12 Kondisi Dimana Kamu Harus Memutuskan Dia

Via Elite Daily

Well, I don’t know if harus adalah kata yang tepat karena di dunia ini sebenarnya semua itu relative dan fleksibel dan tidak ada yang harus.

Mungkin yang lebih tapat adalah ini dia kondisi dimana kamu bisa mulai memikirkan APA nanti akhirnya hubungan yang sedang kalian jalani ini.

No im not a love expert, really so tidak ada kewajiban kalian menuruti ini. Ini juga tidak sepenuhnya hasil pemikiran saya, ada beberapa yang bersumber dari Mamah, Tante, temen, yang tidak bergaransi.

Yakin masih ingin meneruskan ritual membaca nya? Ok, then!

1.Kalian mulai bermain detektif-detektif-an

Salah satu di antara kalian saja ada yang trust  nya rusak, hubungan kalian sebenarnya sudah masuk ke zona terancam.

I mean whats the point kalau kalian saling menginterogasi satu sama lain dengan ganas?

Relationship is about trust.

Saya pernah membaca sebuah quote somewhere outhere (maaf tidak bisa memasukkan sumber, but percayalah saya tidak meng-klaim itu kata-kata saya, itu tetap kata-kata kamu, oh pencetus tercinta^^)

  1. Kamu tidak bisa memaafkan dia

Atau bisa juga dia yang tidak bisa memaafkan kamu.

Pada titik ini sebenarnya hubungan kalian bisa di ibaratkan sebagai AIDS dan tahu apa yang menarik dari AIDS? Dia bisa menyebabkan kematian kapan saja. Well, untuk sebuah hubungan, instead mengatakan itu menarik, mungkin berbahaya adalah kata yang lebih tepat.

Saat dia tidak bisa memaafkan, maka seperti pada penderita AIDS, sebuah kesalahan kecil yang kamu lakukan bisa menyebabkan kematian fatal.

Let alone melukai tanganmu dengan pisau terinfeksi, hanya karena berjalan melewati tempat pembuangan sampah  saja bisa merenggut nyawamu.

Saya adalah satu dari daftar orang-orang yang sulit memaafkan. So, percakapan saya dan seseorang yang berlangsung hampir dua minggu yang lalu ini mungkin bisa menjadi contoh yang bagus.

Screenshot - 6_9_2016 , 8_10_15 PM

  1. Dia berselingkuh

Saya pikir semuanya sudah mengangguk mantap bahkan hanya dengan melihat judul, bukan?

Yeah, seperti lagu Taylor Swift, hater gonna hate hate hate hate, fakes gonna fake fake fake fake, dan tentu saja tinggal tambahkan cheater gonna cheat cheat cheat cheat. . .

Sifat penyelingkuh itu bawaan lahir. So, maaf-maaf saja.:)

But sebagai bahan evaluasi saat pasangan kamu berselingkuh, mungkin kamu harus mengunjungi postingan ini.

  1. Dia menyakiti raga kamu

Via jakarta.go.id

Maybe dia adalah mister setia, sangat mencitai kamu, dan sebagainya, tapi suatu ketika dia marah, dia tidak bisa menahan emosi dan kadang bermain dengan kekerasan? Get out from that relationship!

FYI lagi: sifat ringan tangan JUGA bawaan lahir. So, menurut saya sih RELAKAN! YOU NOT WORH IT!

Kalau kalian mengalami kesulitan untuk menghadapi orang dengan kriteria tersebut, tolong langsung telepon 112 atau 119 yang sekarang sudah bekerja sama dengan pihak perlindungan perempuan.

  1. Tingkat ketertarikan kurang dari 50%

Mungkin yang ini berlaku jika kalian tinggal dengan jarak yang lumayan.

Teman: Val, gimana, masih sama Collin?

Vallen: Tau nih, masih sih. Tapi pengin udahan deh rasanya.

Teman: Why? You people looks good together. I mean gimana sih kok kamu enggak berterimakasih punya cowok tinggi putih mancung modis bule lagi.

Vallen: Well, ambil aja kalau mau!

Teman: Sombong.

Vallen: Bukan begitu. Tapi masalahnya kalau aku pacaran sama dia cuman buat nyenengin kalian, buat tampil keren dan kece ngegandeng bule, buat apa? Dan lagi, terlalu mahal dia mendatangi aku dengan tiket seribu dollar hanya untuk menjadi pajangan agar aku terlihat kece.

