Cara Membuat Mantan Menyesal Sudah Memutuskan Kamu

Sejak masih menyandang gelar teen, sampai sekarang sudah kepala tiga, dia adalah cowok yang selalu ada di dekat kamu.

Dia yang setiap pagi muncul dengan ucapan selamat pagi dan kata-kata semangat pendukung untuk kamu melalui hari.

Bersama dia kamu selalu merasa aman, nyaman, dan tenteram serta tak pernah kekurangan satu apa pun.

Saat kamu sedang sedih, dia akan ada di sana dengan guyonan dan tampang badut nya. Saat kamu sedang pusing akan sesuatu, dia juga ada di sana dengan kepala bohlam nya. Saat orang tua mu menanyakan kejelasan masa depan percintaan kamu, dia tetiba muncul dengan baju batik dan celana bahan nya serta membuat mama kamu senyam-senyum tidak seperti biasa.

Oh, dia adalah dunia indah kamu. Dia adalah mimpi kamu yang menjadi nyata. Sampai suatu saat. . . di siang yang kelabu ada notification dari facebook yang mengatakan bahwa dia mengirimkan sesuatu ke dinding kamu.

Well, dengan senangnya kamu akan berpikir bahwa di sana akan ada video dia yang sedang berlutut di halaman monas yang sudah dihiasi dengan jutaan mawar, sambil membuka kotak cincin dan diiringi dengan backsong “Marry Me” nya Jason Derulo.

But the fact is:

Gw gatau musti mulai darimana. Ini sebenernya bukan yang gw pengen. Gw selalu memimpikan masa depan yang indah bareng lu. Hanya saja nyokap bener-bener nggak ngijinin gw pacaran sambil kuliah. Ya, mau apa lagi? Gw rasa sekarang lebih baik kita PUTUS.

Ha ha I know, I know, its tragic. Like super tragic. Mulai dari fakta bahwa dia sudah menggunakan panggilan “Gw-elu”, lalu alasan dia sangat absurd-mainstream-parah itu, kemudian bagaimana dia tega musti harus mengcapslock-bold-italic kata-kata menyakitkan itu seakan kamu tidak cukup sakit saja saat itu di tulis biasa dan dalam font terkecil. And, we not ever talk about how its feel being dumped on media social where’s all people in the world would know and pity or even laugh at your life.

Apakah kamu merasa itu tidak adil? Apakah kamu merasa bahwa kenyataan sangat pahit? Apakah kamu ingin protes pada dunia? Silakan! Tapi truth is ugly, dan itulah mengapa mereka di namakan truth.

Atau mungkin kamu lebih memilih diam di pojok kamar sambil meratap menyesali segala yang sudah terjadi,bla bla bla. Terserah! Tapi ketahuilah bahwa kamu tidak seharusnya menyesal sudah menyia-nyiakan waktu kamu bersama dia. Kenapa? Itu karena kamu memiliki lima alasan untuk tidak menyesal telah bertemu orang yang salah ini tentu saja.^^

No no no no! Dont tell me that kamu memilih minum spiritus dan nyemil anti nyamuk bakar! Ketahuilah fenomena pria dan wanita pasca putus ini untuk menyadari bahwa sebentar lagi saja kamu sudah tidak akan mengerti kenapa kamu pernah berpikir seperti itu!^^

Kalau saya sih merekomendasikan kamu untuk mengikuti tips bagaimana membuat mantan menyesal telah mutusin kamu seperti yang di bawah ini: :p

1. Jadi lebih cantik

Mungkin salah satu alasan kenapa dia mutusin kamu adalah karena semakin lama semakin kesini kamu jadi terlalu kucel dan berantakan sehingga kadang dia susah membedakan kamu atau pembantu kamu yang habis masak.

Nah bagaimana dengan menunjukkan pada dia bahwa jika kamu mau, kamu juga bisa kok tampil cantik dan trendi. Tunjukkan pada dia bahwa kamu bisa kok mengalihkan dunia seseorang dengan senyum kamu. Bagaimana?

Walaupun kamu tidak mengetahui dan melihat dengan mata kamu sendiri, dia pasti memiliki saat di mana dia akan merasa “oh God” saat temannya berkata “Eh ini mantan lu bukan? Cakep banget sekarang jir! Kenapa lu putusin si?” sambil menampakkan foto kamu di IG yang sudah mendapat 10.000 likes.

Dan dia hanya akan. . . “Hmm,,,”

2. Jadi lebih baik

Selain menjadi lebih cantik, kamu juga perlu menjadi lebih baik. I mean daripada dia mendapat info bahwa kamu sedang di panggil ke ruang dosen gegara IPK kamu turun sekali pasca putus, kamu tentu lebih suka kalau dia mendengar info bahwa PKM yang kamu pimpin lulus ke PIMNAS kan?

