Chit-Chat Tentang Keperawanan

https://i1.wp.com/cdn.morguefile.com/imageData/public/files/a/anitapatterson/preview/fldr_2008_11_08/file0001254376390.jpg

Via Morguefile

Sewaktu pulang kampung, tentu saja hal yang tidak ter lewatkan adalah reuni, bertemu dengan teman-teman lama yang kebetulan juga sedang pulang kampung, atau memang tetap tinggal di sana.

Dan saat yang reunian adalah para manusia berjenis kelamin perempuan, politik, ekonomi, dan budaya, jarang sekali bisa masuk ke pembicaraan. Gosip, adalah yang mendominasi. Tidak terkecuali di reuni yang saya hadiri.

Nah, yang menjadi topik pergosipan kami waktu itu adalah gosip tentang ‘salah satu teman kami, yang kuliah di Jogja (kebetulan tidak bisa ikut hadir), katanya merupakan simpanan Om-Om’.

Bukan katanya sih, itu memang benar. Dia beberapa kali mengupload foto pria itu di instagram nya. Dan sekali pun tidak ada nama atau keterangan apa pun, saya juga ikut bisa mengenali bahwa si pria itu adalah Om-Om yang foto nya terpampang di kalender 2017 yang di bagikan di mana-mana secara gratis untuk bahan kampanye anggota dewan perwakilan rakyat tahap awal.

Anyway, sekali pun saya sama sekali tidak mengapresiasikan seorang wanita muda menyerobot suami orang, saya juga tidak merasa kami (yang reuni di situ) pantas untuk menggosipkan salah satu teman kami tersebut.

I mean mereka (dalam hal ini saya lebih sibuk meng-oh kan saja) membicarakan si Bunga (nama disamarkan) ini, sampai ke tahap mengatakan bahwa si Bunga tidak akan mendapatkan pria yang serius mencintai dia.

Kenapa? Karena si Bunga tidak menikah dengan pria yang mengambil keperawanannya.

Via Motivasi Mini

FYI guys: dua dari teman reuni saya ini putus kuliah dan menikah di semester tiga karena hamil. Satu lagi akan menikah setelah dia wisuda akhir tahun ini.

Mereka juga tidak jauh berbeda dari Bunga yang tidak perawan sebelum menikah. Hanya sedikit perbedaannya, mereka telah (satu lagi akan) menikah dengan orang yang mengambil keperawanan mereka. Sedangkan Bunga dan saya, kebetulan tidak senasib dengan mereka.

FYI lagi guys, mereka bertiga ini melupakan fakta bahwa saya di tinggal nikah oleh orang yang mengambil keperawanan saya.

Ya, obviously guys, yang membuat saya lebih kesal adalah menyadari fakta bahwa saya juga pernah/sering/akan berada di posisi Bunga (digosipkan oleh mereka).

Saya juga pernah memiliki impian untuk hanya tidur dengan satu pria seumur hidup saya guys. Saya juga memiliki impian untuk menikah, menjadi ibu, dan berbahagia dengan penuh cinta di rumah milik saya dan pasangan saya. Dan tentu saja Bunga juga.

Saya ingat bagaimana Bunga memakan tiga butir paramex untuk mencoba bunuh diri saat dia putus dengan pacar nya. Saya, walaupun tidak se-ekstrim Bunga, juga memilih Jawa sebagai tempat kuliah bukan hal yang tanpa alasan.

Saya dan Bunga hanyalah dua dari banyak orang yang terlanjur salah di masa muda. Well, sampai sekarang, sudah tua begini pun kami belum juga berhasil memperbaiki kesalahan kami. Malah semakin menggila.

Tidak tahu bagaimana Bunga, tapi untuk kasus saya guys, saya hanya mengambil pilihan aman.