  1. Dia melakukan penghinaan secara verbal

Ini gaswat. Tidak memukul, menampar, menendang, mencekik, membakar kamu, tapi dia menyembur berbagai kata kasar dan tidak pantas ke kamu.

You SHOULD dump him NOW. Now!!!

  1. He still a bartender

Perlu di garis bawahi, saya memasukan kata STILL di sana. Ok? Itu artinya dia masih jalan di tempat untuk waktu yang lama. Alian tidak maju-maju bergantung waktu.

Lets megambil contoh dia adalah seorang bartender seperti di film What’s Your Number.

Sepuluh tahun yang lalu kamu bertemu dia, pacaran, dia adalah seorang bartender. Ok, well, fine. Why not? Its not that bad.

But somehow kalian putus.

Sekarang setelah sepuluh tahun, tiba-tiba kalian teringat dia dan somehow mencari dia di Google, Facebook, Instagram, dll. Turn out that he STILL a bartender, no!!! Turn your back on!

Seperti yang saya katakan di postingan ini, money adalah salah satu factor penentu di dalam sebuah hubungan.

Oh come on, yang mengatakan ini matre saya tantang makan cinta saja dan kalau tidak di kubur dalam dua minggu, saya tidak akan berbicara seumur hidup saya lagi.

  1. Orang tua kamu tidak merestui

Seperti yang saya katakan di postingan ini, orang tua dari hari ke hari melakukan segala hal untuk memproteksi kita dan membuat kita bahagia. SEGALA HAL.

Mereka basis nya memiliki instinct untuk melindungi kita. Instinct itu akan berbunyi nyaring saat ada tanda bahaya mendekat: termasuk pasangan tidak sesuai.

Ok, lets say instinct orang tua kamu kebetulan tidak terlalu bagus, dan kamu sudah menerima sertifikat dari badan pengetes kebenaran  bahwa orang tua kamu adalah salah, kamu still tidak akan bahagia menentang perkataan mereka.

Kenapa? Karena kamu dan mereka (orang tua kamu) adalah satu tubuh pada konsepnya. Ibaratkan mereka adalah kaki, dan kamu adalah kepala, apakah kamu pikir kepala rasanya sangat nyaman dan bisa mengorok ria saat kaki kesakitan? Jadi saat mereka tersakiti (karena kamu tidak mendengarkan mereka), kamu juga akan tersakiti.

  1. Dia menggunakan narkoba/pernah

Maaf pada pengguna narkoba, tapi saya harus men-share kisah ini. . .

Narkoba, bisa merusak bukan hanya hidup kamu, tapi juga pasangan kamu dan keluarga kamu.

Saya memiliki seorang sepupu yang lebih tua dari saya, dan kebetulan pernah memakai narkoba.

Ceritanya setelah lulus kuliah dia bertobat berhenti memakai barang tersebut dan menikah. Mereka berbahagia, sampai dengan memiliki anak perempuan yang cantik. Perfect.

Suatu ketika mereka memiliki masalah kecil yang membuat sepupu saya ini agak stress, yang kemudian membawa dia ke obat-obatan itu lagi.

Singkat cerita, dia sulit berhenti kali ini dan sampai beberapa tahun yang lalu dia kemudian meninggal dunia karena OD.

Ingin tahu bagaimana anak dan istrinya setelah di tinggal? Struggling all over!

Kenapa saya mengatakan yang pernah  pun berbahaya, karena sebenarnya di dalam tubuhnya setelah rehabilitasi pun masih tersisa candu yang sangat mudah memanggil lagi. Itu komentar dokter Wayan, dokter Papah saya.

So, pikirkan baik-baik sebelum salah melangkah lebih baik mencari aman, bukan?

  1. Tuhanmu dan Tuhanku basically sama, mari berteman

Itu kalimat yang sering di ucapkan oleh orang beda agama yang bertemu.

Well, konsep itu berlaku dan baik-baik saja totally fine saat konsepnya adalah pertemanan sampai dengan berpacaran. Tapi sampai dengan pernikahan?

Menurut Tante saya yang memiliki pengalaman di bidang ini. SANGAT SULIT.

