bule saya yang dari Swedia dan Austria sama-sama tercengang bagaimana satu mangkuk kecil (sayur asam) bisa memuat lebih dari lima sayuran di dalamnya. Satu piring (nasi timbel) bisa menyajikan beberapa menu di atasnya.

Via Resepnasional

Itulah uniknya makanan kami^^

  1.  Jam karet yang sangat lentur

Sudah karet, lentur lagi. Aduh, puyeng deh dengan jam yang jenis begini.

Nah, menurut salah satu teman bule saya yang dari Skotlandia (CM-bisa baca di sini), orang Indonesia itu kebanyakan memiliki jam yang jenis ini.

Saya sih sepenuhnya setuju dengan hal ini juga.

Entah bagaimana sama dengan pengalaman teman youtuber saya (yang saya bicarakan di point 3), saya sebenarnya masih sering kaget dengan seberapa lentur-nya jam karet orang Indonesia, khususnya yang di lakukan para kaum yang memakan bangku sekolah (baca= intelek). Contohnya dosen dan mahasiswa.

Banyak sekali mahasiswa (saya di semester 1&2 juga) yang bangun 10 menit sebelum masuk dan bersiap-siap dengan santai mengingat ada jatah 15 menit untuk terlambat. Dan dosen, yang entah bagaimana bisa terlambat setengah jam (yang kata dia kalau di luar negeri pasti kena tindak) dan dengan muka innocent langsung mengajar.

Hftbgtz!

  1.  Jalanan yang sangat brutal

Menurut dia ini 100 persen berkaitan dengan point 1 dan 2. Yeap definitely.

Kendaraan yang sebanyak semut dan penyeberang jalan yang tidak tahu aturan definitely menjadikan jalanan di negara ini sangat brutal. Dan Bogor, bukan hanya motor, tapi angkot juga full.

Klakson berbunyi nyaring hampir 24 jam menggila.

Kata dia, handal menyetir mobil di luar negeri akan menjadi tidak bisa menyetir di Indonesia. I can see why^^

  1.  Perjalanan sebuah hubungan

Menurut seorang teman yang berasal dari Australia, ia tidak habis pikir dengan seberapa cepat wanita Indonesia minta di kawinin. #gubrak

Well, ini tidak ada maksud rasis atau bagaimana tapi hanya meneruskan pendapat. Menurut dia sih itu khusus untuk wanita muslim. Sedangkan Chinese dan Kristen seperti saya cenderung di judge sticky dan arrogant. (what?)

Yeah I don’t know how dia dapat mengatakan hal itu khususnya di bagian arrogant. Sejak kapan? Perasaan kami juga friendly kok.

  1.  Pernikahan di jalan raya

Ceritanya kita berdua lagi jalan ke Sukabumi. Nah kata si supir kalau misalnya kita lurus lewat jalan utama melewati pasar kita bisa stuck di sana se-harian dan tidak sampai-sampai di tujuan. Akhirnya, kami di bawa melewati jalan perkampungan yang kecil rusak, dan begitulah and its not the point.

Yang menjadi sorotan di sini adalah warga kampung yang kami lewati lagi kondangan dan mendapat gelar Pernikahan di jalan raya dari teman bule saya yang berinisial RF (baca tentang RF di sini!^^). Lol

Aduh RF, RF. Daripada nyewa gedung atau taman atau villa atau apalah tempat favorite kalian untuk melangsungkan pernikahan, warga kampung mah lebih memilih yang free saja (memberi tenda menyeberang jalan raya).

  1.  Hebatnya warga Indonesia memprediksi isi dompet orang

Topic ini di angkat berdasarkan kasus diskriminasi harga yang banyak di alami oleh para foreigner (always sih lebih tepatnya).

Pernah suatu ketika kami membeli topi dari pinggir jalan. Harga yang di berikan sungguh gila dan tidak masuk akal akhirnya saya menawar. Si abang-abangnya masih saja tidak mau dan mengatakan “kan ada si mister juga tuh duitnya banyak.” #gubrak

Tau dari mana dia duitnya banyak? Ada penglihatan x-ray? Kalian pikir bule selalu kaya raya? Kehidupan di mana saja sama kok konsepnya. Semakin banyak penghasilan, semakin banyak juga pengeluaran. Mereka ini kebetulan saja nilai tukar nya lebih besar.

