(Cer-bung) One Night Stand: Chapter 1

Gambar sedekah dari Pao Pao Oppa.. sumbernya dari sini.

“Pengacara seksi (34D dengan bokong sebelas-dua belas Nicky Minaj) yang mencari seorang pria (atau lebih) untuk hubungan one night stand, fuck buddy (maksimal friend with benefit). #panjang minimal 17 cm dengan diameter sebesar-besarnya. Dan pastinya harus tahan lama. Yang suka makan terong, GO AWAY!”

“Oh My God.”

Keduanya, Lusi dan Kinar berujar setelah membaca kolom ‘Lain-lain’ di form dating site yang ingin di ikuti Lusi, namun dengan nada dan ekspresi berbeda.

Lusi penuh semangat dan full charge untuk menekan tombol Submit, sedangkan Kinar terbelalak ngeri seakan yang berada di layar adalah ribuan laba-laba raksasa. “Gila.” Gumam Kinar sambil mengeleng.

“Kenapa? Tidak akan melanggar hukum kan, menulis 34D walaupun ukuranku hanya 34C.” Lusi benar-benar telah menekan tombol Submit.

“Kau bermasalah.” Kinar meringis melihat tulisan “Selamat datang di Asian Dating!”

Lusi memucat dan bergidik ngeri, “Belum tentu mereka kenal Nicky Minaj. Seharusnya aku mendeskripsikan dalam Inci atau Centi. Tak ada yang menyukai wanita berbody V, terkesan sangat Manish. Aku harus mengubahnya, atau tak akan ada yang menelpon.” Cerocos Lusi yang tak sempat memperhatikan bola mata Kinar nyaris melompat keluar.

“Kau pikir itu yang membuat aku mengatakan kau bermasalah?” nada Kinar penuh ketakjuban akan cara berpikir Lusi. Kadang Kinar berpikir bahwa Lusi berasal dari dimensi yang berbeda atau paling tidak negara berbeda. Akan sangat sulit mencari wanita Indonesia yang menginginkan hubungan friend with benefit, fuck buddy apalagi one night stand. Mungkin bahkan tidak untuk satu dari seratus.

“Apa? Ada masalah lain lagi?” kali ini Kinar sempat khawatir Lusi akan pingsan. Ia tidak bisa lebih pucat dari itu lagi. “Apakah foto ku kurang seksi? Haruskah aku memasang yang berbikini dibandingkan dengan tanktop? Atau…”

“Stop….” Sela Kinar tidak tahan. “Yang ku maksudkan dengan kau bermasalah adalah bagaimana mungkin kau menuliskannya seperti itu?”

“Seperti apa?” Tanya Lusi seperti orang bodoh.

“One night stand, 34D, dan kau bahkan menuliskan diameter.” Kinar menghembuskan nafas frustasi. “Orang-orang akan menganggapmu wanita bebas.”

Lusi berdiri, “I am.” Ia merentangkan tangan kemudian mengangkat bahu. “Seksi, free, and single. YOLO!”

“Now what the hell is YOLO mean?” Kinar kadang benar-benar sulit berkomunikasi dengan Lusi.

“You Only Life Once!” Ia meraih bungkus corn chip yang ada di meja, memasukan isinya ke mulut, dan nyaris tersedak melihat ikon bergambar amplop di pojok layar komputernya terus berkedip dan angka di sana terus membesar.

Mengklik di ikon amplop tersebut, sederetan username muncul di layar.

markspencer, 32 y o, Florida

arnout343, 30 y o, Houten

hansenfitzgerald, 26 y o, Dallas

benbigcock, 33 y o, New York

jim_allan, 26 y o, Houten

Lusi mengembuskan nafas berat melihat bahkan setelah bosan menggulirkan mouse ke bawah, yang ia temukan adalah bule-bule seksi namun sayangnya berada di belahan dunia lain.

Ia login ke dating site itu bukan untuk mencari sahabat pena atau chatt sex ala Omegle. Pun ada yang dari Indonesia, malah yang alay-ieuw dan bikin muntah.

