Berapa Lama Pria Harus Bertahan Di Atas Ranjang?

Hasil gambar untuk guy last in bed
www.kansascity-online.com

Entah bagaimana saya sepertinya merasa pernah menulis tentang ini di masa lalu. Tapi di mana? Kok saya cari-cari di arsip blog saya malah enggak ada? Ke mana dia menghilang? Apakah berbahasa Inggris? Tapi kok di cari pakai bahasa Inggris juga enggak ada.

Anyway kalau misalnya kalian yang sedang mengubek-ubek tulisan saya kebetulan menemukan artikel dengan topik yang sama persis seperti ini, silakan beritahu saya ya:)

Nah sekarang mari kita masuk pada pembicaraan yang sebenarnya!^^

Berapa lama sih seorang pria harus mempertahankan ereksi nya? Di menit ke berapa sih dia boleh orgasme? Berapa angka ideal nya? Apakah dia terlalu cepat? Atau malah terlalu lambat? Dll.

Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang jawabannya (tentu saja dari sudut pandang saya ya) akan ada di sini.

Pertama sebelum lebih jauh ke pertanyaan-pertanyaan di atas, saya akan kembali mengajak reader(s) sekalian untuk menengok salah satu tulisan saya tentang What the Reason You Want to Have Sex?

Ok, setelah atau pun jika kalian malas membacanya, saya tetap menuntut jawaban. Apa alasan kalian berhubungan badan?

Apakah demi cinta dan tidak mempedulikan kepuasan seperti teman saya yang saya ceritakan di tulisan itu? (Tuh kan kalau enggak baca jadi enggak tau cerita yang lagi saya bicarakan^^ #abaikan)

Atau, seperti saya yang melakukannya untuk atau pun tidak cinta, tapi wajib kudu harus disertai kepuasan juga.

Berhubung tulisan ini di buat dari sudut pandang saya, jadi ya saya mengabaikan alasan teman saya dan alasan sejenis lain yang kurang lebih sama dengan itu ya. . . afwan jiddan a.k.a sorry beud:)

Yang saya maksud dengan kepuasan di sini adalah orgasme ya teman-teman semua. . . jadi kenikmatan di tengah-tengah pre orgasme sudah tidak usah dipertanyakan lagi.

Jadi kesimpulan pertama adalah: tidak peduli seberapa lama seorang pria bisa mempertahankan ereksinya, yang pasti dia wajib kudu harus bisa membuat si wanita orgasme!

Intermezo:  Jika kalian pernah menanyakan Apakah Ukuran Penis Menentukan Performa? kalian bisa mendengar jawaban dari sudut pandang saya di Sometime I Prefer The ‘Tiny’ One

Oke lanjut. . . *efek takut digebrak kalo kebanyakan intermezo*

Kedua setelah mengetahui apa sih tujuan seks itu pada hakikatnya, dalam rangka menjawab pertanyaan di atas, kita perlu menelisik lebih jauh tentang “bagaimana sih mendapatkan kepuasan yang dibicarakan sebelumnya itu?”

Jika kalian pernah berhubungan seks sebelumnya, atau setidaknya membaca tulisan saya yang Sometime I Prefer The ‘Tiny’ One ini, kalian pasti sudah mengetahui bahwa untuk mendapatkan kepuasan tentu saja tidak hanya dengan penetrasi alias memakai ereksi pria.

Ada yang namanya foreplay. Dan jika pasangan kamu adalah pasangan yang bisa menikmati dirinya sampai ke titik maksimun, sering kali dia akan mengalami orgasme pertama di foreplay. And you know what, setelah orgasme pertama, kalau dia tidak langsung terlalu lemas dan tertidur, maka dia tidak akan mampu menahan terlalu jauh untuk orgasme yang kedua dan seterusnya. Its a women secret. *wink*

So kesimpulan kedua adalah: bahkan tanpa menggunakan si mister P, kamu juga sudah bisa membuat dia mencapai puncak kenikmatan.