  1.  Nilai tukar

“Saya tidak bisa memikirkan seberapa kaya saya jika satu rupiah bisa di tukar balik dengan satu euro.”

Saya juga tidak Mas! Tidak ada yang bisa membayangkan nya. Kata dia pecahan kita masih sulit dia sesuaikan dengan pecahan yang biasa dia pegang. Kadang dia tersentak mendengar harga yang besarannya sudah puluhan ribu.

No worries, it’s the smallest things you should worry! Peluang terjadinya sangat kecil maybe nol.

  1.  Tingkat keahlian wanita Indonesia

Ini menakjubkan. Kata dia. Saya tanya apa. Dia bilang yang menakjubkan adalah fakta bahwa hampir semua orang Indonesia makan nasi setiap hari tapi hampir semua orang juga tidak mengerti caranya memasak nasi tanpa rice cooker.

Is it true? Definitely.

Well, itu hanya sebagian kecil kata dia. Yang lebih mengejutkan adalah fakta mayoritas orang Indonesia memiliki pembantu di rumah masing-masing dan hanya sekitar dua sampai tiga remaja yang bisa memasak ataupun mengerjakan sesuatu selain belajar.

  1.  Seberapa ramahnya orang Indonesia

Teman bule saya yang berasal dari Florida mengatakan bahwa jika kamu ingin bertanya arah di Amerika, sebaiknya tanyakan pada google map. Kenapa? Karena jawaban yang kamu dapat jika bertanya pada seseorang yang sedang berada di jalanan kebanyakan adalah “fuck up!”.

Via DizJoker

Sedangkan di Indonesia, kata dia, menjadi bule kesasar adalah hal yang fun. Bahkan tidak hanya menunjukkan jalan, pernah di perkampungan di daerah Kalimantan, orang asing yang ia temui di jalan mengajak nya makan ke rumah mereka. Itu ajaib menurut dia.

That us!^^

  1.  Kehebatan dalam men-judge

Hff, , , entahlah jika kehebatan adalah bahasa yang kurang pas untuk itu, maybe yang ini lebih cocok; kejamnya orang Indonesia dalam menjudge seseorang atau siapapun yang di lihat mereka.

Mungkin kalian bisa melihat bayangan tentang mengapa teman bule saya mengatakan itu jika melihat postingan ini. Saya seratus persen mendukung dan mengerti mengapa kita di cap sebagai bangsa yang tidak menghargai privasi dan suka ikut campur urusan orang lain.

Saya mulai curiga jangan-jangan mereka mendapatkan gaji tersembunyi dari hobby menjudge orang tersebut.

  1.  Kepo’nya Indonesia 

Via Webnanda

Hampir sejenis seperti point sebelumnya, hanya point yang ini menurut saya klasifikasi nya lebih ringan namun masih sama konsep yaitu suka ikut campur urusan orang lain yang istilah masa kini nya biasa kita kenal dengan: kepo.

Kepo yang bagaimana yang di maksud di sini?

Well, ada banyak cerita keluhan tentang kepo ini dan saya akan menceritakan yang paling gokil berasal dari mantan saya MJ (waktu itu masih pacar dan bisa di baca di sini) lol.

Dia tinggal di Depok Baru sedangkan saya di Bogor. Jika pada aturan kencan yang biasa kalian ketahui adalah pria mendatangi wanita, di dalam kisah kami malah sebaliknya. Kenapa? Karena tempat tinggal saya tidak menerima tamu pria, dan jika harus tinggal di hotel dengan biaya Rp. 1.200.000-an seperti yang saya ceritakan di atas setiap bertemu, maka dalam waktu beberapa bulan dia akan menjadi gembel dan di temukan di beberapa pertigaan jalan.

