Sudah Cocok Kan? Aku Gendutan Enggak Sih? Pas, kan?

https://i1.wp.com/cdn.morguefile.com/imageData/public/files/s/Sergey81/02/l/14547733988oqbp.jpg

Sakit enggak sih pas ngeliatnya? Via Morguefile

Beberapa waktu yang lalu (2015) saya dan fuck buddy saya sama-sama merasa bahwa kecocokan di antara kami bisa jadi berpeluang ke arah yang lebih serius sampai-sampai dia ingin saya pindah ke rumah dia. Lucu nya entah ide siapa sih, saya lupa, kita memutuskan untuk melakukan pengenalan mendasar dengan menuliskan ‘hal-hal yang kita suka dan tidak suka plus kebiasaan kita’ lalu menyerahkan ke satu sama lain.

Di salah satu ‘kebiasaan saya’, saya menulis bahwa: Sebelum keluar rumah, saya akan bertanya “Sudah cocok, kan? Pas kan semuanya? Cantik kan?” beberapa kali bisa jadi 1) Setelah keluar dari kamar mandi selesai berdandan, 2) Sebelum keluar kamar, 3) Sebelum keluar pintu rumah, 4) Sebelum menutup pintu mobil. . . dll. Ha ha ha ha

Dahi nya berkerut membaca itu. Kemudian dia berkata seperti ini:

Apakah kamu akan mendengarkan pendapat saya? Saya memiliki seorang mantan yang melakukan hal yang sama, tapi apa pun yang saya katakan, apa pun pendapat saya, dia akan mengibaskan tangan dan mengatakan “Benarkah? Terima kasih” jika itu positif, dan “Sudahlah, sudah tidak ada waktu lagi.” jika negatif. Intinya, pendapat saya ataupun jawaban pertanyaan saya itu sama sekali tidak mempengaruhi dia.

Hm, waktu itu saya menjawab bahwa saya adalah tipe yang ‘mendengarkan pendapat dia’.

Ha ha bohong banget. Enggak bohong sih sebenarnya, saya benar-benar berpikir bahwa saya adalah tipe yang seperti itu waktu itu.

Nah, belakangan saya menyadari bahwa saya ternyata: tipe mantan nya itu juga! :p Untung kami tidak berhasil dalam masa penjaja-kan itu dan dia tidak berhasil menemukan kebohongan tidak di sengaja saya.

Lalu pertanyaannya, untuk apa kami giat bertanya? Untuk apa kami giat meminta pendapat? Iseng? Hobi? Bawaan lahir? Takdir?

Lama, saya tidak mendapatkan jawaban untuk pertanyaan itu. Lama saya juga terus menanyakan itu untuk diri saya sendiri. Baru tadi pagi dapat jawabannya. *nyengir*

Bagi saya, pertanyaan itu memiliki niat terselubung yaitu untuk: MEMINTA DUKUNGAN. Entah bagaimana, percaya diri saya (yang sudah tinggi ini) akan menjadi tumbuh berkali-kali lipat saat jawaban pertanyaan saya itu positif. Dan saat jawabannya negatif saya juga hanya akan. . . sudahlah bodo amat yang penting saya percaya diri. Ha ha

Lalu apa intinya? Apa yang harus di jawab saat gadis seperti saya ini menanyakan pertanyaan tersebut?

YA PUJI DAN APRESIASI KAN SAJA!!!

Begitu saja kok bingung! Tuh, para pembaca saja tahu tanpa harus membuat capslock saya jebol. Hi hi^^

Anyway, itu pendapat saya, kalau pendapat kamu? Sok masukkan di kolom komentar jika ternyata berbeda. Sok like jika benar-benar sama. Sok di share kalau memang kepengen share. Di kutip juga mangga yang penting sertakan saya sebagai sumbernya. Sok lah di apaken wae! :p

Uhm, habis itu jangan langsung pergi, main-main dulu ke arsip, lalu kalau misalnya betah dan pengin menetap, sok subscribe via email!

Ciao:)

Advertisements

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s