Apa Itu Vapor/Vape? Chit-Chat “All About Vaporizer” With Vallendri

Hasil gambar untuk leonardo dicaprio vaping
Abang Leo aja ngevape^^ pic from www.youtube.com

Bagaimana Vallendri mengenal vape/vapor?

Beberapa waktu yang lalu, saya ada bertemu dengan seorang pria baru yang sudah saya ceritakan di tulisan I Met An Indonesian Guy: ARL. Di sana saya menceritakan bahwa saya tertarik dengan dia, bla bla bla, but tahukah kalian saya di awal benar-benar tidak menyangka bahwa kami akan memiliki pertemuan kedua? Di jalan sebelum bertemu dia saya sudah illfeel duluan.

Kenapa? Karena sewaktu di jalan dia mengirim pesan yang isinya “kamu keberatan nggak kalau aku ngerokok? nanti kita bisa duduk di smoking area nggak?” Dan di otak saya langsung like. . . “Daeng! Perokok-_-” Tapi di bibir I like. . . “What? No. Fine-fine aja kok. Yaudah katanya di lantai dua adalah area merokok.”

The truth is: I dont like a guy who smoke. No offense, saya sama sekali tidak memiliki masalah dengan perokok selagi orang tersebut di masa lalu, masa sekarang, dan masa depan, tidak memiliki kemungkinan sama sekali untuk menyesap bibir saya.

Saya hanya berpikir “Oh, sudah setengah jalan, hampir sampai, rugi modal kalau saya balik dari pertengahan jalan. Ya sudah, ketemu saja lah. Nanti setelah ketemu tinggal bilang saja kalau pertemuan pertama tidak sesuai harapan dan tidak usah bertemu lagi.”

Dengan pemikiran itu saya akhirnya tetap jalan saja untuk bertemu dia.

Pertama bertatap muka, saya berpikir “Oh, sayang sekali. . . dia cool, tapi perokok dan pasti bau mulutnya bikin yuck.” Kemudian setelah beberapa saat berbincang dengan dia, saya semakin geram dengan fakta bahwa dia merokok dan saya tidak suka cowok perokok. Dia asyik dan seru di ajak mengobrol.

Untuk beberapa saat dia hampir berhasil menyihir dan membuat saya melupakan fakta bahwa dia adalah orang yang harus saya coret dari daftar. Sampai kemudian setelah kami kelar makan dan sedang menunggu dessert, dia mengatakan “Keberatan kalau aku ngerokok dulu keluar sebentar? Mulutku nggak enak banget”

What? Yeah! Dia meninggalkan saya untuk merokok sebentar. Di pertemuan pertama! Really!

Saya tentu saja mengizinkan saja. Ya iya lah memang bisa keberatan? Abstrak. Saya hanya memutar mata pada diri saya sendiri sambil terus meneriakkan “Lihat baik-baik Val. Pria yang ada di depan kamu ini adalah perokok dan cowok kamu kudu enggak ngerokok. So, lihat baik-baik dia yang sedang menghisap racun kematian itu dan kukuhkan hati.”

Uhuh. . . saya menuruti teriakan hati saya dan terus melihat dia dari mulai keluar dari pintu sampai kemudian masuk kembali dalam waktu kurang dari dua menit.

Tunggu, dia tidak ada mengeluarkan bungkus rokok dan menyulut apa pun tadi. Tapi dia berasap dari segala lubang persis seperti perokok. Bahkan asapnya jauh lebih banyak persis seperti asap mariyuana yang di hisap para pecandu di parti USA. Yang dia hisap tadi juga terlihat seperti. . .. Jangan-jangan dia. . . Oh my God, lebih dari perokok dia ternyata. . .

Belum sempat imajinasi gila saya berkembang, dia kemudian muncul di depan saya, dengan senyum menawan plus aroma strawberry campur mint yang. . . menyegarkan. This is not right. He suppose to berbau tidak menyenangkan ala perokok biasanya, bukan berbau segar kissable seperti ini. No no no no. Ada something yang amis ini.

Seketika setelah dia meletakkan sesuatu yang dia hisap dan berasap tadi di atas meja, saya langsung menyerang dia dengan “Apa itu?” Yang kemudian di jelaskan oleh dia sebagai VAPE.