I mean secara tidak langsung kamu telah mengirimkan ucapan “Thanks, berkat kita putus, aku jadi berhasil mempergunakan waktu ku untuk hal yang lebih produktif!”

3. Jadi lebih religius

Tidak bisa di pungkiri bahwa ‘menjadi lebih religius’ di Indonesia bisa membuat seseorang iri setengah mampus. I mean ini tidak akan berlaku untuk sebagian besar mantan bule kamu ya, soalnya mereka juga sebagian besar nggak punya agama or dont care sama agama:)

Tapi saat tiba-tiba kamu dapat hidayah dan langsung tutup aurat setelah putus sama pacar Indonesia kamu, beuh, dijamin deh ada penyesalan di hati dia!

4. Jadi lebih ceria

Ciyus deh girls, waktu putus kalian ada rasa kayak pengen tau dia sesedih apa nggak sih?

Iya! Kayak semacam rasa kepo untuk mengetahui berapa tisyu yang dia habiskan, seberapa banyak dia minum, seberapa ngebut dia buat ngehilangin pikiran dia, bla bla bla. . .

Nah ternyata cowok juga begintong!^^

Coba deh puasin rasa kepo dia dengan menunjukkan bahwa instead of menangis, kemaren kamu having fun.

Kayak foto di atas lho, maybe nongkrong di kapal dengan bikini dan kacamata hitam^^
Ha! Potong jari Inces kalo dia nggak punya rasa “pang penyesalan atau paling enggak kaget!”

5. Move on

Ini sadis nih! Tapi harus! Kalau susah, ada baiknya kamu cuz dulu ke tulisan Susah Move On? Ikuti 10 Tips Briliant Ini!

Seperti yang sudah kita tahu dari  fenomena pria dan wanita pasca putus, dalam beberapa waktu ke depan, seorang pria akan kembali memikirkan tentang si mantan.

Nah, sekalipun biasanya banyak ceweknya sudah move on di titik ini, tapi lebih banyak lagi yang masih belum.

Kamu masuk yang mana? Yang sudah move on dong ya! Kan katanya mau bikin sang mantan menyesal?^^

Itu dia guys sedikit tips dari saya. Semoga berguna dan jangan lupa like, share dan komentar ya:)

Advertisements

5 thoughts on “Cara Membuat Mantan Menyesal Sudah Memutuskan Kamu

  1. winona571

    Hahaha… Yang nomer 3… Iya… nggak berlaku di sini. Tapi kalau aku loh yaaa… ehm, masih doa in si S. Bukan buat balikan… Tapi masalah dalam hidup dia yang berat itu. Mungkin dari apa yang terjadi, aku mulai paham… knp hal itu terjadi sama dia. Karakter dia gitu sih… Tapi karena kmrn bubarnya krn “beda konsep” jadi akunya ga salahin dia… tetap sih, sebagai sesama manusia dia layak didoakan. 🙂

    Yang nomer 4, entah knp… aku juga tahu kalau beberapa kali dia intip social media dan akunku. Hahaha… makanya yang di posting foto2 liburan ke Eropa timur aja kmrn… Kalau di sosmed sih, diriku nggak nampak sedih sama sekali…

    Like

    1. Ah baru sadar bahwa selama ini aku nggak pernah ngedoain siapapun selain aku, mama, papa sama adek. 😶 Boro-boro mantan.😫

      Bertanya-tanya pasti si S. . . Ha ha. But lebih baik lah daripada sok galau wong memperbaiki aja enggak.😅

      Liked by 1 person

      1. winona571

        Karena, sblm ketemu S pernah doa, supaya kalau ada orang yang butuh di doakan di Leuven, diriku diberi tahu… 🙂 Memang ada sedikit rasa sedih, waktu bubar kmrn. Cuma kalau diingat2… bisa jadi, aku diizinkan dekat sama S karena S adalah orang yang butuh di doakan tadi.
        Well… setidaknya… pernah menikmati masa2 menyenangkan juga kan sama S? pray for him? why not? 😛

        Liked by 1 person

      2. He he he he Kezia aktif pelayanan tho. . . Semangat ya😇 . . *sambil nanya “kapan kamu?” ke diri sendiri*

        Mengenai mendoakan dia.. memang mengapa tidak. Bagus malah. Saling mendoakan dan mengasihi memang apa yang Bapa kehendaki, kan 🤗

        Like

      3. winona571

        Sekolah minggu sama doa sih. Hahaha… Makanya nggak masalah dengan “masa lalu” S, karena diriku guru sekolah minggu. Suka anak – anak.
        Cuma iyaaa…. berada di sini, jalin hubungan dengan orang sini, dengan backgroundku… ada sedikit hal yang saat ini aku masih berjuang juga “menyeimbangkan” batasan. If you know what I mean… Karena ini Eropa, bukan US. Hahaha… 😛

        Like

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s