Kisahku Dan ARL》》 Part 3

Part 1 dan Part 2

Setelah dari Taman Safari rencananya kami langsung balik ke Bogor. Tapi tetiba ARL ngasih ide buat nginep di Puncak aja semalam lagi.

Er, waktu itu sih alibi nya cuaca buruk (hujan) dan kecapekan (seharian mantengin binatangs), tapi belakangan dia mengungkapkan bahwa alasannya itu karena saya malam sebelumnya cuman bilang One Night Stand dan dia pengen itu jadi Two Night Stand setidaknya.

Iya! Belakangan dua minggu yang lalu saya baru tahu alasan sesungguhnya dibalik itu.

Um sebenarnya kalau saya sensitif sih dulu dia juga ada mengungkapkan alasan itu juga.

Kan besoknya pas pulang kan dia nganterin saya dulu ke Cibanteng, habis itu ada janji di Jakarta.

Ha ha disaster banget tau hari itu. Dia ada janji kan jam tiga sore sudah harus fixed di Jakarta. Nah makanya rencananya kita bakal bangun jam tujuh pagi supaya langsung turun masih nggak macet.

Eh kesiangan dong. Ujung-ujungnya kita check out jam sembilan lewat. Dan begonya kita lupa dengan fakta bahwa jalur turun bakal ditutup dari jam sembilan-sebelas siang.

Gimana? Ya nggak bisa gimana-gimana. Nunggu!

Sebenarnya ada disaranin sama tukang parkir, katanya bisa minta kawal sama polisi tapi bayar (SIFAT SAMPAH JANGAN DITIRU). Nah kita mau sebenernya dan sudah ngodein pak polisi yang ada di situ, tapi nggak berhasil. Entah kode kita salah apa polisinya emang polisi jujur (?).

Pokoknya kita baru keluar dari parkiran jam sebelas dan ngebut dong ngejar waktu.😁

Pas nyampe kosan, kita saling mengucapkan “good bye”. Ha ha. Iya! Like a real good bye pasca ONS (imo). But then beberapa menit kemudian dia mengirim text yang menurut saya sweet gitu isinya.

Lupa gimana persisnya itu isi pesan yang pasti lumayan panjang dan intinya berterimakasih atas seminggu yang menyenangkan tersebut termasuk two night stand nya. Dan dia nanya tentang “gimama kedepannya”.

Gimana? Bingung! Hmm, dia fun, sexy, free, and single sama kayak saya. Jadi di dalam hati saya secara pribadi jujur memang agak berat juga bilang “good bye”.

Gimana ya ngejelasinnya. Ah, pokoknya gitu lah. Rasa apa yang kamu rasain saat selama seminggu kalian habiskan dengan komunikasi yang sangat konstan di handphone, kemudian tiga kali dinner, dan dua hari dua malam bareng-bareng.

Lihat seberapa konstan komunikasi kami via whatsapp. . .

Di jamin akan ada semacam apaaaa gitu pas mengalami seminggu yang seperti itu.

Rasa nyaman dan terbiasa pasti ada.😇

Jadi pas dia tanya tentang “future”, saya memberi signal positif dong😁

Er, text yang isinya “Im having so much fun and you are the best partner ever” termasuk signal positif kan?😉 Itu yang saya kirimkan ke dia.

Lalu setelah sedikit saling memuji, saya bilang “saya pikir tadi pelukan yang lengket banget waktu saya mau buka pintu mobil itu artinya pelukkan good bye”. Dan dia langsung nelpon saat itu juga.

I mean seriously. Itu pertama kalinya dia yang memulai pelukan dan pelukannya lama banget dengan disertai kalimat yang saya lupa apa. Serius terasa seperti pelukan selamat tinggal sih.

Dan ternyata ditelepon itu dia ngejelasin panjang lebar bahwa pelukan lama itu gegara dia juga ngerasa nyaman dan terbiasa sama saya dan berat buat bilang selamat tinggal. Dan kenapa kami berpikir tentang selamat tinggal, itu gegara saya sebelumnya bilang itu cuman one night stand. *rolling eyes*

Pokoknya di sana dia panjang lebar menjelaskan ketertarikan dia untuk menjalin yang lebih dari one night stand sama saya, tapi kemudian menyerahkan keputusan akhir di saya juga. Pokoknya lanjut apa stop sampai disitu ada di saya keputusannya.