Jujur sebenarnya, mimpi saya adalah menikah setelah lulus kuliah ini dan menjadi perempuan rumahan sepenuhnya. I mean fokus, tidak bekerja full time, dan hanya mengurus suami dan anak. I mean seperti Mama saya minus kecerewetan dan panik nya (saya akan bersahabat dan memahami anak saya dari sisi anak muda instead).

Tapi guys, ist just a dream. Mimpi yang sangat indah jika menjadi nyata, tapi sangat beresiko juga.

Apa yang tidak terlalu beresiko alias aman tapi tetap fun?

Meneruskan kuliah lagi, atau bekerja dan mampu berdiri di kaki sendiri. Melajang sampai entah kapan dan memenuhi kebutuhan jasmani dengan 3 Hubungan No String Attached (Tanpa Komitmen) ini.

Deep down saya percaya, suatu saat nanti, pasti ada saja yang berhasil menggerakkan hati saya, dan tidak batal menautkan cincin di jari manis saya, hanya karena saya tidak perawan lagi. Saya percaya dan yakin bahwa di dunia ini masih banyak pria yang pemikirannya tidak se sempit daun padi.

Dan jika memang saya tidak menemukan mereka dan berakhir dengan menjadi wanita single sampai mati, its fine. Saya hanya perlu mencari uang lebih banyak dari biasanya untuk menyewa gigolo (ha ha ha ha!). Dan pula, saya patut bersyukur karena tidak terjebak seumur hidup dengan orang berpemikiran se sempit daun padi itu.

I mean guys, menilai seseorang hanya dari selaput tipis bernama selaput dara? Really? What about her excelent C++ code programe? What about her amazing cooking ability? What about her wity jokes? We not even talk about how she looks so great with your Mum.

Mana yang lebih menjamin kebahagiaan dalam rumah tangga kamu? Kemampuannya mengungkapkan ide-ide mutakhir untuk memecahkan masalah kantor yang membuat kamu pusing, di tambah harum rendang buatan tangan dia yang langsung tercium sewaktu mobil mu masuk garasi, plus ekspresi lucu yang ia tunjukkan untuk membuat kamu tertawa di saat gigi kamu sakit, dan pujian-pujian dari Mama kamu tentang dia. Atau, selaput dara dia yang kamu bobol di malam pengantin?

Another FYI guys… seorang Vallendri setelah di tinggal kawin pernah melakukan riset-risetan tentang operasi selaput dara. Ya, sebegitu gila rasanya waktu itu.

Mau tahu seberapa mahal guys?

Di Singapura itu berkisar dari 20-40 juta rupiah. Sedangkan di Indonesia itu berkisar dari 3 sampai dengan 15 juta rupiah tergantung dokter dan seberapa parah kerusakan di dalam sana.

Dan mau tahu seberapa lama waktu untuk mendapatkan selaput dara lengkap dengan darah perawan itu lagi?

Hanya kurang dari 30 menit guys. Plus setelah itu ada juga larangan penetrasi untuk beberapa hari.

Ini artinya, operasi tonsil memakan waktu lebih banyak dari para mengembalikan keperawanan.

Yang arti lainnya adalah: siapa pun yang memiliki uang sekitar lima jutaan dan waktu 30 menitan buat datang ke rumah sakit plus beberapa hari untuk memulihkan diri, akan bisa kembali perawan.

Da arti lain selain dua yang sudah di sebutkan di atas adalah: SAYA BISA KEMBALI PERAWAN DI MINGGU INI JUGA jika saya mau.

Ting-ting lagi!

Saya tidak mengidap STD (Sexual Transmited Disease), tidak pernah hamil, tidak pernah merokok, tidak juga minum minuman keras, tidak pernah clubbing, penampilan cukup tertutup (apalagi dengan bekas alergi seperti yang saya ceritakan di Liburan Vallendri Secara Garis Besar ini), dan di Institut Pertanian Bogor yang terkenal dengan julukan lain Institut Pesantren Bogor. Sangat-sangat-sangat sempurna untuk memainkan peran ‘wanita polos tanpa noda’, jika saya ingin.

