Saat Yang Kita Tulis Bukanlah Ide Asli . . .

Hasil gambar untuk plagiat
www.bascommetro.com

Mendapat penghasilan tambahan hanya dengan ongkang-ongkang di rumah bersama komputer tercinta, siapa yang tidak mau? Semua orang tentu saja langsung berdiri telinganya.

Well, kalau mau, menulis saja di blog! Sambil menyalurkan hobi, menghabiskan waktu, kalau tulisanmu viral, bisa mendatangkan uang lho!

Iya, kalau viral!

Nah membuat viral ini tentu saja tidak mudah. Kalau mudah, ya semua orang akan beralih profesi untuk jadi penulis blog dong!

Tahu tidak mudah seharusnya membuat kita lebih bersabar dan memberikan usaha yang lebih banyak kan ya? Tapi malah banyak yang berpikir pengin instant. Pengin cepat terkenal biar bisa pasang adsense. Pengin ini dan itu supaya cepat banyak yang mempercayakan endorse.

Ah, mana ada yang bisa punya ide bagus dan menulis dengan brilian saat dia sedang di kejar target? Mana ada yang instant-instant bisa maksimal? Dan itu dia salah satu ambisi yang menyebabkan plagiat. Akhirnya karena enggak bisa sendiri, dia jadi serakah dan mengambil ide orang lain.

Ok I know, susah lah mencari ide yang benar-benar asli. Sebuah ide pasti lah terinspirasi dari ide-ide terdahulu.

But yang diizinkan itu hanya “terinspirasi” saja ya guys. Jangan tiru semuanya dari A sampai Z.

Kalau pakai landasan artikel orang lain ya please ganti lah kata-katanya pakai kata-kata kamu sendiri. Remake masih wajar kok.

Tapi kalau memang kamu sama sekali buntu dalam menulis, bahkan buntu untuk meremake, ya bagaimana bisa punya mimpi besar untuk menulis?

Uhm kalau tetat kukuh pengin punya blog tapi enggak ada kemampuan menulis sama sekali, mungkin kamu juga bisa silakan reblog dari sana sini aja. But kalau copy paste pastikan kamu memberi credit untuk si penulis asli.

Menulis itu enggak segampang itu juga guys. Butuh membuat draft dan rancangan akan bagaimana nantinya, butuh mendalami materi sejenis supaya tulisan itu tidak murni menyesatkan para pembaca, perlu mengorbankan waktu tentu saja (sekali pun bagi sebagian orang, contohnya saya, tidak merasa bahwa waktu untuk menulis adalah waktu yang dikorbankan),  yeah, menulis bukan hanya seperti membalikkan telapak tangan.

Coba saja sesekali kamu memakai sepatu penulis yang sudah kamu copy paste dengan sembarangan itu. Bagaimana kira-kira perasaannya? Apakah akan senang? Kecewa? Ya, punya jawaban masing-masing lah ya. . .

So bagaimana kalau dari sekarang marilah kita mengurangi budaya plagiat yang sudah booming ini?

Danke:)

Advertisements

8 thoughts on “Saat Yang Kita Tulis Bukanlah Ide Asli . . .

  1. Sekarang udah ada DMCA. Klo ada tulisan yg di plagiat bisa langsung dilaporin. Ntar pemilik blog dapat peringatan untuk segera menghapus konten yg terindikasi plagiat atau blognya bakalan di hapus dari hasil pencarian om Google. Terima kasih.

    Liked by 1 person

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s