Dan. . . tentu saja saya memutuskan untuk lanjut. Ha ha. Kalau enggak, ya enggak bakal ada part 4 nanti😂

Nah kami pun melanjutkan hubungan itu. Komunikasi konstan dan sebagainya itu berlanjut.

Semuanya baik-baik saja dan malah tambah seru. he he. Teman saya mengatakan bahwa kami seperti pasangan yang sedang dimabuk cinta derajat parah.

I dont know, maybe. *shrug* ha ha Even thought nggak ada status jelas diantara kita.

Dan disuatu malam yang dingin karena Bogor sedang diguyur hujan, saya mendapat pemberitahuan dari Badoo bahwa ARL ada baru saja mengunjungi profile saya.

Hm, really? Mengunjungi profile saya. Jleg dong di dada!

Jleg nya kenapa? Itu karena saya ada sedikit masalah dalam trust issue.

Orang yang dekat dengan saya dan memeriksa profile saya itu di otak saya seketika bakal dikategorikan menjadi stalker, posesif, maniak, bla bla bla pokoknya yang begitulah😁

Langsung saya tanya dong ke ARL. Ngapain dia masuk ke profil saya. Dan ternyata dia pengen ngeliat foto saya.

Saya kejar dong kenapa dia pengen ngeliat foto saya segala. Awalnya dia nggak ngaku, tapi akhinya dia bilang kalau itu buat ditunjukkin ke ayah sama ibu angkatnya.

Pokoknya Babeh itu adalah orang tua yang bakal ARL datengin untuk hal apapun. Bahkan saya kadang berpikir bahwa dia lebih sering menghabiskan waktu berinteraksi dengan Babeh dan Mamih daripada sama orang tua kandung nya.

I mean di rumah dia pasti main game di kamar kalo nggak tidur. Makan suka di luar. Ngopi suka di luar. Weekend sebelum ketemu saya suka di rumah babeh. Kapan interaksi hati ke hati sama ortu?

Er, pemikiran bego sih itu! Ya pasti lah dia sering berinteraksi sama keluarga. Setiap bulan juga dia bakal selalu bawa keluarga buat dinner di luar.

Tapi dia bener-bener ngapa-ngapa Babeh, ngapa-ngapa Babeh. Pokoknya dia udah sama Babeh itu dari SMA kelas 1 sampai sekarang 29 tahun. Nyamperin anak yatim juga bareng Babeh.

Dan kemudian babeh pengen ketemu saya.

Singkat cerita, suatu siang di hari Rabu ARL libur gegara nganterin Mama nya ke RSPP, dan saya kayak orang ngidam pengen makan B2 nggak bisa ditahan.

Saya tuh berangkat sendiri dari kosan. Niatnya kan makan B2 dan ARL Muslim. Jadi yah, em, nggak mungkin ngajak dia kan. But then look at our conversation down bellow. . .

Dan saat saya sudah memesan Ngohiang Asli Gang Aut plus Nasi Campur plus Bir Kotjok:

Sorry foto ini di screenshoot dari video bertahan hidup pasca putus so ada subtitle nya😂 Foto-foto aslinya abis di laptop yang HD nya rusak😢

Ada WA dari ARL yang isinya “angkat telponku”.

Iya sesimpel itu!

Dan ternyata pas saya lihat di HP khusus untuk telepon saya:

Samsung GT-E1272. Recomended sekali untuk telpon dan sms. Harga murah (hilang juga boleh😂) dan irit battery.

Ada empat panggilan tidak terjawab kalau saya enggak salah ingat. ARL semua.

Saya berpikir “ada masalah urgent apa?” Dan ternyata. . . Masalah urgent tersebut adalah “dia ingin tahu di mana posisi saya”. 😄

Saya tanya kenapa, dan dia bilang bahwa dia sudah ada di Suryakancana di dekat saya. Dia menyusul saya!

Ha ha seperti yang saya tuliskan di video itu, awalnya saya pikir itu menyebalkan karena dia tidak membiarkan saya menikmati “me time” saya. Tapi kemudian belakangan saya rasanya pengen disusul lagi. Pengen dia tetiba bilang “kamu dimana? aku udah deket nih.”.