Contohnya;

davidblackstone, 24 y o, Bandung

“leh knl? Q David from Bdg. Qm Lusia from Jkt kn?”

God, bagaimana ada orang yang bisa mengirimi di apesan dengan Q and QM? Ieuw!!

ahmadgaul, 18 y o, Jakarta

“K4l0 l0 b3n3r-b3n3r bu7uh t3m3n n93nt0t, 4dd p1n bb 9u3: 27771c84.”

What? Berondong sih Lusi nggak nolak, tapi berondong alay ini? Big No!

Dia bahkan tidak memiliki nyali untuk membaca pesan-pesan alay lain. Memang tak ada harapan dari pria Indonesia normal. Mereka cenderung mencari yang “Pengacara, berpenampilan tertutup, perawan yang sedang mencari suami.” dimana merupakan kebalikan dari dirinya. Lusi tahu itu dengan jelas. Ia tidak  berpenampilan tertutup, tidak perawan, dan juga sangat jauh dari ide mencari suami.

Ia nyaris putus asa dan log out, namun tiba-tiba matanya menangkap gundukan emas.

samflynn, 30 y o, Jakarta

“Hi, its looks like we seek for same things. So let’s hook up!”

Sesuatu seperti sekelompok capung berjibun di perut Lusi saat ia membaca kata yang di tulis miring. Secepat kilat jarinya mengklik mouse tepat di username, seorang pria bermata biru tajam, dengan dagu sedikit meremang tanda belum bercukur dalam beberapa hari, memakai kaos putih dengan rambut dirty blonde acak-acakan dan berpose di atas sepeda ontel.

Ohhoh,,, kalau matanya masih bersertifikat baik, berarti tebakannya akan benar, bahwa di balik kaos putih itu tersembunyi dada yang menakjubkan seperti papan pencucian. Sayang fotonya hanya seperut, jadi pengamatan ke pinggul belum bisa di lakukan sekarang.

“Lus. Lihat.” Jeritan Kinar membuyarkan lamunan Lusi yang secara konsep akan semakin liar.

“What?” ia melihat tangan dan tatapan ngeri Kinar mengarah ke layar. Membalikan wajah dari Kinar ke layar, mencari jika ada semacam hewan liar di sana, Lusi’s see nothing.

“Look! He not even ask your name, and just say ‘lest hook up’. Whats kind of men is that?” Akhirnya Kinar menjelaskan setelah Lusi sama sekali have no idea tentang yang dia bicarakan.

“The kind of men that I lookin for.”

Beralih dari Kinar, Lusi melepas bungkus corn chip dan menekan tombol reply.

“Call me on 0811 1045 8561.”

Sent!

“Good! Sekarang kau akan terlihat seperti wanita yang haus orgasme.” Kinar tidak bisa menahan sarkasme dalam suaranya.

Berdiri, Lusi berjalan dan membuka kulkas, mengambil dua botol soda dan menyerahkan salah satunya untuk Kinar. “Aku memang wanita haus orgasme.” Ucapnya santai.

“What?” sepertinya kata ‘what’ sangat sering muncul dalam percakapan mereka sore itu.

“Ya.” Lusi meneguk botolnya dan berbalik menghadap Kinar, “Aku memang wanita haus orgasme. Aku memang menginginkan orgasme darinya, lagipula aku harus menghemat pengeluaran.”

“Pengeluaran?” Ulang Kinar belum menagkap maksud Lusi.

“Ya, pengeluaran. Kau tahu seberapa banyak yang aku gunakan untuk membeli battery.”

“Battery?” Melihat kebingungan di mata Kinar, Lusi sempat berpikir apakah ia memakai semacam bahasa alien?

“Yes, battery for Bob.”

“Bob? Siapa lagi Bob ini? another fuck buddy guy who making love with you for batteries?”

Oh, atau mungkin jalan pikiran Kinar saja yang mengikuti jalan pikiran alien.