Nah kira-kira begitulah awal saya mengenal vape.

Apa itu vape/vapor?

Di tulisan sebelumnya yang berjudul Tips Membuat Pacar Berhenti Merokok (Dijamin!) ini saya sudah menjelaskan dengan bahasa saya sendiri bahwa:

Vape aka vapor aka vaporizer ini adalah rokok elektronik yang memberikan rasa dan feel seperti rokok, namun tidak berbahaya seperti rokok (baik bagi perokok aktif maupun pasif nya).

Dan tentu saja wangi nya ajib. . . he he

Itu penjelasan dengan bahasa seorang Vallendri yang. . . you know lah..^^

Kalian bisa baca definisi vapor menurut abang wiki di sini, atau urban dictionary di sini

Sekilas tentang komponen vape/vapor/vaporizer

Untuk bisa menjadi seseorang yang menghisap sebuah vapor, yang perlu di lakukan hanya memiliki (dan menyatukan) beberapa komponen berikut:

a. Mod

Mod adalah sebutan untuk bagian dari vapor yang di gunakan sebagai tempat aktivitas listrik dari sebuah vapor berlangsung.

Di sana terdapat tempat untuk meletakkan battery dan juga beberapa tombol pengatur tegangan dsb. Tombol on/off juga ada pada mod.

Hasil gambar untuk mod vapor
Salah satu mod (banyak variasi bentuk guys…) yang sering di gunakan via www.tokopedia.com

Berdasarkan cara kerja nya, mod di bagi menjadi dua jenis. Yang pertama mod elektrikal, yang kedua mod mekanikal. Sebenarnya sama sih, I mean yang membedakan keduanya hanya fakta bahwa mod elektrikal memiliki tambahan chip pengatur besaran listrik, sedangkan mod mekanikal tidak yang artinya tegangan masuk pada mod mekanikal benar-benar terserah battery. Sedangkan pada mod elektrikal, ya terserah jari si pengguna.^^

Sedangkan berdasarkan model nya, agaknya susah saya jelaskan satu per satu deh saking banyaknya. Lihat saja sendiri di toko vapor terdekat. Or internet in this case. . .

b. Tank

Hasil gambar untuk tank vapor
penampakan dari sebuah tank via www.planetofthevapes.co.uk

Tank sering juga di sebut sebagai atomizer.

Bagian unyu ini fungsinya sebagai tempat penyimpanan cairan sekaligus juga tempat penguapan nya saat si pengguna sedang menghisap vape mereka.

Ukuran dan jenis tank juga ada banyak sekali (sama seperti mod). Kamu sekalian tinggal memilih tipe yang mana yang cocok dengan kalian.

Berdasarkan tipe nya maka tank terbagi atas dua, yaitu tipe RTA (Rebuildable Tank atomizer) a.k.a atomizer yang mempunyai tangki untuk cairan, dan tipe RDA (Rebuildable Dripping Atomizer) a.k.a atomizer untuk cairan yang di teteskan.

Kemudian selanjutnya tank juga ada digolongkan berdasarkan konsumsi daya dan banyaknya lilitan kawat pada tank tersebut. Saya kurang tahu fixed nya ada berapa jenis, yang pasti saya sudah melihat dua jenis (soalnya ARL hanya punya dua jenis tersebut. . hi hi^^) yang pertama tank dengan satu lilitan kawat, yang kedua adalah tank dengan dua lilitan kawat.

Lalu secara khusus untuk tank RTA, kamu juga bisa mendapatkan jenis-jenis mereka di bagi berdasarkan ukuran tank itu sendiri.

Hasil gambar untuk lilitan kawat tank vapor
Tank dengan dua lilitan kawat. . . via www.kaskus.co.id

Hasil gambar untuk lilitan kawat tank vapor
Tank dengan satu lilitan kawat. . . via indovapor.com

c. Battery

Untuk battery sendiri, vapor memiliki battery bentuk bulat, persis seperti battery untuk remote control TV, hanya saja ukurannya agak sedikit lebih besar. Sebesar jempol kali ya…

Kemudian jenis mereka terbagi berdasarkan kemampuan mereka menampung daya. Battery vapor pada umumnya chargeable sama seperti battery handphone. Tapi, saya tidak tahu, bisa jadi seperti kamera juga, ada yang tidak chargeable. But anyway, kalian bisa mencari tahu sendiri untuk detail itu:)

Hasil gambar untuk batre vapor
penampakan battery vapor via indovapor.com

d. Liquid

Nah, last but not least, komponen vapor tentu saja adalah liquid!