Ketiga, setelah tahu bahwa tujuan seks adalah orgasme dan orgasme bisa di lakukan tanpa penetrasi, mungkin diantara kamu yang bahkan sulit untuk memulai permainan akan berkata “Ah ya sudahlah kalau begitu. Saya enggak bangun juga enggak masalah yang penting jari, bibir, dan lidah saya ahli.”

NO NO NO NO bukan begitu maksud saya.

Orgasme dari yang bukan penetrasi itu bagi seorang perempuan bisa di ibaratkan sebagai Kate Spade KW Super. Sedangkan orgasme dari penetrasi itu Kate Spade asli nya.

Nah pertanyaannya adalah: apakah Kate Spade KW Super adalah barang buangan dan tidak layak pakai? Tidak! Layak pakai sekali dan kadang sulit di bedakan saking tinggi KW nya. Tapi, Kate Spade yang asli nya sih lebih afdol lagi.

Jadi kita mendapat kesimpulan lain bahwa sekali pun orgasme tidak musti dari penetrasi, tapi orgasme dari penetrasi justru lebih di sukai.

Nah sekarang kita coba bahas tentang berapa lama sih seorang pria harus mempertahankan ereksi nya? Di menit ke berapa sih dia boleh orgasme? Berapa angka ideal nya? BERAPA?!!!^^

Ini kembali lagi ke pasangan yang sedang bersama kalian saat ini. Itulah gunanya Tuhan menciptakan mulut. Selain buat ngasih oral makan, tentunya buat berkomunikasi kan? Er, buat mendesah juga vital sih. (Baca kenapa dan seberapa pentingnya mengeluarkan suara desahan sewaktu melakukan hubungan seks)

Tanya ke dia tentang seberapa sering dia ingin orgasme. Apakah dia sudah atau belum sampai ke sana. Apakah dia ingin berbarengan atau bagaimana. . . Tanya semua itu.

Kalau menurut seorang Vallendri sih wanita kadang suka dan fine sampai empat kali orgasme (termasuk orgasme saat foreplay).

Kemudian tergantung bagaimana cara kamu memuaskan dia, seorang wanita bisa orgasme dalam satu menit penetrasi jika memang ‘kena’.

Yah, itu kembali lagi tergantung dengan si partner kamu masing-masing.

Adapun untuk rentang yang akan saya rekomendasikan adalah minimal 10 menit dan maksimal 30 menit.

Setelah melihat rentang yang saya berikan itu, pasti ada diantara kamu yang bertanya bagaimana bisa saya membuat rentan itu. Apa landasan logis dan kuat nya?

Tidak ada landasan kuat dan scientific sih, hanya landasan ego dan sedikit pengalaman saja.

Apa masalahnya jika kurang dari 10 menit?

Jika kurang dari 10 menit, sekali pun sudah orgasme, biasanya masih belum terlalu capek dan lemas, jadi masih. . . *ehem*

Lalu bagaimana dengan yang lebih dari 30 menit?

Terlalu lama juga akan jadi membosankan. Dan asal tahu saja, orgasme lebih dari empat kali akan membuat badan remuk besok pagi nya. . . So, yeah. . . no thank you!!!^^

Anyway, setelah sekian panjang kita sudah berbicara, saya ingin mengatakan pada kamu-kamu yang kebetulan memiliki masalah dengan ini (early e), jangan berkecil hati, semua itu bisa diperbaiki dan akan membaik dengan usaha.

Dan daripada mengukur-ukur dan menebak-nebak serta fokus pada timing, kenapa tidak fokus saja untuk saling menikmati? Kan seperti saya katakan di kolom komentar tulisan (Cer-bung) One Night Stand: Chapter 2 ini, inti dari semuanya bukan lagi di waktu, tapi di pencapaian kenikmatan dari hubungan tersebut bagaimana.