So anyway untuk datang ke Depok Baru saya menaiki commuter line Jabodetabek dan dia menjemput saya di stasiun (apartemennya ke stasiun sekitar satu kilometer).

Biasanya dia memang selalu standby di tempat penungguan setiap saya keluar dari kereta. Nah suatu ketika saya terlambat lumayan lama. Jadi dia juga menunggu lumayan lama juga sekitar 20 menitan lah.

“Tahu tidak sih? Selama aku menunggu kamu, bapak-bapak yang mengobrol denganku tadi sudah menanyakan setidaknya dua puluh pertanyaan yang sangat pribadi seperti ‘apakah saya sudah menikah’, ‘apa pekerjaan saya’, ‘apa hubungan saya dengan yang saya tunggu –kamu-‘, dll. Apakah orang Indonesia memang seperti itu?”

Saya melogo!

“Sewaktu saya tinggal di kampong –baca kampung- (sebuah rumah di perkampungan) di wal-awal saya datang dulu juga para tetangga selalu penasaran dengan ‘kemanakah saya akan pergi’, ‘siapa yang berjalan dengan saya kemarin malam’, ‘apakah saya betah di rumah’, dll.”

Aigoo. . . speechless juga sih dengan hal ini.

  1.  Suhu nya selalu ideal

18-31 derajat. Uh, , , asik! Paradise!

Itu menurut para bule di saat kita hampir gila mengeluh saat cuaca 31 derajat. Bagi mereka, cuaca tropis adalah cuaca dan suhu yang sungguh tidak ter-gantikan dengan uang atau apapun.

  1.  Jam operasi toko-toko di Indonesia

Well, secara umumnya jam operasi orang-orang Indonesia menurut dia.

Di negara asalnya Jerman, seluruh toko kecuali yang berada di stasiun utama (kereta api) ataupun bandara, semuanya tutup setelah jam lima sore ataupun hari minggu (tak terkecuali). Sedangkan di Indonesia dia menyaksikan bahwa warung-warung buka sampai tengah malam, tutup nyaris subuh dan buka lagi beberapa jam kemudian, itu amazing menurut dia biasa aja tuh di bagian namanya ya Mas, yang amazing?lol.

  1.  How many layers you have?

Pakaian kita para wanita Indonesia. lol

FYI: saya menerima pertanyaan ini dari semua bule yang saya kenal dan pernah saya izinkan membuka baju saya.

Actually its normal to have bra + kaos dalam + blouse + cardigan sekalipu berada di suhu kita yang hot. Iya enggak sih? Hi hi saya mah memang selalu memakai kaos dalam.

  1.  Penggunaan payung di Indonesia

Via Artblog

“Di luar hujan ya?”

“Enggak tuh. Gimana kamu bisa mikir di luar hujan?”

“Tuh pada pakai payung!”

Di Indonesia, penggunaan payung ada di dua situasi. Pertama di saat hujan, kedua di saat panas. Which is for bule, seems like odds.

  1.  Jumlah kantong plastik di Indonesia

Berapa? Ada yang pernah menghitung? Uhm, , , tidak? Baiklah, kalau begitu saya saja yang memberitahu. Jumlahnya adalah. . . BANYAK!

Saya sebenarnya kurang menyadari ini sebelum saya mengenal yang namanya bule. Tuh kan ada positif nya juga ternyata.

Semua bule kadang mengerutkan dahi menghadapi petugas kasir Indonesia yang memberikan kantung plastik saat mereka membeli se-botol air minum atau sebungkus roti. Yeah, menurut mereka tangan mereka cukup kok untuk memegang itu, atau tas mereka tanpa perlu plastik.

Memang sangat mencengangkan bagaimana orang Indonesia khususnya ibu-ibu selalu meminta “Lapis dong mas.” untuk kantong plastik dan nantinya membuang mereka sembarangan.

Hffbgtz! Untunglah belakangan ada diet kantong plastik sehingga kantong plastik berbayar di setiap minimarket dan supermarket. Di harapkan nantinya warung kecil juga ikut menyusul jejak itu.

