Negara ‘BULE’ Recomended Di Dating Site

Screenshot - 6_16_2016 , 6_59_39 AM

Barusan sewaktu saya akan membuat postingan tentang ‘seberapa mudahnya saya melupakan nama orang’ yang juga akan saya post soon, saya terkejut melihat ternyata jumlah draft yang sedang setengah jadi ada. . . . 31. . . . terbilang tiga puluh satu!

Yeah. Gelo kan? Val, Val, jangan cuman kebanyakan niat doang. Di kerjain! *nyengir bego*

I don’t know. Mostly itu karena saya dapat ide nya di malam hari, lalu sudah terlalu mengantuk untuk melanjutkan. Kadang juga memang karena sudah kehabisan ide dan tidak tahu lagi harus menulis apa. Ya, berbagai macam alasan lah! Bikin alasan kan memang hobi saya^^

Anyway, satu di antara ‘utang’ saya itu ternyata mengangkat judul Negara ‘BULE’ Recomended Di Dating Site. Seketika saya ingat pada hari di mana saya mengambil screenshoot di atas. Saya ingat bahwa ternyata banyak yang masuk kemari tanpa mendapatkan apa yang mereka mau. Oleh karena itu, sekarang lah saya bermaksud untuk membayar ‘utang’ tersebut.

Negara recomended untuk mencari bule di dating site sih menurut aku bisa di bagi-bagi berdasarkan tujuan ‘mencari’ itu sebenarnya apa.

Readers: Apaan sih Val, tujuan nyari bule mah udah pasti mau nikah.

Vallen: Hey! Belum tentu! Memang nya dunia hanya sebatas pernikahan doang?

Ok, whatever, yang pasti di sini saya membagi nya menjadi beberapa tujuan:

1. Menikah (Cari Jodoh)

Spesial mengingat seberapa ‘ngotot’ kamu mengatakan bahwa ini adalah tujuannya, so jadilah saya letakkan di point pertama.

Berdasarkan riset abal-abal saya selama puluhan tahun ini, saya berhasil menyimpulkan bahwa jika kamu membawa tujuan pernikahan di dalam pencarian kamu, maka pertama kamu harus mengurangi ‘harapan’ pada bule-bule expatriat khususnya yang berada di luar negara kamu.

Misalnya saja kita ambil saja kamu di sini adalah ‘si gadis Indonesia’, sedangkan si dia adalah bule kebangsaan Jerman yang kebetulan tinggal di Filipina.

Girls, serahkan saja dia pada gadis-gadis Pinoy. Harapan hidup berhasil kamu dengan si dia di sini bisa saya katakan secara gamblang: mendekati NOL.

Menurut curhatan beberapa bule expatriat yang saya kenal, mereka cenderung tidak membutuhkan situasi yang ‘sudah di perantauan, LDR pula!’.

So, instead, saya pikir lebih baik kalian fokus pada para bule yang tinggalnya di sekitar dengkul kalian, ATAU, yang sekalian saja dia yang tinggal di negara nya.

Untuk negara recomended sekali lagi garis bawahi menurut saya, banyak yang serius itu khususnya di Asian Dating, berasal dari Austria, Jerman, Irlandia, Finlandia, UK, dan Ceko.

Entah lah, saya banyak bertemu dengan pria-pria bule yang menurut saya ‘masuk dalam daftar’ serius itu dari negara-negara tersebut. I know, my boyfriend is from Canada, and the fact that I’m not put Canada on it, is kind of weird. But saya tidak bisa memasukkan Kanada seenaknya hanya karena pacar saya dari sana sedangkan fakta nya saya hanya bertemu dia satu-satunya yang serius dari Kanada (dan itu pun kami bertemu sewaktu dia masih di Indonesia *rolling eyes*).

2. Sex

What? Kenapa jadi melihat ke arah saya dengan mata seperti itu? Some people DID want to meet some bules just for sex! The fact is, she just not from your world, so you have no idea they even exist.

Well, saat kamu ‘mencari’ hanya untuk tujuan sex, maka hanya ada satu pilihan: negara terdekat. Atau, dalam hal ini secara khususnya yaitu: negara tempat kamu tinggal.

