Pria dan Egonya yang Kadang Sulit Dimengerti

Hasil gambar untuk guys ego

Pic from liveallofyou.com

Di tengah malam buta sambil menunggu rebusan sayap ayam (cemilan malam) matang, saya entah bagaimana, tergerak untuk menulis topik ini. Well, tidak bisa dikatakan entah bagaimana juga sih, soalnya jelas sekali saya tahu bagaimana nya itu.

Namanya Dikdik, seorang komentator di tulisan Seorang Vallendri Ternyata. . .. Dia yang memberi inspirasi tentang ego seorang pria ini. Yuk, ucapkan “Terima kasih Dikdik!^^”

Semua orang mempunyai ego. Even a girl, pasti punya ego. Konon katanya, menurut tulisan dari  Catatan Bujangan yang judul nya  Pria Vs Wanita (Egois siapa?), yang membedakan keduanya hanyalah jenis keegoisannya. Kalau porsi nya mah, sama wae!

Saya sendiri agak kurang paham dengan penjelasan perbedaan egois rasional dan emosional yang di sampaikan penulis di atas, tapi saya sendiri memang jelas sekali merasakan perbedaan ego tersebut.

I mean saya kadang bingung tentang bagaimana hal tersebut menyakiti ego nya sedangkan dia juga terkejut saat saya mengatakan bahwa hal yang ia lakukan itu melukai ego saya.

Salah satu dari hal aneh yang saya bingungkan bisa menyakiti ego seorang pria adalah perihal membayar makanan.

Ya, saya sudah bertemu setidaknya empat orang yang egonya terluka saat saya berusaha membayar makanan kami (atau makanan saya). IYA! Masalah membayar, bukan masalah hidup dan mati, kan?

Empat orang ini sama sekali tidak mengizinkan saya mengeluarkan uang sedikit pun selama bersama mereka. Even untuk pengeluaran pribadi saya semisal membeli sesuatu untuk teman saya, membeli makanan untuk di rumah, membeli pakaian, dsb.

Guys, sebenarnya ini juga menyakiti ego saya lho, saat selalu kalian yang harus membayar (terlebih barang pribadi saya). I mean sesekali boleh, tapi tidak setiap saat. I mean saya siapa nya kalian? Apakah saya adalah tanggungan kalian? Mengapa saya harus memakan jerih payah kalian setiap saat bahkan di rumah (groceries)? Mengapa saya harus megenakan (pakaian) atau menenteng (tas) hasil keringat kalian? *rolling eyes*

Si ARL, yang sedang dekat dengan saya belakangan ini juga termasuk dalam empat orang itu. Dia juga merupakan pria yang merasa bahwa karena dia pria, dia harus membayar. Ada apa ini? *toleh kiri kanan*

Uhm, lalu yang hal lain yang masih tidak bisa saya mengerti adalah tentang siapa yang harus mengatakan putus.

Saya tidak mengalami hal ini secara langsung, tapi melalui sahabat saya. I mean, apa yang di alami dia, saya juga mengalaminya. Dan apa yang saya alami, dia juga ada di dalamnya. Asik!^^

Ceritanya, teman saya dan pacar nya, setelah beberapa lama menjalin hubungan, tibalah pada suatu titik di mana itu hanya akan menyakiti mereka lebih jika di lanjutkan. Nah rupanya, sahabat saya lah yang menyadari hal itu terlebih dahulu. Dan mengungkapkannya lebih dahulu pula.

Tahu apa yang terjadi? Sang pacar keukeuh mengatakan bahwa mereka harus berbalik jadian lagi dan dia yang akan memutusi sahabat saya.

I’m not sure, ini terjadi di SMA dulu. Mungkin salah satu sifat kekanakan anak SMA. But sampai sekarang kalau di perhatikan dengan jeli, masih banyak lho yang sibuk memperhatikan siapa yang memutuskan hubungan mereka. I mean mungkin tidak seekstrim seperti yang sahabat saya alami tentu saja.

Dan yang memiliki ego aneh ini sepertinya bukan hanya pria sih. Wanita juga bisa di temukan.

Hmm, itu dia dua (selain yang ada di tulisan saya sebelum ini) ego pria yang menurut saya… ‘aneh’. Kalian ada menemukan yang lain? Feel free to share! Love you guys <3^^

Advertisements

25 thoughts on “Pria dan Egonya yang Kadang Sulit Dimengerti

  1. winona571

    Iniiii…. terkait dengan postingan terakhir saya dgn judul “Going Dutch” Hahaha…. Kalau di sini, memang biasanya bayar sendiri – sendiri. Kecuali kalau 1st date ya… Ego cowok Belanda – Belgia beda kali ya? 😛
    Ga selalu harus cowok yang bayarin. Saya senang sih ya kalau misalnya pas sekedar main ke rumah dia, saya bawa snack, atau makanan. Tapi ternyata akhirnya, dia komplen juga… Kalau selalu harus saya yang bawa kue. 2 hari lalu, saya coba ga bawa apa – apa. Ternyata dia yang sediain makanan. Terkait ego? Ga tau….

    Kalau soal putus… ehm, sama kali yaaa… Lebih gagah mutusin daripada diputusin… mau cewek mau cowok sama lah.

    Liked by 1 person

      1. winona571

        Iya sih… Soalnya kan ga enak banget apa2 dibayarin. Gantian itu lbh baik… kan equal.
        Lah, di sini normal malah kalau main ke rumah masing2. Agak awkward juga sih… waktu jelasin peraturan kost di Indonesia, kalau lawan jenis bolehnya ke common room.

        Liked by 1 person

      2. winona571

        He em… Bener banget… Memangnya kita cewek apaan? Orang punya penghasilan juga kok. Kita kan bukan “penghibur”nya dia. Murah amat dibayar pakai makan malam. Hahaha…

        Liked by 1 person

  2. Saya punya bbrapa pdf ttg ini, barangkali mba Val mau di emailkan.

    Saya lupa nama psikolognya, beliau blg lelaki itu keinginan dasarnya menyediakan dan melindungi, jd bs d pahami klu selalu ign membayari dll.
    Juga, soal putus, bisa semacam mempengaruhi self-esteemnya ktika d putusin. Hehe

    Liked by 1 person

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s