Belakangan saya tidak suka kulineran sendiri. . . 😭

Anyway balik lagi ke topik semula. ARL menyusul saya. Seandainya saya tahu dia akan menyusul sih saya tidak akan memilih tempat makan non halal juga.

Tapi apa mau dikata, sudah dipesan ya terpaksa saya nikmati saya sambil ditemani ARL yang memandangi saya sambil menyesap gelas kopi nya.

Iya ha ha. Cuman kopi yang bisa ARL pesan di situ. Yang lainya? Hmm😑

Ah, sudah panjang sekali saudara-saudara ternyata. . .

Bersambung dulu ya sampai di sini. . . .

Soalnya habis dari Suryakancana kita masih ada nongkring di True Story dulu, baru ke rumah sakit dan tantenya meninggal, dan melayat dulu, dan begitulah masih panjang dan saya rasa kayaknya lebih enak di ceritakan di next episode saja. . .😅

PS: Alasan kedua saya memutuskan untuk mengakhiri semuanya adalah fakta bahwa keyakinan kami berbeda.😐

Baca 12 Kondisi Dimana Kamu Harus Memutuskan Si Dia

Baca juga 6 Dasar Membangun Hubungan Ideal

Advertisements

26 thoughts on “Kisahku Dan ARL》》 Part 3

  1. Really know you after read this one (no, no, i mean, i’m going know your blog content)…
    Pas baca part 1 tadi mikir, laaah si valen juga nulis kisah dia (yah, meskipun KAYAKNYA cerita dan endingnya beda 😀 *maap* ), lah sampe sini, beneran beda…
    Gatau kalo kalian beda agama -_-
    Tapi kayaknya kalian cocok satu sama lain ya? Balikan aja udeh.

    *go to part 4*

    Liked by 1 person

      1. Ha ha ha ha *loncat-loncat bahagia* lol

        Oh iya, saya baca rindu tak berjeda, dan saya dari kemaren juga penasaran, Mas Ahdan udah nikah apa masih single sih?

        #modusterselubung #kidding #kaloterlaluprivatnggakusahdijawabjugaboleh 😀

        Liked by 1 person

  2. winona571

    Uhm, sedikit ada sifat “posesif”?
    Kalau soal beda agama, hmm… iya kalau di Indonesia masalah banget. Tapi entah knp, kalau saya yaaa…. agama sama pun tidak menjamin punya pemahaman yang sama tentang TUHAN. Tapi no comment kalau soal beda agama… Ga sabar mau dengar kisah yang selanjutnya. Pa lagi soal beda agama itu… apa pemicu langsungnya?

    Err… kok sama sihhhh… saya juga di SMS bbrp menit setelah pisahan di pertemuan pertama. Tapi reaksi saya bukannya melompat – lompat kegirangan, melainkan tiba – tiba nangis di kasur, dan ga berani balas sampai hari berikutnya.
    Fitur Badoo yang saya sukai malah notif nya itu. Jadi saya tahu kalau sampai semalam, someone masih kepoin akunku… meski kl kmrn ada alasannya. 😀

    Liked by 1 person

    1. Somehow saya ngeraya memang iya ada kayak ciri-ciri posesif di dia Kez😶

      Masalahnya beda agama itu bukan di pemahaman tentang Tuhan atau begimana nya. . . Ntar di postingan selanjutnya kamu bakal ngerti pemicu kenapa beda agama kami menurut saya bermasalah. Terlalu panjang di jelasin di sini😊

      Dan tentang sms sehabis ketemu, kok bisa nangis sih? *muka bingung*

      Dan ha ha iya. . . Saya juga suka sama notif itu. . . Tapi saya agak trauma kalo di kepoin orang dekat (pacar/gebetan). . Tapi kalo (sesekali, jangan sering juga) di kepoin mantan sih seneng😅

      Si SRV masih kepo? Oh my. . . *senyam senyum*. . .

      Like

      1. winona571

        Ya eyalah… kalau dijelasin di sini, dapat spoiler tentang cerita bagian 4 dong? JANGAN! Nggak seru jadinya….