“B-O-B. battery Operational Boyfriend.” Lusi menekankan setiap kata nya. Sekilas ia berharap Kinar akan berkata ‘Ah, benar sekali.” Atau apapun. Tapi jangankan berkata ‘Oh,” Kinar malah mengerutkan keningnya tanda bahwa ia sedang dalam fase bingung tingkat dewa.

“Ok, forget it! Tante Windi akan gila jika kau tidak pulang lagi akhir pekan ini.” Kinar mengigit bibirnya, mama nya memang memiliki masalah semacam obsesi menyuruh anak-anaknya pulang di akhir pekan sekalipun anaknya itu sudah mencapai usia dewasa, tinggal sendiri, atau bahkan sudah berkeluarga seperti Eva kakaknya Kinar.

“Ok. It’s fine to going out, just don’t  making love with that’s samflynn till he give you a ring!” Kinar berjalan ke arah pintu.

“Sure. Aku akan memastikan agar kami membeli lollipop di alfamart seberang. Aku melihat lollipop itu berhadiah cincin.” Lusi tertawa, fixed yakin bahwa jalan pikiran Kinar mengikuti jalan pikiran alien. Siapa manusia di bumi ini yang akan berpikir tentang CINCIN tepat beberapa menit setelah menerima pesan pertama dari pria di dating site?

“Engagement ring, Lusi. You know what I mean!” Kinar berbalik dan siap dengan jutaan kata lain namun Lusi lebih dulu mendorongnya paksa ke arah pintu dan menutupnya.

“Engagement ring!” teriaknya dari balik pintu.

“Lolipop ring.” Teriak Lusi balik. “And its not ‘making love’ its called ‘fuck’. Im not looking someone for making love stuff, but a man to fuck me hard for some big O.” tambahnya. Setelah itu ia tidak mendengar teriakan balasan Kinar karena ia langsung menyalakan music sekeras mungkin dari mp3 player.

Lusi tahu Kinar menginginkan yang terbaik untuknya. Kinar ingin Lusi menjalani hubungan layaknya pasangan Indonesia normal seperti yang Kinar miliki bersama tunangannya Dimas.

Lusi sudah mengenal Kinar seumur hidupnya. Mereka tumbuh bersama sebagai tetangga yang rukun dan sudah seperti keluarga. Mereka selalu ada untuk satu sama lain. Lusi yang selalu menemani Kinar bahkan di saat Kinar patah tangan dan terkurung di bulan puasa dimana anak-anak lain liburan kemanapun bersama keluarganya, bahkan keluarga Lusi sendiri pergi berlibur. Kinar yang juga selalu sabar menghadapi ke extraordinarily-an Lusi dan tetap memandangnya dengan cara yang sama walau apapun yang Lusi lakukan dan alami. Mereka yang satu sama lain akan selalu ada di waktu terburuk dan terbaik mereka. Namun kadang Kinar belum benar-benar mengerti Lusi. Khususnya dalam masalah pandangannya akan sebuah hubungan dan komitmen.

Lusi tersentak dari lamunan oleh deringan ‘milky way’ ringtone dari smartphone nya.

Incoming call

081357751401

“Hallo, dengan siapa?” akhirnya Lusi memutuskan menyahut setelah ragu sejenak karena nomor itu tidak terdaftar. Siapa tahu penting, pikirnya.

“Hallo, ini benarkah Lusi?” terdengar suara maskulin pria yang cukup janggal untuk empat kata itu.

“Ya, benar, aku Lusi. Ini siapa?”

“Aku Samuel Flynn. Tapi kamu cukup memanggilku Sam.” Diam sejenak, sepertinya Sam menunggu respon, namun Lusi mendadak gugup untuk merespon apapun. Suaranya benar-benar laki!

“Sam.” Gumam Lusi tanpa sadar.

Hening beberapa lama.

“Are you still there?”

Lusi menggunakan kesempatan itu untuk menghindar. Suara pria itu terlalu menggetarkan untuk berbicara secara langsung. Ia takut jika pria itu mengajaknya keluar dan dia akan berteriak kegirangan tanpa perduli harga diri lagi.

