6 Dasar Membangun Sebuah Hubungan Ideal

Via LastNightofFreedom

Yang saya maksud hubungan ideal adalah hubungan yang di mana pasangan tersebut bisa hidup berdampingan sampai uzur di dalam satu rumah dengan damai dan penuh tawa serta kebahagiaan tentunya.

Apakah saya adalah wanita tua yang sedang menggandeng pasangan saya menuju matahari terbenam (berpengalaman dalam urusan ini) ? TIDAK

Apakah saya sedang menempuh atau sudah berhasil meraih pendidikan di bidan psikologi atau sekolah yang mengkaji hubungan antara manusia ? TIDAK JUGA

Lalu bagaimana bisa saya dengan pede nya membuat postingan ini? Kebetulan saya suka membaca, sharing dengan orang-orang, dan kebetulan juga saya sangat murah hati dengan pengetahuan yang saya dapat tersebut. Yeah, so far that’s how I ended write this post.

Here we go. . .

  1. Hot Sex

Rasanya tidak terlalu berlebihan jika saya menempatkan HOT SEX di point utama mengingat jaman sekarang banyak sekali relationship yang di mulai dari sini alias dari One Night Stand.

Jika ingin tahu tentang  hubungan yang saya sebutkan di atas beserta aturan mainnya bisa di baca di sini!^^

Mungkin jarang di Indonesia, tapi, sebesar apa Indonesia sih saat kamu lihat di Globe?

Dan pula, sekali pun tidak di mulai dari sini, point ini masih sangat krusial dan penting.

Via AliveintheFire

Kita ambil saja tentang fenomena Istri Muda.

Coba tebak apa alasan fenomena ini muncul dan marak di masyarakat sekarang ini. Yeah, karena mereka tidak mendapatkan kepuasan di rumah.

Di sini saya bukan mengatakan bahwa jika tidak mendapatkan kepuasan di rumah maka sah-sah saja mencari istri muda atau mangkal ke warung jablay. Sama sekali tidak.

Di sini saya mengingatkan kita bahwa sesungguhnya sex sangat penting dalam mempertahankan keharmonisan sebuah hubungan. Cobalah terbuka dan berpikir tanpa prasangka!

  1. Love

Oke lah sebenarnya saya ingin menempatkan ini di point ketiga, tapi teman saya yang mere-cok saat saya menulis ini langsung cemberut karena saya hampir merusak teenage dream nya. Hi hi.

Nah, mungkin LOVE yang di sini adalah love=sayang ya.

Entahlah saya kurang mengerti mengenai jantung berdebar (baca apakah jantung berdebar merupakan cinta di sini!), keringat dingin, deg-deg-an dan sebagainya. Tapi yang saya bicarakan di sini adalah rasa ingin melindungi, membuat pasangan kita tersenyum, dll.

Tentu saja ini memiliki peran penting dalam sebuah hubungan. Ada yang tidak setuju?

  1. Fundamental Value

Yang di maksud dengan fundamental value di sini semacam kepercayaan atau pemahaman akan nilai dasar di dalam hidup.

Salah satu contohnya adalah agama.

Bayangkan jika saja kamu mendidik dan menanamkan A pada anakmu sedangkan suami kamu mendidik dan menanamkan B yang kebetulan tidak berjalan di jalan yang sama! Apa yang akan terjadi?

  1. Good Money

Kalau sedang jatuh cinta, pup kucing rasa keju, gubuk derita serasa hotel bintang lima.

Pernah dengar guyonan itu?

Via Carrrotsareorange

I tell you now, itu bisa jadi benar, tapi tidak akan bertahan lama. Thrill dari cinta yang menggebu-gebu yang menyulap pup kucing menjadi rasa keju itu, tidak akan bertahan jika perut kelaparan.

Sekalipun kalian dewa dan always check di semua point sebelumnya, tapi kalau kalian tidak memiliki point yang ini, saya tidak yakin dengan hubungan kalian.

Apakah saya terdengar sangat matre? Whatever berpendapat lah sesuka kamu!

  1. Share Interest

Tidak harus semua interest kamu share dengan si dia. I mean misalnya salah satu interest kamu adalah mengerik alis, kan tidak lucu kalau kamu memaksa dia juga tertarik untuk mengerik alis.

Setidaknya lah kalian memiliki satu persamaan dalam ketertarikan.

Via Techcrunch

Oke lah kalian memiliki 99 ketertarikan yang berbeda dan kalian menjalankannya masing-masing untuk 99 tersebut. Kalian masih bisa menutupi perbedaan ketertarikan tersebut dengan satu ketertarikan yang sama.

Misalkan hampir setiap akhir perkan dia main golf, atau tenis, atau apa lah, sedangkan kamu ke salon, ke mall, dll. Tapi paling tidak satu weekend yang kalian bisa habiskan bersama misalnya ke pantai dan berjalan di sana. Not karena satu di antara kalian ‘menemani’ saja, tapi karena kalian benar-benar sama-sama tertarik untuk berjalan menyusuri pantai.

  1. Mutual Friend

Bingung sebenarnya akan memasukkan ini atau tidak, tapi kata teman mending masukkan saja, dan dia mengancam akan mengakhiri persahabatan jika tidak di masukkan, akhirnya saya masukkan. Ha ha garing!

Yeah, menurut diskusi saya dan teman saya yang enggak jelas gaje ini, mutual friend  di butuhkan dalam membina sebuah hubungan.

Kan enggak lucu kalau suami kita membanting tas kerja melihat teman kita. Atau kita membakar dapur saat teman suami kita datang ke rumah.

Tentunya kita harus bisa berteman dengan teman pasangan kita, bukan?

Mungkin ada banyak hal yang perlu di tambahkan dan di miliki dalam sebuah hubungan, tapi menurut saya dan di ACC oleh beberapa orang yang saya tanya-tanya, sepertinya enam ini sudah cukup baik terlebih dahulu.

Setuju? Manga di like, share, reblog, atau di puji di kolom komentar. Tidak terima/tidak setuju? Bisa sampaikan alasan kamu di kolom komentar. Flat-speechless? Mari beralih ke archives barangkali postingan saya yang lain bisa membuat kamu berkata ‘bener juga’ atau bahkan melakukan dua opsi yang saya ajukan sebelum ini.

Terakhir, semoga kalian bisa sampai seperti di gambar di bawah ini:

Ciao, ittabwayo yeorobun. . .!^^

Advertisements

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s