Bagaimana mau mewujudkan tujuan jika kalian tinggal dalam jarak satu tahun cahaya? Yang ada malah merana LDR seperti saya!

3. Melatih Bahasa Inggris

Teman saya Annisa sih jauh-jauh datang ke dating site dan berburu bule ternyata hanya untuk ini pemirsa! Kamu juga? *terkejut*

Uhm, menurut saya sih negara rekomendasi adalah UK, Irlandia, Skotlandia, Wales, yang begitu-begitu soalnya bahasa Inggris mereka adalah bahasa Inggris terkeren menurut saya. Dan, Australia juga sama. Mereka punya semacam aksen yang seksi dan bahasa yang lebih ‘proper’ *mengucapkan dengan gaya Harry Potter*

Bisa juga Amerika atau Kanada jika kamu berminat pada bahasa Inggris yang lebih santai dan bebas efek ‘keselek biji mangga’ khas British dan Aussie.

Tapi fakta nya, untuk urusan ini, yang paling meladeni adalah para ‘chaiya-chaiya’ alias India dan negara sekitarnya sampai ke Timur Tengah. Yang saya rekomendasi kan di atas kebanyakan tidak merespon. Tapi kalau India dan Timur Tengah, beuh! Ajib! Walau kadang seperti yang saya lihat dari chat si Annisa, banyak juga yang hanya copy paste google terjemahan. Tapi setidaknya bisa nambah vocab kan?^^

4. Money

Maybe not for us, but some people can be need this kategori.

Untuk tawaran yang seperti ini (kalau ke saya) sih biasanya berasal dari daerah Timur Tengah khususnya Arab, dan kemudian Australia. MasyaAllah selalu ada setiap hari pemberitahuan si ini usia ini memberikan ‘interest’ ke kamu paling tidak. Ada yang gila juga mengirim pesan tawaran yang beh.

5. Jaringan

Yang saya maksud dengan jaringan di sini adalah ‘networking’. Apaan sih? Itu mah translate doang! Ha ha ha ha

Sori bercanda. Jaringan yang saya maksud di sini adalah kamu yang mencari bule untuk siapa tahu dia bisa memberi kamu pekerjaan atau setidaknya memberi info tentang pekerjaan yang kamu mimpi kan atau bahkan pekerjaan yang suck but you needed that for living.

Menurut hemat saya, negara yang friendly pada pekerja asing salah beberapa di antaranya adalah: Kanada, Rusia, Jerman, dan Australia. Yang saya maksud dengan friendly di sini juga hanya bagi kamu yang memiliki kualifikasi bagus. Jangan berpikir mereka friendly pada lulusan SMP yang membaca saja susah. ‘Kami sudah punya tons of that craps’ Kata NB sambil memutar mata.

Ok, so, saya harap dengan di terbitkan nya artikel ini, maka utang saya pada para pencari yang secara tidak sengaja masuk ke sini dengan kata kunci judul di atas bisa puas.

Ada tambahan atau pendapat berbeda? Saya mau tahu, silakan tulis di kolom kometar!^^

Advertisements

12 thoughts on “Negara ‘BULE’ Recomended Di Dating Site

  1. Indah

    Hehehe…..
    Menarik….
    Saya bertemu dengan orang dari USA,Srilangka,Kerala,Abudhabi dan Pakistan.
    Mereka unik dengan budaya masing masing…
    Dan saya sekarang ldr dengan yang abudhabi dengan selisih usia 15 th mudaan dia(gilaaaaaa)
    But i want to know,Val tahu tidak ciri orang timur tengah yang serius atau tidak ?
    #mencoba menggunakan logika#

    Like

    1. Hallo Indah. Thanks udah berkunjung. Pertama saya ucapkan selamat dan good luck ya buat hubungan kalian. . .

      Sedangkan untuk pendapat saya mengenai ciri-ciri orang Timur Tengah yang serius atau tidak, agaknya suah untuk di buktikan dalam waktu dekat sih ya. Soalnya mayoritas mereka itu emang sweet di mulut dan sweet di janji tapi sebenernya banyak yang scam dan cuman pengen hubungan di internet doang. Tapi bukan berarti semua mua orang Timur Tengah begitu. Ada juga yang curhat ke saya yang berhasil sama orang Timteng nya. Saran saya ke dia waktu itu (yang dia jalankan sampe berhasil) adalah; “Jalani dengan santai dulu seperti biasa, tapi no feeling attached sampe dia bener-bener dateng ke Indo buat lamar. Intinya susah membedakan sih orang Timteng yang serius atau enggak soalnya kriteria nya mirip. Cuman kan berjaga perasaan di awal lebih baik kan^^