Secara umum, liquid vapor merupakan campuran dari:

PG a.k.a Propylin Glicol yang merupakan penguat rasa berbentuk cair/ liquid dan biasanya dipakai pada makanan dan minuman ringan. PG ini tidak berbau dan biasanya berasa manis.

Kemudian ada Vegetable Glycerine atau yang di singkat dengan VG, yang berperan untuk membantu proses vaporasi dari cairan (liquid) menjadi gas (asap). VG biasanya tanpa warna, tanpa bau, agak kental, dan sedikit berasa manis.

Tentu saja ada Flavour Essence (perasa) yang dengan senang hati memberi rasa pada liquid tersebut. Bahan baku perasa vapor ternyata sama saja dengan essence (perasa) kue. Umumnya terdiri dari aneka rasa, warna dan bau. Sejauh ini, setidaknya saya sudah mencium (saya bilang mencium ya, karena saya tidak pernah menghisap nya. Pengetahuan saya akan rasa liquid murni dari mulut ARL) sepuluh flavour liquid.

Setelah dua malam sebelumnya menghisap Blueberry Kiwi, malam minggu kemarin, ARL sudah punya rasa baru lagi, Caramel Honey Plus Roasted Peanut.

Jika penasaran dengan seberapa banyak liquid flavour yang tersedia di muka bumi ini, kamu bisa langsung saja klik Crazy Vapor dan melihat-lihat di sana. Mereka punya ratusan flavour list . . .

Kemudian ada juga nikotin yang bersifat opsional. Kenapa di bilang opsional? Karena di sini setiap liquid menyajikan kandungan nikotin dengan level-level tertentu mulai dari 0, sampai dengan 24.  Di mana 0 artinya tanpa nikotin, dan 24 nikotin maksimal.

Konsep dan proses kerja vaporizer

Untuk konsep kerjanya sendiri, vapor bisa di katakan sangat sederhana. Kenapa? Karena sebetulnya yang terjadi di dalam vapor hanya sekadar pemanasan, dan kemudian penguapan liquid.

1421049697959494681
Gambaran vapor secara sederhana via kompasiana.comkompasiana.com

Di dalam tank akan ada lilitan kawat yang terhubung dengan battery di mod, di tengah lilitan kawat tadi di masukkan kapas khusus (kapas organik, jika melihat pada gambar).

Kawat jika di hubungkan dengan dua kutub battery berbeda tentu saja akan berapi (konslet), bukan? Nah api hasil konslet pada kawat tadi lah yang digunakan untuk membakar kapas yang sudah di basah kan oleh liquid. Entah RTA atau RDA, intinya akan ada liquid yang menetes sedikit demi sedikit ke kawat yang terbakar tadi sehingga kemudian akan menghasilkan penguapan yang sama sensasi nya dengan rokok. Berasa dan berasap.

Kelebihan dan kekurangan menggunakan vapor di banding rokok konvensional

KELEBIHAN:

Mitch Earleywine dan Sara Smucker Barnwell, dalam jurnal mereka yang berjudul Decreased Respiratory Symptoms in Cannabis Users Who Vaporize, pada Harm Reduction Jurnal 2007, dengan DOI: 10.1186/1477-7517-4-11, yang di terbitkan pada 16 April 2007 lalu mengatakan bahwa:

screenshot-9_19_2016-3_53_49-pm

Pengguna rokok konvensional (bungkus nya pakai kertas rokok), cerutu, pipa biasa, atau pun water pipe a.k.a hookah, akan lebih terhindar dari masalah respirasi saat mereka beralih haluan ke vaporizer.

