Kekenyangan Di Momo Milk Teras Yasmin (#1)

Hasil gambar untuk momo milk
www.tripadvisor.co.id

Jika kalian ada membaca salah satu tulisan saya yang berjudul Things To Do Before 2017, maka kalian akan tahu bahwa sebelum 2016 berakhir, saya harapannya sudah berhasil mengunjungi 20 restoran/tempat makan yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya (sekali pun hanya beda cabang yang penting beda) dan menuliskannya di blog ini.

Nah,  supaya nanti enggak kelabakan di ujung-ujung, saya inisiatif untuk mulai menuliskannya dari sekarang.

Tempat makan baru yang pertama saya kunjungi setelah menulis tulisan di atas adalah Momo Milk di Teras Yasmin (ada sih pas Minggu juga makan keluar, tapi enggak ke tempat baru *rolling eyes* jadi enggak bisa dimasukkan). Oleh karena itu baru Momo Milk Teras Yasmin inilah yang saya beri #1.

Nah ceritanya saya sama ARL kan sedang ada sedikit clash kemarin Minggu. Pokoknya setelah melalui banyak drama lengkap dengan klimaks yang mengerikan (kemungkinan perpisahan) akhirnya kami memutuskan bahwa kami masih ‘belum siap untuk berpisah’.

Ya, berbaikan dong kalau belum siap berpisah.

Tapi kok kayak enggak pas aja rasanya kalau berbaikan nya itu di handphone. Iya serius enggak pas banget sekali pun berantem nya ya lewat handphone. *nyengir*

Begitulah akhirnya kami memutuskan untuk bertemu, dan mengingat itu weekday (ARL tentu saja bekerja besoknya), kami tidak bisa bermalam atau pun bertemu di tempat yang jauh dong! Maka diputuskan lah tempat yang tepat dan dekat dari kami berdua adalah di Starbuck Teras Yasmin (tempat nongkrong pas minggu kemarin nya).

Singkat cerita pas sampai di Starbuck, pengunjung sedang banyak-banyaknya, dan kami tidak kebagian kursi pemirsa.

Lalu bagaimana? Oh thanks God itu semacam kompleks tempat makan (enggak bisa di bilang foodcourt sih soalnya tempatnya masing-masing, hanya saja satu gedung). Jadi kami masih memiliki pilihan tanpa perlu menyalakan mobil lagi.

Ba bi bu ba bi bu akhirnya pilihan jatuh pada Momo Milk! *yaiy* *claps*

Setelah kibas rambut sambil bilang “Huh, kamu enggak menunggu aku dan menyediakan tempat dengan setia, kamu pikir aku bakal setia juga?” ke Starbuck, saya langsung naik ke atas dan menuju Momo Milk.

Uhm, kesan pertama, saya merasa tempat itu lumayan kosong, apalagi jika dibandingkan dengan tetangganya yang di bawah. Ada apa? Tempatnya juga enggak terlalu mengundang. I mean, yeah, bagaimana mau mengundang saat ada tisu kotor menabrak kaki saya pas pertama menginjak area nya?

Tapi dengan pemikiran “di banding baso yang di sebelah enggak ada smoking area, terus tempat sebelah nya ‘fFood Paradise’ juga sudah crowded banget, duduk aja lah jangan bawel yang penting enggak ada tisu kotor di atas meja nya nanti” saya tetap saja masuk ke dalam.

Setelah masuk cakep kok ternyata! Iya cakep, lihat aja gambar amatir yang saya ambil memakai handphone amatir saya di bawah ini:

20160927_201659
Our table, sorry for the low quality^^

Duduk di meja dengan tiga kursi dan mepet ke dinding itu, saya mulai relax dan menunggu ARL yang sedang macet di jalan.

Bogor always macet gaes, so kalau janjian bakalan susah buat sama-sama sampai di jam yang di sepakati.-_-

20160927_195136
Kondisi jalanan dari arah saya

I know, menempuh macet yang seperti itu pasti bikin stres. Makanya as soon as saya melihat buku menu, saya langsung memesan segelas cokelat untuk menurunkan kadar stres.

Tadang!!!

20160927_202529
Hesley Milkshake Chocholate by Momo Barn

Oh, tambah stres dong pas icip-icip minumnya. . .

Kenapa? Karena Hesley Milkshake Chocholate ini sepertinya diciptakan khusus buat orang-orang pahit. Yang sudah manis maksimal sejak lahir seperti saya enggak bakalan suka soalnya kemanisan.

Tapi berhubung setelah ARL datang kita memesan makanan yang pedas-pedas, akhirnya habis juga si Milkshake Over Manis Menurut Vallendri di atas.

20160927_204905
Dinner with my special guy^^

Untuk main course saya memesan Nasi Goreng Pedas (yang super pedas ternyata!) dan camilan Chicken Wings, ARL memesan Rice With Smoked Beef and Scramble Egg plus Chocholate Coffee.

Simpel sekali, tapi memang tidak ada terlalu banyak pilihan sih untuk makanan. Khususnya yang di cabang ini. Saya lihat di internet, di cabang lain lumayan lengkap kok sebenarnya.

Sekarang waktunya kita melakukan penilaian manjah. . . Saya akan memberikan beberapa komentar lengkap dengan nilai berupa angka yang rentang nya 1-10, di mana 1 artinya sangat tidak enak dan 10 artinya sangat luar biasa enak.