      Good luck

      Like

  2. Alia

    Hey Val, ga sengaja nih masuk ke blog kamu, dari kepo tentang 1 hal jadi baca artikel km hampir 2jam hehehe :p (pas jam kerja pula)

    BTW keren2 n ringan2 bgt tulisan km nih.

    Pengen bgt nikah sm bule…Tapi mostly mereka tuh ngajakinnya nge SEX duluan.
    Nah untuk urusan ini aq sih agak keberatan kalo baru ketemu udah ‘minta’.

    Untuk ngebedain Bule yang emang cuma pengen have fun, fuck buddy, atau ONS dengan Bule yang emang pengen punya relationship gitu gimana sih?
    kasih Tipsnya dunk, Please…..

    Thx a lot ya Val 🙂

    Like

    1. Hey Alia makasih banget aku jadi terharu banget.

      Sorry lama balesnya ya. Baru ke blog lagi soalnya. Mayan (sok) sibuk belakangan ini. Ha ha

      Emang sih aku tau pengalaman kamu itu, aku juga ngalamin.

      Kalo untuk ngebedain niat-niat mereka itu, kayaknya gampang banget deh. Pada langsung ngomong di awal kan sama niatnya. I mean bule sedikit lebih sederhana. Nggak ada basa basi lama tingkat super dulu sebelum nunjukin niat asli. Kalau nggak salah aku udah ada bikin tips nya deh di ini blog. Coba cari lewat pencarian. He he

      Like

    1. Hey Jun, salam kenal :”)

      Kalo dia serius ngajak nikah, serius nikahin (nggak cuman ngajak), serius sayang, dan kemudian niatnya tinggal di negara mereka, “ribet izin tinggal” mah nggak bakalan kerasa sebagai masalah.

      Banyak kok yang ampe tahunan ngurus izin tinggal doang.

      Like

  3. Kalo yang dari negara chaiya-chaiya itu Vall, aku punya pengalaman nih… berdasarkan pengalaman aku melatih bahasa INggris dan selalu di ‘respon’ sama The Chaiya-chaiya itu, rata-rata mereka itu apda agresif deh, aku niatnya cuma sebatas betis eh mereka malah ngobrol terus sampe sebatas pangkal paha, tuh gmana tuh yaa wkwkwk

    Kalo mereka-mereka yang dari Aussi, dan beberapa dari negara Eropa, menurut pengalamanku mereka cenderung pilih-pilih, kalo bahasa Inggris si anu masih dalam level memprihatinkan biasanya gak diladenin sekalian.. whahha

    Tapi kalo bahasa Inggris si anu udah nyampe level masuk akal, yaah itu biasanya kamu direspon sampe mereka baper sendiri karena karena keseringan kontekan wkwkw

    Liked by 1 person

      1. Ratu

        Hi.. sangat bermanfaat sekali artikelny.
        Bf km dr Jerman? Km kenal lewat dating site juga kah?
        Kl di asian dating itu emang harus bayar dulu ya?
        Kl menghdapi bule cuek itu gmn? Lg pdkt tp bulenya cuek..apa emang bule itu cuek?? Dari USA
        Mhn d jawab ya.. makasih

        Like

      2. Dulu aku pernah punya PDKT dari Jerman. Kalo BF (mantan ) sih bukan Jerman, tapi Austria.

        Dan mengenai bule yang cuek, ya bule kan tipe nya beda banget sama kita yang biasa basa basi selangit. Menurutku selama cuek nya nggak sampe “mengabaikan”, untuk bule nggak bisa di bilang cuek. Perlu di catet, sama bule akan sulit mendapat yang pagi-pagi wa buat sekadar bilang “Met pagi” dan malem wa lagi buat bilang “Met malam”. Sehari/dua hari sekali dia ceritain hari-hari nya sih menurutku udah nggak cuek kok. He he

        Like

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s