Tapi saya TIDAK ingin. Saya tidak ingin mereka menyukai kebohongan saya. Saya tidak ingin mereka jatuh cinta pada sosok impian mereka yang saya ciptakan di dalam diri saya. Saya adalah saya. Cintai saya yang ini, atau silakan pergi!

Saya sama sekali jauh dari bangga dengan fakta bahwa saya sudah tidak perawan, tapi saya juga tidak ingin hidup dalam keterpurukan karena itu. Cause hey, even when I’m not a virgin, I AM PRECIOUS AND WORTH IT!

Anyway, itu pendapat dan cerita saya, mohon maaf jika ada salah kata, bagaimana pendapat dan cerita kamu?^^

Love, hug, and kisses xoxoxoxo

Vallendri Arnout

Advertisements

23 thoughts on “Chit-Chat Tentang Keperawanan

  1. Berat sekali jika saya dihadapkan pada masalah yang seperti ini, belum ada pengalaman menghadapinya soalnya. Tapi bagi saya, pernikahan itu tentang masa sekarang dan masa depan. Tidak ada kewajiban pasangan harus baik dimasa lalu karena setiap orang punya masa lalunya sendiri.
    Saya pernah mendengar ceramah begini; dilarang bagi suami bertanya apakah istrinya masih perawan apa tidak, dan sang isteri pun tidak wajib menjawabnya.

    Liked by 2 people

  2. Vall, tulisan mu ini mengingatkan aku sama temnku yang menganggap bahwa hidupnya udah kelar karna udah gak perawan lagi wkwkwk..

    si Bunga Kamboja ini mati matian bertahan dengan pacarnya yang ga bertanggung jawab, alasannya yaa karna si lekongnya udh merawanin dia. Dia taku kalo nanti gak ada lakik baik2 yang mau nikahin dia.

    Helooooo.. standar kebaikan dan keburukan ce/co itu apakah hny tergantung dari selaput tipis di dalam meki dan seberapa kering batang lakik krn ga pernah kecelup.. omaigattt..

    inti komen gue yg geje ini, selaput dara itu ga ada hubungannya dengan baik/buruknya seseorang. Iyaa nggak? masih baik org yg badung sekalian tp jujur apa adanya dripda yg nakal sembunyi2

    Like

  3. klo gw ga masalahin selaput dara dah pernah jebol atau masih segel. Hal terpenting dan yang menjadi pertimbangan gw adalah perubahan ke arah yang lebih baik setelah menyesali kesalahan di masa lalau.

    Setiap orang pernah punya sisi gelap di masa lalu, tapi bukan untuk diungkit-ungkit lagi πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

    Liked by 1 person

    1. Nah itu dia.. masalahnya bagi kebanyakan orang, cowok gak perjaka gak masalah. Tapi kalo cewek, baru masalah.

      Aku sih setuju sama Mbak Shiqa. Yang penting entar kalo udah nikah, ya bener-bener serius ke satu orang.

      Like

  4. Keren πŸ‘πŸ‘πŸ‘ berani banget blak-blakan cerita tentang keburukan masa lalu sendiri, sedangkan perempuan di luar sana berlomba2 memakai topeng dan cadar untuk kelihatan baik.

    Aku dulu sering gonta ganti pacar, tapi ga pernah ML, terakhir aku dapet pacar yg sama skali belum pernah pacaran, trus iseng aku nanya ke dia, kalo aku ga perawan kamu masih mau nikah sama aku ga? Ternyata dia ga masalah dong, buat dia yg penting itu masa depan, akhirnya aku nikah sama dia, dan di malam pertama aku berhasil ngebuktiin kalo aku emang masih perawan heheheh..

    Aku yakin msh ada kok cowok-cowok dengan pemikiran luas, semoga km juga cepet ketemu sama si mas yang pemikirannya ga sempit ya.. πŸ˜‰πŸ˜‰

    Liked by 1 person

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s