Masalah respirasi di sini diantaranya adalah: batuk, batuk berdahak, asma, pokok nya masalah yang pusatnya ada di daerah dada. . . begitulah. . .^^

Kemudian dalam jurnal lain yang berjudul Vaporization as a Smokeless Cannabis Delivery System: a Pilot Study yang di tulis oleh Abrams DI dkk, berpindah ke vaporizer terbukti mengurangi asupan zat berbahaya yang masuk ke tubuh saat menghisap rokok. Abraham dkk menyimpulkan bahwa vaping menghasilkan rasa dan sensasi yang sama seperti merokok, hanya saja tidak mendapat bonus zat berbahaya yang selalu di berikan oleh rokok konvensional seperti CO dan THC.

screenshot-9_19_2016-4_02_23-pm
Reader (s) semua bisa melihat langsung abstrak mereka^^

Tiga tahun kemudian, peneliti Mitch Earleywine bersama dengan partner nya  Van Dam MT, kembali melakukan riset pada 20 orang perokok yang sudah mengalami gejala kerusakan organ respirasi. Dalam penelitian mereka untuk jurnal yang berjudul Pulmonary Function in Cannabis Usars: Support For a Clinical Trial of the Vaporizer, mereka mengambil rokok konvensional yang sedang mereka konsumsi kemudian menggantinya dengan vapor selama satu bulan. Ajaib, fungsi organ respirasi mereka perlahan-lahan mulai mengalami peningkatan ke arah yang baik.  So, sekali lagi, salah satu keuntungan vapor adalah bahwa mereka sangat friendly dengan organ respirasi. . .

screenshot-9_19_2016-4_19_30-pm
Sekilas jurnal mereka:)

Nah itu dia setidaknya tiga keuntungan dari vaporizer di bandingkan dengan rokok konvensional jika di pandang dari sisi ilmiah. Saya rasa tiga jurnal sudah cukup ya untuk itu. I mean kalian bisa kabur sebelum selesai membaca jika saya terus menyajikan screenshoot jurnal pada kalian. Iya enggak? Boring kan? Makanya sekarang saya saya akan langsung berpindah pada keuntungan menggunakan vapor di pandang dari sisi seorang wanita bukan penyuka rokok.

Pertama saya akan mengatakan bahwa vapor adalah pengganti rokok yang sangat ramah lingkungan.

I know vapor asapnya gila, banyak dan tebal bahkan jika di alay kan, bisa mengalahkan asap kapal pesiar. . . but guys, asap vapor, tidak seperti asap rokok, mereka cepat menghilang, karena pada dasarnya mereka adalah uap. Menurut Mohammad Ihrom Zain dari kompasiana, uap adalah wujud benda pada temperatur kamar bukan berupa gas namun masih padat/cair. Sedangkan asap adalah dispersi (campuran) antara fase gas dan fase padat.

Intinya, uap itu adalah gas yang jika pada temperatur kamar (tidak di panaskan), akan berbentuk cair/padat. Misal: air.

Sedangkan asap adalah gas yang sebetulnya masih menyimpan padatan secara sembunyi-sembunyi. . . Contoh: asap rokok.

Yang paling mudah bereaksi dengan udara yang mana coba? Gas apa dispersi gas dan badatan? Tentu saja gas!

So, sekali pun asap vapor terkesan lebih tebal daripada asap rokok, tapi asap vapor akan lebih mudah menghilang juga.

Selain cepat menghilang dan tidak membuat sesak, asap vapor juga tidak seperti asap rokok yang iew, mereka wangi dan somehow akan sering membuat kalian ingin mencicipi nya (atau si mulut yang sedang menghisap vapor itu). . .vapor punya banyak rasa menarik lho^^

Ricky Marwan, pemilik blog You Must Know juga ada merangkum beberapa keuntungan dan kerugian menghisap vapor. Andrie Bishop dalam Bishopnet juga menguraikan cukup banyak kelebihan vapor. Kalian bisa baca sendiri.

KELEMAHAN:

Tidak ada yang sempurna kecuali sang pencipta. Setelah di atas tadi sudah dijejerkan barisan-barisan kelebihan vapor, sekarang mari kita berpindah pada barisan kekurangannya.

Vapor akan menambah bayaran listrik. I mean, satu chargeran bertambah. hi hi hi hi

Harga vapor juga tidak bisa di bilang murah. Untuk mendapatkan sebuah vapor yang siap hisap kalian setidaknya harus menyediakan uang sekitar satu juta (ini yang termurah).

Sebuah mod termurah berkisar antara 600-650 ribu rupiah. Kemudian tank termurah harganya sekitar 300 ribu. Battery termurah ada 100 ribu. Dan liquid termurah ada 100 ribu per 10 ml nya.