Nah guys. . . itu pendapat saya. . . apa pendapat kamu?:)

Advertisements

32 thoughts on “Berapa Lama Pria Harus Bertahan Di Atas Ranjang?

  1. Berapa lama menurut saya ituuu???
    Ga tau sih huahahaha, tapi ya klo di bayangan saya itu kayaknya ga usah kelamaan juga.
    Bukannnya cape gitu ya? Ada yang bilang bs bikin ngosh2an semacam org lagi lari. Wkwkwkwkw. Bener ga sih?!

    Liked by 2 people

      1. Ha ha ha ha haruskah? lol *mikirkeras*

        Uhm,, yeah bisa sih dikasitau sebagai bekal ke masa selanjutnya, sing penting ada bimbingan dari yang ngerti dan ada diskusi supaya si anak/remaja tidak mengartikan dan menginterpretasikannya dengan cara yang salah. . .

        I mean sebelum remaja mengenal ini mereka tentu harus di belakali dengan pengetahuan akan consent dan kondom dan lain-lain. . . #apasihmulaingawur

        Like

    1. Ha ha ha ha *kedipbalik*

      Uhm, , , gimana ya, , , saya juga belum pernah hamil (not that saya pengen di waktu dekat ini), jadi agak janggal kalau saya bikin artikel gitu.

      But akan saya usahakan. I mean mungkin saya akan share pengalaman tante saya yang hamil setelah 8 tahun menikah, or usaha sepupu saya yang kemana-mana dan ujung-ujungnya berhasil setelah 3 tahun.. Oke, masuk draft. . .^^

      Wait dengan sabar ya:) *both artikel saya dan baby nya*

      Uhm,,, mbak Ida juga belum jadi nih masalah request artikel golongan darah A^^

      Like

      1. Nah, itu dia maksud aku, sapa tau usahanya bisa aku tiru, aku udah 2,5thn lum dikasih momongan, udah ke dokter tp brenti tengah jln krn udah keluar uang banyak tp lum hamil2 huhuhu..

        Oke deh Vall,ditunggu postingan berikutnya.. udah bnyk yg request ya, ngantri nih kayaknya 😆😆

        Tp gpp deh aku tunggu 😙😙😙

        Liked by 1 person

      2. Iya juga sih. . . minta aku mosting sesuatu bukan berarti minta itu harus murni kisah dan pemikiran pribadi aku #kadagpeak

        Mungkin kamu udah bosen denger ini tapi aku bakal tetep bilang “sabar ya, terus berdoa dan berusaha, pasti dapet nantinya.^^” *yakin*

        He he he he makasih ya udah mau nungguin sampe ngantri^^ #makinalay #digeplak

        Like

      1. hmmm.. kalau dulu, saat aku udah orgasme. istri menaikkan kakinya ke tembok sambil tiduran. biar spermanya tidak tumpah, sekitar 15 menit lah..
        jadi pejuang sperma tetap berjumlah 30juta yang bersaing secara sehat untuk bisa mencapai si Ovum itu..
        hehehe
        saran aja, jangan melakukan hubungan saat salah satu tidak dalam kondisi prima. begitu jg dengan hati. hati yang bersih, pikiran yang bersih dan cinta yang suci..
        wah, lebay juga lama-lama

        Liked by 1 person

      2. nah tu udah tau…
        Sama halnya rezeki, jodoh dan mati..
        jumlah anak juga udah takdir yang tak bisa dirubah manusia mbak..
        tinggal minta aja biar dicepetin…
        ikhtiar kan udah..
        tinggal pasrahnya aja

        Liked by 1 person

      1. Makanya. . . sekalipun bukan segalanya, itu tetap harus sangat di perhatikan.

        Itu yang sedikit membuat aku semakin bingung dengan wanita-wanita yang menikahi kakek-kakek atau om om bantet pendek tua.. emang kuat? LOL. . .

        Liked by 1 person

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s