Mengoyang-goyangkan handphone, “Sepertinya sedang ada gangguan. Bagaimana kalau melalui WA saja?” Lusi sedikit berteriak setelah menjauhkan speaker dari mulutnya, membuat kesan ‘hilang signal’ itu seolah nyata.

Di sisi lain Sam juga ternyata sangat lega, karena jika percakapan tetap di lanjutkan dan Sam tetap mendengar bagaimana Lusi mengucapkan namanya seperti menahan nafas karena gugup di seberang sana, maka ia yakin bahwa dirinya akan berani menyerahkan seluruh uang tabungan seumur hidupnya untuk wanita itu. mendengar setiap kata yang di ucapkan Lusi membawa Sam menuju fantasy liar akan wanita ber-tank top hitam ketika dia membuka dating site yang sudah dia  ikuti selama beberapa tahun ini.

Sam  senang berpergian di waktu luangnya, dan itu membawa dirinya jatuh cinta pada pulau-pulau eksotik yang tersebar di Asia. Pulau-pulau yang kebanyakan di hiasi dengan gadis-gadis mungil berkulit kecokelatan. Dan salah satu cara untuk lebih dekat dengan mereka adalah mengikuti dating site itu. Asistennya Bill yang memiliki ide itu pertama kali.

Awalnya Sam mengakui bahwa ide Bill lumayan brilian. Ratusan wanita menghubunginya dan kebanyakan bersedia melakukan apapun yang Sam inginkan. Namun perlahan semuanya berubah menjadi mimpi buruk saat mereka bangun keesokan harinya dan Sam menemukan mereka meninggalkan nomor handphone. Itu tidak masalah jika nomor handphone itu bertujuan untuk mempermudah jadwal seks mereka berikutnya, namun setelah dua atau tiga malam mereka lalui, wanita-wanita itu akan  mulai berbicara melantur dan mengarah ke sesuatu yang mengerikan. Sesuatu yang berbau komitmen. Sam bukan seseorang yang sebegitu benci komitmen atau bagaimana, hanya saja tidak se-cepat dan semudah itu baginya.

Dan belakangan Sam menyadari bahwa kesalahan berada padanya. Setiap kali ia menanggapi pesan, ia tidak pernah membaca profile wanita-wanita itu. sebenarnya wanita-wanita itu memang sudah mengatakan jelas di profil mereka bahwa mereka memiliki nama lain, yaitu ‘pemburu suami’. Sam sangat menyesalkan mengapa pikiran wanita-wanita berkulit erotis ini sangat mengerikan.

Di saat-saat terakhir dimana Sam sudah bermaksud menghapus akun nya, anugerah dewa melimpahinya. Asian Dating memiliki fitur yang memunculkan akun-akun yang baru di buat dalam radius 300 km di sekeliling anggota, mulai dari urutan jarak terdekat. Dan dalam jarak 4 km dari Sam, sebuah akun baru dengan nama lusisize34D muncul.

Nama yang gila memang. Sam yakin itu size yang di maksud adalah size yang ada di pikirannya. Dengan penuh harap apa yang ada di profil wanita itu sama gila nya dengan nama akunnya, Sam membuka akun tersebut.

Benar saja, akun itu di lengkapi foto profil seorang wanita bermata hitam pekat dengan rambut gelapnya yang di gelung acak, memakai tank top hitam dengan background sebuah tempat tidur ber-seprei biru strip putih. Sam ingin membaringkan wanita itu di sana. Itulah hal pertama yang ia pikirkan.

Membaca detail profil, Sam tersedak kopi nya sediri.

“Sam.” Panggil Lusi karena Sam sudah diam untuk beberapa saat. Sejenak ia takut Sam akan mengira bahwa Lusi tidak ingin berbicara dengannya. Sam penasaran bagaimana kedengaran nama nya dari bibir Lusi dalam nada yang lain. “It’s fine. Sepertinya jaringan membaik dan kita bisa tetap berbicara. Dan…”

“WA saja. Saya sedang di kantor, tidak bagus di kantor making call pribadi.” Sela Sam.