Hitung saja sendiri! Itu yang murah ya. . . jadi jika kalian menuruti saran untuk membeli hadiah vapor untuk pacar perokok kalian seperti yang saya tulis dalam Tips Membuat Pacar Berhenti Merokok (Dijamin!) ini kemarin, kalian setidaknya harus menyediakan satu juta rupiah girls. . .

Dan terakhir, vapor ini baru di temukan sekitar tahun 2003 lalu. Jadi pengguna vapor terlama adalah selama 13 tahun.  Sejauh ini selama 13 tahun mereka tidak mengalami apa-apa, tapi siapa tahu untuk 50 tahun. . .

But, di banding dengan yang sudah jelas mengandung lebih dari 1000 zat berbahaya (konvensional), saya pikir yang sudah 13 tahun di nikmati dan tak menimbulkan efek apa-apa sedikit lebih rasional, bukan?^^

Tips memilih vapor

Adapun sebelum mengeluarkan uang berjuta-juta untuk membeli vapor, saya sarankan kalian menjawab tiga pertanyaan di bawah ini terlebih dahulu:

1. Berapa budget kalian?

Kalau memang budget sedikit, untuk tahap awal, vapor murahan bukanlah pilihan yang buruk. I mean, tanya saja dengan pengguna-pengguna vapor sebelumnya, semurah-murahnya vapor, tidak ada yang rusak sebelum satu tahun setidaknya.

2. Apa yang lebih kamu pentingkan, rasa atau kepraktisan?

Kalau yang kalian pentingkan adalah rasa yang sedikit lebih kuat dan kalian rela tidak terlalu praktis, maka favor dengan tank RTA adalah yang recomendasi. Sedangkan jika kamu adalah tipe yang aduh males untuk ini itu, tentu saja RTA yang tinggal hisap dan isi sesekali adalah yang bijaksana.

3. Suka lupa ngecharge nggak?

Kalau kamu adalah tipe Fitzz (teman saya yang selalu lupa ngecharge di rumah), maka kamu kudu mencari favor dengan battery yang lumayan tinggi ya. I mean enggak seru banget kan, kalau harus charge setiap hari tapi ada kalanya kamu lupa dan malah nggak bisa ngevape?

Atau kamu juga bisa beli battery cadangan seperti yang di lakukan oleh ARL. Dia punya dua battery. . .

Tips tambahan:

Dengar-dengar mod elektrikal lebih bagus daripada yang mekanikal (harganya juga lebih bagus sih, ha ha).

Karena elektrikal memiliki chip pengontrol, jadinya penggunaan battery juga lebih irit dan terkontrol. Kemudian pembakaran nya juga jadi lebih terkontrol. I mean pengisapan yang kamu lakukan. Dengan mod elektrikal kamu dengan mudah bisa mengontrol “oh, sudah segini liquid yang masuk ke dalam tubuh saya”. Sedangkan tidak begitu dengan mod mekanikal.

KESIMPULAN

Vapor adalah pilihan bijaksana jika kamu ingin merokok, namun dengan resiko yang lebih rendah (baik bagi dirimu dan sekelilingmu). Dengan vapor juga, kamu bisa tetap mendapat gandengan seorang cewek yang anti cowoknya merokok. Dan yang pasti tetap ngebul. . . ^^

20160822_202704
Vapor nya kesayangan
ku dengan mod kecil dan tank yang satu lilitan

Ciao. . . semoga berguna. . . love, hug, and kisses, Vallendri Arnout xoxoxo

Advertisements

8 thoughts on “Apa Itu Vapor/Vape? Chit-Chat “All About Vaporizer” With Vallendri

  1. Sudah baca! Serasa baca skripsi men, tapi dengan bahasa santai (asyik kali ya kalo skripsi bisa kayak gini). Ini ngelakuin riset onlinenya komprehensif dan dalam banget pasti ya. Salut deh!

    Mungkin kelemahan harga vapor yang mahal itu sangat signifikan pengaruhnya terhadap pengguna vapor di Indonesia. Secara saya sampai sekarang nggak pernah ketemu orang ngerokok pake vape. Mungkin pernah, tapi ngiranya lagi make shisha atau inhaler wkwk. Ditambah lagi harga rokok kretek yang murah anjay sehingga penggemar rokok konvensional membanjir sampe sekarang

    Lalu untuk Indonesia sendiri belum ada regulasi yang melarang kan ya?

