Aku Ingin Sendiri

Senin 24 Oktober 2016.

Masih belum ada panggilan apapun untuk wawancara ku kemarin Kamis 20 Oktober 2016.

Apa yang aku rasakan? Aku takut. Aku khawatir. Aku tidak bisa mengalihkan pikiranku dari situ.

ARL bilang “Nikmati saja. Itu baru wawancara pertama ku. Gagal bukan berarti aku tidak akan mendapatkan pekerjaan seperti itu. Aku hanya perlu mencoba lagi.”

Apa? Nikmati sebuah kegagalan? Aku tidak suka menikmati kegagalan. Bukan itu kalimat yang aku inginkan untuk dia katakan.

Aku ingin dia mengatakan “Kerja bagus. Kamu sudah melakukan yang terbaik. Mereka sendiri yang akan rugi jika menolak kamu. Kamu adalah yang terbaik.”

Aku ingin sebuah dukungan. Aku ingin hal yang seperti itu. Aku ingin dia memupuk jiwa optimis ku.

Tapi apa? Yang dia ungkapkan adalah “Penyabar dan penyemangat untuk wawancara selanjutnya.”😒

Dia tidak mempercayaiku. Dia tidak mempercayai bahwa aku akan mendapatkan pekerjaan itu.

Dan aku menahannya. Aku menahan semua itu dan tidak meledak. Aku menyembunyikan sakitku. Aku bertahan.

Lalu kemarin aku mengajak dia untuk ikut lomba lari di minggu depan. Tapi dia terdengar tidak bersemangat untuk itu.

Mungkin terdengar random dan aneh. Tapi sekarang aku memutuskan untuk berhenti.

Aku tidak tahu apakah ini benar atau salah, tapi aku merasa tidak tahan. Aku ingin pergi dari dia.

Aku baru saja menghapus dan memblokir seluruh kontak dia. Aku baru saja memutuskan segala hubungan dengan dia.

Aku lega telah membagi ini dengan kalian dear reader (s). . .

Dan satu lagi, aku ingin menceritakan masalah sahabatku. Oh aku tidak tahu apakah kami benar-benar masih bersahabat sekarang.

Aku menceritakan tentang semua masalahku padanya dan yang dia lakukan adalah: memunguti sampah-sampah kotak makanan yang berserakan di kamarku.

Iya! Salahkah jika aku marah padanya? Apakah aku akan menghubungi dia jika aku butuh cleaning service? Bukankah dia tahu ada teteh penjaga yang nanti akan membersihkan kamarku?

Aku rasa aku sedang marah pada banyak orang hari ini.

Aku bahkan benci pada diriku sendiri. Aku merasa sangat stres.

Aku mungkin tidak diterima di pekerjaan impianku, aku kehilangan pacarku, aku marah pada sahabatku, aku merasa tertekan oleh orangtuaku.

Aku sedang butuh sesuatu yang positif. Aku ingin sesuatu yang positif. Kenapa orang-orang terdekatku tidak pernah bisa mengerti bahwa aku ingin hidup positif setelah melakukan yang terbaik yang aku bisa?

Walaupun hanya basa basi aku ingin sebuah dukungan. Sesulit itukah?

Aku tahu itu tidak mudah. Tapi salahkah punya harapan? Aku benar-benar benci orang yang mengeluarkan sisi pesimis ku.

Advertisements

36 thoughts on “Aku Ingin Sendiri

  1. semangaaat Val πŸ™‚

    aq tau rasanya pas nyari kerja.
    eniwei kntor aq buka sih loker tp jd sales representative berlian gt, kerjanya di mall trs sistem kerjanya shift.
    skrg lg butuh yg cab bandung dg minimal pendidikan D3 val.

    Liked by 1 person

    1. Yah pengen sih sales representative satu tahun buat pengalaman kerja. Soalnya banyak perusahaan incaranku nyari pengalaman kerjaπŸ˜‚

      Tapi di Bandung nggak mungkin Syer. Aku kan masih lengket di Bogor πŸ™„

      Makasih Syer.. semangat juga yang udah kerjaπŸ˜†

      Like

  2. Wkwk.. ternyata bisa ngerasain down juga yah. Sekarang aku percaya kalau kamu juga manusia normal

    Nggak apa2 kok kalau ngerasa jatuh. Setelah itu efek domino pasti kerasa. Nggak apa2. Tetapi besok kamu harus jadi tinggi. Supaya tembok setinggi apa juga bisa dilangkahin. Siap2 ngeper ya πŸ™‚

    Kerja bagus. Kamu sudah melakukan yang terbaik. Mereka sendiri yang akan rugi jika menolak kamu. Kamu adalah yang terbaik!

    Liked by 1 person

    1. Hya!! Jadi selama ini Fadel mikirnya Vallen demigod gitu? Atau sejenis besi seperti iron man? Ha ha ha ha

      Makasih ya suntikan semangatnya. Itu yang aku pengen dia bilang ke aku. Sayangnya dia malah bilang hal yang bikin aku down. Aku nggak suka ngedown walaupun itu diperbolehkan.