“Ok, then, massage me!”

“Massage?” ulang Sam dengan penuh antisipasi. Ya Tuhan, ‘adik’-nya sudah bangun!

“Oh my God, I mean message! M-e-s-s-a-g-e.” gugup Lusi.

“Oh. Then, bye.” Sam menutup telepon. Jelas saja yang dia maksud adalah message, mana mungkin massage.

“Hi, aku tahu ini seperti terburu-buru, tapi kita hanya berjarak 4 km menurut computer, dan aku tidak ingin menunggu lama. Apa kau memiliki waktu luang malam ini? maksudku, malam ini malam minggu dan aku kadang bekerja lembur atau ke luar kota di hari biasa.”

Sam mengirimkan pesannnya dalam bahasa Inggris karena masih kurang terlalu yakin dengan bahasa Indonesia nya.

Lusi berjingkrak-jingkrak di samping meja dan menjatuhkan diri ke tempat tidur. Dia akan membuktikan imajinasinya malam ini.

“Leetuk oppa sedang wajib militer, jadi aku free malam ini.”

Balas Lusi setelah tenang dari euphoria one night stand nya.

“Leetuk oppa?”

Lusi tertawa nyaris bisa membayangkan kening Sam sedang berkerut sebagaimana Kinar sedang bingung biasanya.

“Ha ha! Idola KPOP.”

“LOL! Kalau begitu bagaimana jika kita bertemu di depan MCD Thamrim jam delapan?”

“Cool. See you soon!;)”

“See you soon.”

Lusi meringis melihat pesan yang tadi ia kirimkan. Smiley berkedip? Bukankah itu terlalu terlihat ieuw?

Mengalihkan pandangan ke jam dinding, Lusi mengutuk diri bagaimana ia bisa meng-iya-kan jam 8 sementara sekarang sudah jam 8 kurang 20 menit.

Kapan waktunya untuk mandi, memilih pakaian, dan berjalan ke sana? Ia tidak ingin membawa mobil dan mendapatkan salah satu di antara mereka membayar parkir untuk semalam mengingat kemungkinan mereka akan menghabiskan malam bersama, dan jika kemungkinan itu benar makan kemungkinan kedua yaitu mereka akan mengendarai kendaraan yang sama ke tempat manapun mereka akan pergi, adalah seratus persen akan benar.

Meng-hibernate computer, Lusi berlari ke kamar mandi sambil membuka baju nya, meninggalkan pakaian-pakaiannya berserakan di lantai. Who care? Toh roommate nya sedang tidak di tempat.

Lusi menyalakan pancuran air hangat, membasahi rambutnya karena sesingkat apapun waktu yang ia miliki, ia tidak boleh sembarangan dengan kebersihan tubuhnya. Menurut pengalaman, pria suka rambut wanita yang lembut dan harum, dan menurut Lusi, semua orang akan menuliskan ‘menyikat gigi sebersih mungkin’ sebagai salah satu persyaratan untuk pasangan yang akan berciuman dengan mereka. Dan siapa yang akan melakukan oral seks untuk vagina atau penis yang bau? Hell,, no one!

So first of all, Lusi akan memastikan kebersihan, kesegaran, dan keharuman tubuhnya. Dan besar harapannya Sam juga begitu.

Setelah menghabiskan delapan belas menit dari waktunya untuk mandi, Lusi kembali bingung di depan lemari. Ya Tuhan, dia harus memakai baju apa?

Mini dress. Tidakkah itu akan terlihat terlalu berusaha keras?

Celana olah raga dan kaos. Mungkin Sam akan meminjam kalimat papa mu Lus. ‘Mau pergi sepak bola?’  Hanya kali ini mungkin bukan sepak bola, baseball barangkali.

Batik dan celana bahan. Kau memiliki alasan bangga akan busana nasional Lus! NO!!!!! You not fully aware that your worse appearance is on BATIK?

Setelah beberapa deret pemikiran lain akhirnya Lusi melangkah keluar dari gedung apartemennya dalam hotpant, tank top hitam nya seperti yang di foto dan jaket kesayangannya sejak kuliah dulu.