Pertama untuk nasi goreng super pedas nya saya akan memberikan nilai 6. Kenapa kok 6 padahal habis-habis saja tuh saya makannya kemaren?

Karena terlalu pedas saya jadi bingung dan lupa bagaimana rasa nasi goreng nya. Ha ha. Yang pasti rasa pedas kan ahli sekali tuh merangsang seseorang agar terus dan terus menyendok tanpa henti. Ya habis lah! Tapi serius, saya tahu tempat nasi goreng lain yang lebih enak dan pastinya lebih murah juga :p

Lalu beralih ke piring si ARL, saya enggak ada mencicipi tapi saya juga dengan songongnya akan memberikan nilai 6 lagi untuk rice with smoked beef. Kenapa lagi sih padahal saya enggak ada nyicip dan dia juga menghabiskannya?

Jawabannya adalah karena ARL selalu menghabiskan makanan, itu pertama. Kedua dia saat itu sedang sangat lapar ya tentu saja dia akan menghabiskannya. Ketiga, di saat makan dia ada beberapa kali mengeluhkan “Mana beef nya sih? Kok omelet doang” yang lama-lama dia jawab sendiri dengan “Oh, ini” sambil menyendok seujung sendok kecil beef.

Kemudian untuk Chocholate Coffee nya ARL yang sempat saya cicipi juga saya akan memberikan nilai 7, satu angka dari Hesley Chocholate Milkshake saya yang bernilai 6. Kalian tentunya sudah tahu kenapa minuman saya hanya bernilai enam, itu karena kadar manis berlebih nya. Sedangkan minuman ARL hanya 7 karena sekali pun tidak kemanisan tapi menurut saya untuk ukuran kopi itu kurang pahit.

Iya, tambah sedikit lagi kopi nya pasti sempurna. I mean harum nya sudah oke, rasa cokelat nya juga sudah oke, tinggal rasa kopi nya yang kalah.

Dan kemudian untuk camilan chicken wings yang tidak sempat saya foto karena datang setelah kami hampir selesai makan, saya akan memberikan nilai 4.

Empat untuk porsi nya yang hanya tiga buah sayap. Empat untuk ayam nya yang menurut saya agak sedikit amis. Empat untuk saus nya yang tidak seperti yang saya harapkan. Iya, saya hanya akan memberikan nilai empat untuk mereka semua!

Ok, finish untuk urusan main course, saya kecewa lagi karena Momo Milk tidak menyediakan Ice Cream atau dessert lainnya selain lagi-lagi minuman. Ada sih pancake atau roti. Tapi kan itu tidak sepenuhnya dessert. Cuman gegara manis doang makanya bisa dijadikan dessert. Padahal aslinya mah mereka terlalu berat untuk dessert.

So, akhirnya kami mengobrol sekali lagi di temani oleh gentong minuman instead of dessert seperti yang biasanya.

20160927_211924
Banana Coffee and Taro Fresh Milk

Bebeb saya dengan banana coffee nya yang menurut saya lumayan enak dan oke lah di berikan 8. Sedangkan saya cukup berbahagia lah dengan minuman manis lain yang nilainya masih 6. For God’s sake saya pikir awalnya fresh milk ini lebih ke rasa plain ya, tapi full of sugar too ternyata. Oh, ya sudahlah.

But over all, lumayan lah Momo Milk Teras Yasmin. Selain dekat baik dari Taman Cimanggu maupun Dramaga, tempatnya juga tidak sebegitu buruk.

Parkir luas dan gratis, terdapat banyak tempat makan lain juga kalau tiba-tiba berubah pikiran tidak mau menyusu, plus ada life musik di hari tertentu (kalau di lihat dari alat musik yang ada di sana ya), yeah, recommended lah ya!^^

#27september2016

#thingstodobefore2017

#momomilk

#terasyasmin

#jalanjalanbogor

#jajanasyik

#2016bucketlist

Kebanyakan tag ya? ha ha Whatever lagi alay derajat parah sekarang :p

Terakhir saya akan mengatakan bahwa saya akan sangat senang jika ada diantara kamu yang mau share pengalaman seru kamu saat makan di Momo Milk Taman Yasmin (atau cabang lain juga lah). . . Please share di kolom komentar ya:)^^

Advertisements

10 thoughts on “Kekenyangan Di Momo Milk Teras Yasmin (#1)

      1. Ohh bukan ternyata.. Tadi gak sengaja lewat.. Iya ini mah yg pinggiran ama dominos yah.. Belum pernah aku masuk sini. Btw kalau ke fun buble.. Eh apa ya namanya.. Pokoknya ada buble2nya gtu deh namanya, pernah gak? Lucu tuh konsepnya..

        Liked by 1 person

      2. Iya.. ini yang di atasnya dominos.. he he

        Mas dikdik di Bogor ya?

        Pernah aku ke fat buble..

        Uhm, manurut aku sih gak segitu wah seperti yang digembargemborkan instagram.. (atau bisikan teman-teman) ha ha biasa aja Mas.. tar deh aku tulisin.. mas dikdik sendiri udah?

        Like

  1. Hihihi, aq belum pernah ke momomilk padahal kenal sama salah satu ownernya *well itu krn kakanya teman saya. Wkwkwwkwk.
    Yg pny momomilk lulusan IPB dan masih muda,hebat ya masih muda dan berbakat dalam bisnis.

    Liked by 1 person

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s