Kisahku Dan ARL》》 Part 2

Burung apa ya? Sedih banget muka nya. . .

Ah sebenernya malu sih bikin kek ginian. Apalagi sampe ber-part-part kayak Cinta Fitri.

But mau gimana lagi, jiwa berbagi saya benar-benar tidak bisa diabaikan. Dan juga saya benar-benar berharap dengan membaca ini teman-teman bisa belajar dari pengalaman kecil saya dan tidak akan pernah jatuh ke lubang yang sama.

Saya tidak sepenuhnya menyesal mengakhirinya dengan dia. Tapi saya juga merasa bahwa sebenarnya lebih baik jangan, lebih baik saat kami masih bersama.

Idk whatever lah nasi sudah jadi bubur. Mending lanjut cerita😉

Nah di episode sebelumnya sudah pada tahu kan kalau saya sejauh itu sudah terpesona. Iya! Terpesona karena dia berbagi kekurangannya, terpesona karena dia menjemput dan memperlakukan saya seperti orang tua saya.

Seakan pesona sebelumnya itu masih kurang, dia kemudian mengajak saya keluar diakhir pekan. Dan tebak kemana!

Nyonya Unta

Ke kebun binatang dong!^^
Dia nanya saya mau jalan kemana dan saya bilang “surprized me”. Dan ternyata dia membawa saya ke Taman Safari.

Itu sangat special karena saya mencintai binatang dan orang tua saya sering membawa saya ke kebun binatang sewaktu saya kecil dulu.

Dia lagi-lagi menyentuh titik sensitif saya.

Abang Kambing
Buaya aja pasangan. . . Masak kamu enggak?
Ayam-ayam-ayam. . .😀

Dan Taman Safari di Puncak kan, nah kalo ke Puncak weekend pasti pada tau juga kan bakal macet banget. Jadi kita memutuskan berangkat Jumat malam aja pas dia pulang kerja langsung berangkat.

Berangkat malem-malem bareng cowok ke Puncak, kalian mikirnya sama kayak saya nggak sih?

Iya makanya! Nggak ada yang bakal mikir bahwa kami bakal nggak sekamar dan nggak berhubungan seks.

Kecuali ARL! 😥

Ah sebebernya saya malu sekali kalau mengingat malam itu. 😣

I mean saya percaya pria dan wanita itu setara dan tidak ada yang membedakan mereka. But jiwa Timur saya adaaaa lah sedikit-dikit mengatakan kalau “yang pertama kali ngajak gituan itu ya cowok harusnya”.

Dan singkat cerita susah saya detailkan, kami akhirnya sekamar dan melakukan itu ujung-ujungnya. *thanks to me* #tertawasumbang #tertawamalu

Dia nanya dong “kenapa saya tidur dengan dia padahal kami baru kenal”.

Bangke nggak sih? Iyaa bangke banget! Malu dong eike!

Akhirnya saya jawab lah gegara saya pikir itu yang memang sama-sama kami pengenin. Tujuan dia bawa saya ke Puncak ya buat itu One Night Stand. Tujuan kami.

And you know, waktu itu suddenly memang air muka nya berubah. Pas saya tanya “are you ok?” dia jawab “iya fine.” dan saya pikir memang fine.

Tapi ternyata belakangan saya sadar bahwa itu adalah KESALAHAN TERBESAR saya saat bareng ARL. (Salah satu alasan saya memutuskan mengakhirinya).

Pokoknya intinya malam itu we are having sooooo much fun. Kami melakukannya, kami bercerita, kami becanda, kami berendam air panas berdua. #janganngiler

Saya pernah menceritakannya di sini, tentang dia yang tidak akan datang sebelum saya. Iya. Cool kan? 🤗

I mean bukan mengurangi yang datang duluan dan membantu ceweknya dengan jari atau lidahnya, tapi yang sekuat tenaga menahan agar bisa membuat kita datang dengan “itunya” lebih yahut😄 #mythought

Lalu besoknya kita jalan-jalan gandengan tangan menikmati udara pagi yang segar sehabis sarapan. Kita ngakak dengan berbagai hal sekalipun itu mengundang beberapa mata memperhatikan kami.

Ah… saya bahkan sulit melukiskan sebagaimana serunya kami pas di kebun binatang.

ARL dan saya memang terkoneksi sekali dalam urusan selera humor. Iya! Kami bisa saling tertawa hanya dengan bertukar pandangan dan tanpa mengucapkan kata-kata.

Saya benar-benar tidak mengetahui bahwa dia tersakiti malam itu. Serius. We have soooo much fun.

But then, dia juga tidak mengatakan apa-apa sampai dua minggu yang lalu. Dia tidak mengatakan bahwa dia tersakiti karena saya hanya ingin One Night Stand sampai dua minggu yang lalu. *rolling eyes*

Saya tanya ke kalian. . .

Apa yang kalian pikir ada di otak pria yang mengajak kalian bermalam di Puncak di akhir pekan?

Apa yang kalian pikirkan saat dia mengajak bertemu di hari pertama kalian berkenalan di sebuah dating site?

Bersambung. . .

Part 3 akan membahas tentang perkenalan saya dengan keluarga angkat dan sahabatnya. . .

Advertisements

12 thoughts on “Kisahku Dan ARL》》 Part 2

  1. winona571

    Lah ARL kan orang Indonesia. Bukan bule.. (Bahkan nggak semua bule gitu juga…)
    Wajar sekali kalau dia ngajakin ke Puncak ya memang buat jalan – jalan.

    Pertanyaan yang ini : Apa yang kalian pikirkan saat dia mengajak bertemu di hari pertama kalian berkenalan di sebuah dating site?
    Lha kalau saya mikirnya… dia tertarik pada saya. Mari kita ketemuan untuk melihat chemistry kita cocok apa nggak buat jadi kekasih. Bahkan ketika SVR habis ketemu pertama lgs ngejar ngajakin ketemuan lagi pun, saya nggak berpikir bahwa dia pengin macam2. Meski dia melancarkan jurusnya di pertemuan kedua. 😛 (Oh ya, dia ngajakin ketemuan di hari pertama kmi kenalan di dating site).

    Ga sabar pengin nunggu kisah selanjutnya… 😉

    Liked by 1 person

    1. Uwaaaa cinca? Hm, ada apa dengan jalan pemikiran saya ya berarti? Mesum sekali sepertinya😣8

      Lol. Melancarkan jurus 😂. . . Nah si ARL ini juga sama kayak SVR. Pas pertemuan pertama udah besoknya kita langsung pertemuan kedua. Di abuba steak (tempat pertama ketemu) itu lho aku kasi tau dia kalo aku mau ke ragunan dan dia bilang balik bareng aja.

      Sayang kita menyerap dan menanggapi dengan cara berbeda😶

      Like

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s