Lusi tidak perduli. Mereka hanya akan ke MCD bukan? Dan setelah beberapa basa-basi singkat di sana, pakaian ini tidak akan di butuhkan. Sam akan lebih tertarik dengan apa yang berada di baliknya tentu saja. walaupun kadang Lusi menyukai berhubungan dengan pakaian lengkap seperti yang sering anak SMA lakukan di dalam kamar lantai atas dengan kedua orang tuanya menonton Tukang Bubur Naik Haji di lantai bawah.

TO BE CONTINUED. . .

Guys, I’m so exciting to share this story with you guys.. Kasih tau kalau kalian suka supaya aku posting lanjutannya.. he he Danke udah baca masterpiece (baca: hasil ke-gaje-an) saya^^

Uhm, PS ada ide buat cover nya enggak? #apasih hi hi

Advertisements

27 thoughts on “(Cer-bung) One Night Stand: Chapter 1

  1. hengelpao

    Seperti based on true story ya. haha. Kalo uda to be continued, harus bikin cerita lanjutannya donk.^^ Covernya mungkin bisa berhubungan sama kasur? haha.

    Liked by 1 person

      1. hengelpao

        iya stay tune deh. hahaha. Senangnya punya hidup gila seperti itu, daripada tidak ada sama sekali. YOLO.

        Gak bisa bikin si, tapi search di inet ada gambar bagus ni, di link berikut:

        Liked by 1 person

      2. A cinca? hi hi

        Iya nih (belakangan sih sudah mulai di kurangi) tapi memang benar-benar penggila drama korea saya.

        Tertarik ke bahasa nya juga. Sekalipun pusing dengan banyak perubahan dalam berbagai kondisi itu lho kata dasar yang sebenarnya saya tahu kadang membutuhkan waktu lama untuk mengerti-_-.

        Butuh practice dan belajar buanyak lagi. Cal putak hae! ^^

        Liked by 1 person

      3. hengelpao

        hahaha, drama Korea memang banyak digemari di Indonesia si. Jadinya pada tertarik bahasa Korea juga. Kalo uda tau fondasi dasarnya, bahasa Korea jadi mudah kok.^^ Semangat2~ 잘할겁니다. Belajarnya kalo bisa langsung alfabetnya.haha

        Liked by 1 person

      4. hengelpao

        Iya, sebelum beli tempelannya. jadiin background windowsnya pake gambar di bawah aja.. hahaha. Exciting buat belajar bahasa korea? bagus d..hihihi

        Liked by 1 person

      5. hengelpao

        아. 나 감동 받아서… 고맙습니다 오빠.. ^^ versi benernya ini.. haha. 50% lebih uda bener kayaknya. bagus..
        Tersentuh juga d kalo begitu.. haha. lol

        Liked by 1 person

      6. hengelpao

        ha ha ha.. iya, masih belum terbiasa dengan ketik korea mungkin.
        아이고 미쳤어. sepertinya mau ngomong ini. hehe. tau banyak ya, bagus..haha

        Liked by 1 person

      7. Ha ha ha ha saya suka Korea dari SD kelas 5 so,, kalau enggak ada sedikit-sedikit kata yang nyangkut malah aneh :p

        Nonton drama sudah enggak terlalu bergantung subtitle tapi kalau baca tulisan dan nulis bener-bener edeeuhh.. Anak baru belajar bahasa Korea pun bakal ketawa..

        Pernah tau pas lagi mau ke atas di lift ada dua cewek Korea (sepertinya pulang kuliah dan tinggal di situ juga pertukaran pelajar mungkin) ngobrolin kalung saya yang katanya lucu dan pengen tau di mana bisa beli itu.. Aku sahutin juga bahasa Korea.. (begitulah pede nya saya berbicara dengan bahasa asing sekalipu ngaco yang penting nyoba ngomong) lol

        *mengangguk-angguk* ternyata double ss tho *udah salah masih nyengir*

        Liked by 1 person

      8. hengelpao

        ooooo. wow keren kalo gitu. sudah mengenal korea lebih lama daripada aku kalo gitu. bisa ntn drama tanpa subtitle berarti uda jago banget pendengaran dan ngomgongnya.

        keren si, ada orang asing berani ngomong dan mencoba. jarang yg sperti itu sebetulnya.^^.

        thumbs up deh. sebetulnya kan yg penting bisa komunikasi.^^ bsa jadi ngomongnya lebh jago dri aku.

