I Met An Indonesian Guy: ARL

20160820_201540

Sumpit aja pasangan, masak kamu enggak? #gaje^^

Ok, saya tahu judul blog ini Pursuing My Bule dan seharusnya isinya ya tentang bule. Tapi kok ini saya bawa-bawa cowok lokal? Guys please… sekali ini boleh ada pengecualian?^^

Ceritanya, selama menghilang beberapa minggu ini, saya memang mengalami banyak masalah baik itu dengan keluarga (Mama dan Papa saya), dan juga dengan sekolah (skripsi saya), dan dengan bule (mantan saya MJ yang sampai saat ini saya sedang malas bahkan untuk menulis tentangnya). Tapi ternyata ada hal baiknya juga lho…

Ada beberapa things to do list yang berhasil saya lakukan. PLUS, saya juga bertemu dengan seorang pria Indonesia, yang jujur saja, *ehm*, saya banget!:p

Yang saya maksud dengan saya banget di sini adalah: saya nyaman ngobrol sama dia, saya nyaman bersama sama dia, dan saya nyaman sekalipun saat jauh dari dia. Pokoknya dia adalah orang yang membuat saya merasa nyaman.

Kami bertemu di Badoo saudara-saudara.

Sekitar 2.5 minggu yang lalu, tiba-tiba ada teman facebook yang mengundang untuk ke Badoo. Apa sih Badoo? Otak saya mulai bertanya-tanya sambil mencocokkan ingatan yang salah satunya ada berbau Badoo. Tapi apa?

Well, masih ingat tentang teman saya yang tahu lebih banyak tentang pacar (bule) saya daripada saya? Nah, selain fakta bahwa teman saya ini tahu tentang bahasa apa saya yang pacar (sekarang mantan) saya ini bisa, negara mana yang pernah ia tinggali, apa hobi nya, dll, teman saya ini juga tahu semua akun media sosialnya. Dan salah satu dari media sosial itu adalah Badoo.

Akhirnya saya jadi tertarik untuk mengetahui apa dan bagaimana sih Badoo itu?

Singkat cerita, I got bunch of craps on there’s, but also a crab (hi hi): ARL.

Seorang broker yang berumur 29 tahun, tinggal di Bogor (tepatnya daerah Cimanggu dan dekat dengan saya), rambut keriting ala anak kuliahan jurusan Ilmu Komputer biasanya, tinggi 170an, badan lumayan walaupun enggak six pack juga, mobil antik (dan warna merah!) seperti yang selalu saya impikan, dll.

Ok, thats for now… banyak cerita yang pengen saya sampaikan, tapi deadline lain juga sedang banyak (maklum ratu deadline), dan nanti malam saya juga akan minum kopi sama dia (pertemuan keenam kami) untuk membahas beberapa hal.

Yeah, for now, cukup kan saling melepas kangennya? Oh dear reader (s) yang tercinta answer me!^^

Advertisements

20 thoughts on “I Met An Indonesian Guy: ARL

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s