      Makasih. Aku janji akan menjadi tembok yang tinggi dengan usaha dan semangat yang baru. MakasihπŸ€—

      Makasih banyak atas semangatnya walaupun aku nggak sebegitu ngerti tentang efek domino di sini. *barusan nyari di google dan sulit menghubungkannya* #lagilemot ha ha dan nggak ngerti arti ngeper juga *tepok jidat*

      Liked by 1 person

      1. Haha.. tapi jujur imej cewek strong di benakku ya yang kayak gini. Nggak suka dilemahkan.. *apaan coba dilemahkan -,-

        Kirain gara2 ada masalah sama interviewnya, yang lain ngekor jadi masalah juga. Thus, efek domino. Terus maksud ngeper ini nge-per. Per yang spiral itu lho. Jadi abis jatuh bisa langsung lompat tinggi banget wkwk

        Emang udah ngantuk sih. Jadi nulisnya rada ngigau gitu wkwk. Aku jadi ngerasa ngajarin bahasa aneh daripada semangatin tadi πŸ˜†

        Liked by 1 person

      2. Ha ha ha ha cewek strong. . . Jadi merona ih πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

        Oh iya iya ternyata itu. Oke i seeπŸ˜ƒ

        Interviewnya sih berjalan baik. Tapi setelah cerita masalah interview itu ke dia, semuanya jadi burukπŸ˜…. . . Kayaknya lebih pas Butterfly Efect dehπŸ˜†

        Ha ha ha ha. . . Sip lah. Semangatin plus nambah kosakata. Kurang apa lagi coba. Sekali libas dua nyamuk tewas.

        Liked by 1 person

  3. winona571

    Kok, saya melihatnya dia masih mendukung ya? Kadang hal yang paling baik itu ya menerima kemungkinan terburuk, karena ketika kita siap dengan yang terburuk, TUHAN tidak pernah memberikan yang terburuk itu.

    Liked by 1 person

  4. Mending gagal sih daripada keterima tapi gak betah pffft… Saya juga setuju dengan argumen “Mereka sendiri yang akan rugi jika menolak kamu. Kamu adalah yang terbaik.” Masalahnya kalo kamu diterima di sana bisa jadi mereka untung dan malah kamu yang jadi rugi. Alangkah lebih baik kalo dapet yang bisa saling menguntungkan.
    Tetep semangat hahaha…

    Liked by 1 person

    1. Iya makasih Bit. . . Kamu juga ya semoga dapet yang terbaik.

      Nanti job nya bakal aku ambil atau enggak (cocok atau enggak) nya itu nggak masalah.

      Yang jadi ambisi ku sekarang adalah “berhasil lulus wawancara”, bukan tok “bekerja dan cocok di sana”.

      Like

  5. Hidup memang terkadang “memukul” kamu dengan rasa marah, kecewa, sedih.. Tapi bukan untuk membuat kamu terpuruk, tapi untuk “membentuk” kamu..

    ARL tidak sepenuhnya salah, dengan bilang menikmati kekecewaan, karena kekecewaan itu akan selalu ada, dan ketika kamu bisa menerima itu, hidup akan lebih ringan.. Santai ajah.. Kamu pasti dapat kerjaan, atau mungkin akan bikin kerjaan sendiri yg lebih menyenangkan, semua orang akan dapat apa yg pantas didapatkannya, tergantung dari sikapnya..
    Udahlah, gak usah marah2 lagi, kecewa akan selalu datang, tapi sikap kamu yg akan menjadi pembeda..

    Liked by 1 person

    1. Iya makasih Mas Dikdik. He he

      Masalahnya dia memukulku bahkan sebelum kenyataan itu sendiri.

      Kalaupun aku gagal. Aku penginnya dia bilang “kamu sudah melakukan yang terbaik nggak apa-apa, lamar lagi pasti berhasil setelah ini”.

      Itu buat modalku melangkah ke depannya lagi Mas.

      Aku hanya bisa melalui satu kegagalan jika aku punya keyakinan “setelah itu akan berhasil”. Bukan “ketakutan akan kemungkinan gagal lagi sampai entah sampai kapan, baru nanti mungkin berhasil”.

      Anyway makasih ya. Its mean a lot. Nasehatnya.

      Aku akan mencoba menenangkan diri dan mengatur sikapku menghadapinya😊

      #senyumpascameditasi

      Like

  6. Mba Vallen senyuum!

    Semangat mbaa Vallen, nggak ada sesuatu yg berharga namun diperoleh dengan mudahnya.

    Sedih dan kecewa wajar ada, sambil sendiri sekarang dimengerti pelan pelan kenapa ya mbaa, dan yg terpenting jangan lupa, orang pertama yang tahu mba valen bahagia atau sedih ya mba sendiri…

    Jadi kalau mba mau bahagia, mba Valen yg harus percaya dahulu kalau mba emang bisa dan akan segera bahagia, selalu. Semangat mba Vallen, selalu ada teman temanmu disiniii! πŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™Œ

    Liked by 1 person

    1. Aaa makasih Mas Rakun Kecil.. *big hug*

      Makanya aku berusaha menjauh dari yang bisa mengganggu keyakinanku itu.

      Aku ingin hidup positif dan penuh keyakinan. Tidak salah kan? 😊

      Aku ingin berjuang, jatuh, dan bangkit lagi dengan penuh keyakinan. Itu yang aku inginkan. πŸ€—

      Liked by 2 people

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s