        Liked by 1 person

      9. Hya! Michikuna!!

        Mengenal ‘drama’ nya.. ohh,, Summer Scent… Frog Prince.. Anak SD macam apa sih saya ini?

        Dan mengenai ngomong Korea, itu karena saya terlalu pede (urat malu nya kecil) dan berhubung ngebet pengen ngomong Korea, nunggu ke Korea (kayak Oppa) sudah tidak ada kesabaran lagi, jadinya ada datang kesempatan ya ambil saja. lol Sama sekali jauuuuuuhh dari jago!!^^

        Di kasih thumbs up bisa makin parah nih. Bisa ngajak orang ngomong tanpa ‘tangga’ nantinya… 😮

        Liked by 1 person

      10. hengelpao

        hahaha.. aku aja gk tau drama2 itu. hebat memang.
        iya bagus begitu, aku kalo d indonesia, mgkn juga begitu si. ada kesempatan ambil saja. haha.
        kalo ad ksmptan lagi, ambil saja.^^
        cerita hidupnya banyak yg seru y.. hehe

        Liked by 1 person

      11. Ha ha ha ha. . . Pastinya. . .

        Ya, lol, selama 22 tahun ini ternyata sangat berwarna…^^ Puji Tuhan banyak cerita yang semoga bikin para cucu terinspirasi *huh? apasih?*…

        Oh iya, Oppa enggak tidur? (kok berasa chat ya?^^) Bukannya Korea lebih cepat (apa lambat?) beberapa jam dari Indonesia? *mulai mikir* Apakah memiliki jam tidur yang sama seperti saya? *tidak mungkin, dia terlihat teratur*

        Liked by 1 person

      12. hengelpao

        hahaha..pertanyaanny tepat sekali..kemarin uda ketiduran.. *jadi nge chat ya d fitur komen.. haha.
        Korea lebih cepat 2 jam dari Indonesia.
        Hahaha.. jam tidurnya teratur kok. tapi mulai besok mungkin jam tidur nya jadi sama. *pindah lokasi soalnya..
        lol, bikin para cucu terinspirasi ikutin neneknya ya.. hahaha.

        Liked by 1 person

      13. Gegara siapa coba yang ngobrolnya seru! *tuh kan selalu nyalahin orang* lol

        *muka ngiri* Enjoy your Las Vegas trip Oppa.. Selundupin chip yang white sebagai oleh-oleh.. :p

        Kagak lah itu namanya menjerumuskan. lol Dan pula, apa coba ngikut-ngikutin hidup orang? Enggak inspiratif banget!^^

        Liked by 1 person

      14. hengelpao

        hahaha.*kok jadi nyalhin..
        iya thank you, pesawatny masih nanti malam tapi.. masih d korea. haha. ntr white choco chip d dibawa buat oleh2 y..:p
        nice argument.. haha.bener2. hidup gk bleh ikt2an..haha

        Liked by 1 person

      15. hengelpao

        hahaha. di amerika coklatny enak2, pasti beli coklat buat oleh2 si.. *pada akhirny gw yang makan smua kykny.. hahaha. tunggu aja gw ke jkta ya. haha.
        YOLO buat ngelakuin cool things ^^

        Liked by 1 person

      16. hengelpao

        hahaha. gk bakal lama2 juga..bisa tiba2 uda d jkta aja.. haha.:p
        tenang, masih muda. haha. masih bnyk wktu untuk lakukan cool things.. fighting~ *setidakny udah open minded juga cool..haha

        Liked by 1 person

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s