  1.  Pakaian kita menurut mereka sering ‘aneh’

Kalau saya mah biasa saja berhubung melihat yang begitu-begitu seumur hidup -_-

Misalnya teman saya yang dari Ceko dan Ireland ter heran-heran dan mengomentari bagaimana bisa seorang ibu-ibu mengunjungi hutan wisata dengan gamis rumit plus sandal yang biasanya sering terlihat di pakai ke mall.

Atau teman saya yang dari Austria dan Amerika geleng-geleng kepala melihat orang Indonesia yang berenang dengan pakaian lengkap dan berat.

Hmm, , , no comment! Yang penting mereka enggak mengajakkan-ngajak saja dengan pakaian-pakaian seperti itu, saya sih oke!^^

  1.  Istri lebih dari satu di anggap normal

Via Stickergraphic

Well, sebenarnya ini ragu-ragu saya masukkan karena ini sunah rasul dalam Islam, bukan? I mean even that, tidak ada maksud apapun di balik ini hanya menyampaikan keheranan teman saya yang dari Belanda mengetahui bahwa istilah ‘istri muda’ di Indonesia adalah lumrah.

Hmm, , , whatever. Saya sih no!

  1.  Sistem dalam keluarga Idonesia

Ini juga tidak kalah mencengangkan bagi orang barat mengenai fakta bahwa anak-anak Indonesia jarang keluar dari rumah mereka kecuali mereka menikah. Sedangkan orang barat, setelah umurnya 16 pasti akan ngacir ke apartemen masing-masing.

Fakta bahwa orang tua menanggung banyak hal milik orang yang sudah lumayan dewasa di Indonesia juga mengejutkan mereka.

Well, di negara kalian ada pinjaman mahasiswa dan sebagainya, enak mencari pekerjaan paruh waktu juga. Di sini? Berr, sulit lah untuk di samakan.

Ok well, itu dia setidaknya 30 hal berbau Indonesia yang kadang-kadang membuat para bule geleng-geleng, takjub, tercengang karenanya.

Ada yang kurang? Tambahkan di kolom komentar!

Ciao^^

 

Advertisements

9 thoughts on “30 Point Tentang Indonesia yang Bikin Bule Tercengang

  1. anak pinter

    Dirumah ibunya gak bisa masak, jadi bilang beli makanan jadi lebih murah, padahal di rumahku tiap hari selalu ada makanan hasil masak buat 6 orang tapi keuangan hemat sekali jadinya

    Liked by 1 person

  2. salam kenal mbak vall..seneng banget baca tulisan ini karena kebetulan lagi deket sama orang Jerman tapi ya gitulah banyak perbedaan 😦 .meski belum mbaca semua tulisannya,ditunggu tulisan terbarunya ya mbaaak 😀

    Liked by 1 person

  3. Pingback: 4 Hal Yang Pernah Dipertanyakan Bule Tentang Gaya Hidup Orang Indonesia. Katanya, Keempat Hal Ini Sungguh Diluar Logika. – MEIN CATALOG

  4. Kamu pernah di tanyain gak, kenapa kita orang Indonesia pada tetep puasa walaupun lgi kerja berat? trus pas nyetir bawa anak kecil dianya ketiduran di motor tpi kita tetep terus aja nyetir, ga mikirin safety dll?

    wkwkw… asli semuanya dipertanyaakan hahah

    Like

    1. Heol bener. Tuh, kan ada yang ketinggalan!

      Puasa, tetep kerja, dan seluruh Indonesia ikut puasa sekalipun agama lain, PERNAH.

      Nyetir bawa anak kecil banyakan kayak tusuk sate, PERNAH.

      Guna helm menurut orang Indonesia, PERNAH.

      Tukang jual perabotan yang bawa perabotan pakai box lebih gede dari motornya, JUGA PERNAH. ha ha ha ha

      Oh God, lol. Semua dari A-Z Indonesia keknya adaaa aja yang bikin mereka takjub. Bisa jadi list tak berhingga nih. *rolling eyes*

      Keberatan kalau nanti aku tambahin ke atas komentarnya? *wink*

      Like

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s