Sewaktu itu kasus perceraian Jamal Mirdad dan istrinya sedang booming dan apa komentar Tante saya. . .

“Saya takjub mereka bisa menjalankannya sejauh ini.”

Saya mengerutkan dahi tidak mengerti. Saya mengatakan bahwa pasangan tersebut sangat happy dan hidup berdampingan dengan perbedaan mereka, mereka fine.

Lalu Tante menceritakan pengalaman dia di balik FINE yang di lihat oleh semua orang tersebut.

“Tante dan Om kamu ini dulu hanya beda Kristen Protestan dan Kristen Katolik saja, lho. Masih sama-sama Kristen.” Beliau menekankan.

Tante menceritakan itu sangat sulit saat akan berangkan beribadah. Orang-orang pengantin baru lain beribadah berangkat bersama dengan pasangan masing-masing. Tante saya? Ya sendiri lah wong suami nya ke gereja Katolik.

Lalu kemudian di sangka dengan berjalannya waktu itu akan menjadi mudah, lahrilah anak dari hubungan mereka.

Kebetulan tante saya adalah seorang janda yang membawa anak ke dalam pernikahannya waktu itu.

Jadi katanya saat Ina (nama sepupu saya) lahir, yang seorang perempuan dan menurut perjanjian perempuan akan mengikuti Papahnya, muncul dilemma sangat besar.

Bagaimana perasaan Kasud (kakak Ina, anak pertama Tante saya) melihat Ina di bawa ke gereja Katolik oleh Papahnya sedangkan dia tidak. Mungkin si Kasud akan berpikir “Oh, apakah karena saya bukan anak kandung Papa?” seperti itu. Itu, kata Tante, sangat sulit. Berakhirlah Ina di baptis Protestan juga. But itu membuat Tante menjadi pelanggar perjanjian dan itu salah satu sumber yang pertengkaran mereka.

Untuk kasus Tante saya, Om akhrinya menemukan iman nya dan berpindah ke Protestan, luckily. . . Tante menyandang nama Friadi di belakang namanya sampai Om saya meninggal sekitar lima tahun yang lalu.

Tapi, apakah kamu yakin cerita kamu akan berakhir seperti Tante saya?

Mungkin untuk kaitan dengan bule kamu juga bisa menjadikan chat-an di bawah ini sebagai referensi. . .

  1. Menghambat perkembanganmu

Jika pacar kamu sekarang adalah orang yang menghambat kamu untuk bertumbuh, daeng (menyilangkan tangan di depan dada), Putuskan!

Life is about bertumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik. So, jika dia sama halnya seperti tembok yang menghalangi matahari untuk membuatmu bertumbuh, adakah kata lain yang lebih pantas selain kata PUTUS?

  1. Dia ternyata. . . DE

Uhm, maaf kata, tidak bermaksud untuk mengkampanyekan “mari tinggalkan kaum DE menjomblo seumur hidup” but demi kebaikan bersama di akhirnya nanti, saya terpaksa mengatakan ini.

Ok, well, satu bocoran lagi bahwa selain money, untuk membuah sebuah hubungan berhasil, Vallendri mengasumsikan pasangan tersebut butuh SEX yang HOT.

Apakah bersama dengan seorang pria yang yang sudah lemas sebelum game di mulai bisa mendapatkan sex yang hot? Tentu saja sulit.

Anyway. . . sejauh ini itu adalah beberapa alasan untuk memutuskan seseorang yang bisa saya pikirkan.

Mungkin kamu memikirkan hal yang berbeda? Mungkin kamu berpikir yang saya sampaikan di atas ada yang aneh dan tidak dapat di terima?

Apapun, I want to know. So, jangan ada hesitate untuk leave something on comments section down bellow. Ok?

Ah, kalau merasa yang saya katakan adalah hal brilian dan fantastically true, kamu boleh share ataupun reblog kok, *wink* FREE!

Mohon maaf jika ada yang kurang sopan dan salah kata, see you next time. . . xoxoxo ^^

Advertisements

2 thoughts on “12 Kondisi Dimana Kamu Harus Memutuskan Dia

  1. menurut pengalaman saya seandainya beda keyakinan sebaiknya dari awal akan memulai hubungan sebaiknya langsung dibicarakan aja, dari pda udah terlanjur pacaran ujung2nya tetap terbentur dgn masalah yang sama

    Like

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s