    Liked by 1 person

    1. Ha ha ha ha iya.. lol

      Iya padahal skripsinya sendiri belum jadi-jadi -_-

      Soalnya cowok saya make itu. Dan tentu saja dia sering di sekitar saya entah sampai kapan. So saya risetnya kudu dalem berhubung itu akan sangat mempengaruhi saya😅

      Mungkin memang pengaruh harga. Saya lihat sih rata-rata yang menengah ke atas juga yang nongkrong di toko vapor.🤔 Masih belum pernah nemu yang naik angkot. Rerata mobil. Naik motor pun masih belum nemu saya di toko itu.

      Dan iya.. belum ada larangan sih di Indonesia walaupun ada gosip-gosip bakal di larang gitu. He he

      Like

      1. Lol serius. Ha ha rata-rata pake mobil pribadi.. entah juga sih itu mobil sewaan atau begimana😂

        Well bukan gegara cowok bisa saya pastikan. Saya benar-benar mencari banyak argumen sebelum menarik kesimpulan.

        Saya lumayan self centered orangnya. Ha ha Jadi demi cowok nggak akan lah ngerubah pandangan. I love myself more😂 #aib

        Liked by 1 person

    1. Berdasarkan https://id.wikipedia.org/wiki/Rokok_elektronik (wiki, nggak meyakinkan sekali, tapi saya tidak mendapatkan sumber lain^^) saya menemukan bahwa ada beberapa negara memang ‘benar-benar’ melarang vapor, diantaranya Finland, NZ, Singapore, Panama, Australia dan Britan R.

      Sedangkan negara lain seperti Italia, Belanda, Denmark, Kanada, Brazil adalah negara yang mengijinkan konsumsi namun tidak untuk iklan nya.

      Dan ya, vaporizer memang mengandung bahan karsinogenik. Ofcourse 90% bahan makanan khususnya yang instant-instant jaman sekarang ya karsinogenik untuk penggunaan jangka waktu lama dan banyak.

      Tentang e-cigarrete, bahan yang paling karsinogenik di situ adalah nikotin. Tapi artikel http://www.healthnz.co.nz/ECigsExhaledSmoke.htm ini berpendapat bahwa kandungan nikotin di dalam e-cig masih dalam batas not harmful.

      Dan menurut jurnal http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2687081/ ini, nikotin dalam e-cig memang memberi efek addict, hanya saja setara dengan typical drugs yag banyak di temukan di makanan lain.

      Beralih ke http://ntr.oxfordjournals.org/content/early/2014/08/30/ntr.ntu176.short?rss=1 , ternyata mereka juga menyimpulkan bahwa e-cig liquid memiliki affordable risk.

      Artikel http://www.addictionjournal.org/press-releases/new-scientific-review-says-current-evidence-suggests-potential-benefits-of-e-cig juga berpendapat bahwa e-cig memang belum diketahui efek jangka panjangnya. Tapi di banding dengan rokok konvensional yang sudah jelas sekali?

      Jurnal http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0273230014002505 juga menyebutkan bahwa zat berbahaya dari vapor adalah 85% lebih rendah dari rokok konvensional.

      Lalu berdasarkan lima refferensi di atas, saya akan mengatakan :”Ya, e-cigar juga mengandung bahan kimia karsinogenik. Tapi banyak jurnal yang mengatakan itu masih dalam batas wajar (sama seperti zat karsinogenik pada makanan pada umumnya). Ya mengandung nikotin (opsional, tapi kebanyakan orang memilihnya), tapi dalam tingkat yang wajar dan bergeser satu angka di belakang koma jika di bandingkan dengan rokok konvensional. E-cigar juga tidak mengandung tar dan 4000 zat berbahaya lain seperti di pembakaran tembakau.”

      Jadi kesimpulan nya, setelah beberapa jam mencari bahan argumentasi, saya memutuskan untuk menolak pernyataan “11-12 aja sama rokok biasa”

      Tapi terimakasih sekali telah berpendapat. Saya sangat senang:) hi hi hi hi

      Like

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s