        Kalau soal nangis, aku ga bisa jelasin pe sekarang. Kayak intuisi… suka sih.. tapi ga tau deh…

        Soal kepo, itu karena dia kmrn pagi2 SMS diriku. Nggak kujawab sampai malam, karena sibuk, dan aku mikir panjang mau jawab apa. Sore dia cek akun aku. Malam, habis ku reply, dia reply lagi, terus dia buka lagi akunku. Akibatnya jadi ketawa2 diriku… eh, jam 12 malam, waktu mau tidur dia SMS lagi kasih Good night kiss. Waaa… langsung hilang ngantuknya, karena heran… dia ini knp? baper? 😀

        Liked by 1 person

      2. Oh my… really? Owww…. pesona cewek Asia emang bakal susah di lupain… 😅

        Mampus mampus mampus. . . .aduh nggak ngerti mau bilang apa tapi aku excited banget dengernya…😁

        Dia itu cowok Kez. . . Pernah aku posting tentang sifat cowok dan cewek pasca putus..

        Cowok itu kebanyakan suka baper setelah beberapa waktu… kalo cewek kan langsung.. lol cowok butuh waktu dulu buat ngerasa kehilangan dan tau seberapa berharganya yang hilang itu, baru baper..

        Kena tuh si SRV😃😂

        Liked by 1 person

      3. winona571

        Iya Val… pernah baca artikelmu yang itu. Memang benar sih….
        E tapiiii…. dirimu nulis ini juga metode buat proses relain kan? 😀 Penasaran lanjutannya gimana.. Karena ya jujur, waktu dirimu cerita ARL orang Indonesia dan kayaknya cocok banget itu, aku sempat mikir… Wah, bisa jadi nih… secara kalau orang asing kan perbedaannya lebih banyak. Meskiiii…. sebagian besar orang asing di sini keheranan ketika aku bilang, kalau beda agama ga bisa nikah. Mereka bertanya “why?” dengan muka sangat heran.

        Kalau SVR (V nya dari Van, di tengah initial… kan bangsa Belanda), kayaknya kebalik terus. 😛 Nggak tahu juga ya, cowok kan egonya tinggi. Dan aku juga nggak mau ngajakin apa2 duluan. Lagian saat ini diriku ada pilihan satu lagi.

        Liked by 1 person

      4. Hi hi hi hi. . . Iya. . . Ceritanya sih gitu. Tapi kok tambah baper.😅

        Dan yeah. Bagi orang luar yang namanya beda agama adalah hal terakhir yang bakal bikin ribet mereka (kata mantan ku: seriously? Now is 2016, not 1816!) . Tapi itu gegara di luar sana kan nikah segala apa nggak musti seagama. Terus orang tua di rumah juga nggak segitu masalah. Lha di Indonesia? Anaknya fine, keluarga kebakaran jenggot.

        Err,,, sorry sorry sorry.. lol. SVR… 😁

        “Van” itu semacam “of” kalau di British? Kayak Viscount Eliot of Ramble gitu gitu. . .

        Dan yeah. Membeli baru kadang lebih mudah daripada memperbaiki yang rusak.

        Saya juga in touch lagi sih sama ARL. Dan dia kek . . . Ntar lah ku ceritain di part entah ke berapa😂 #baper #deketcowokbarujugasih #susahmoveon

        Liked by 1 person

      5. winona571

        Hahaha… lucu soal “kebakaran jenggot”. Tapi kadang ortu itu juga “nggak adil” kalau sama sesama orang Indonesia langsung nanya, agamanya apa? Krn aku minoritas kan. Tapi kalau sama Bule… nggak komentar apa2… paling bilang hati2 gitu aja… 😀 Padahal di sini lucu2…. SVR ngaku Katholik, tapi bilang nggak merasa butuh TUHAN (Katholik jenis baru…), Kalau ST keturunan Yahudi tapi atheist. Kalau yang taat beragama, orangnya culun…

        Iya, Van itu sama dengan Of. R di initial nama dia itu adalah sebuah kota kecil dekat Antwerp.

        Liked by 1 person

      6. Ha ha ha ha iya sih. Mereka mah kebanyakan yang Agama-KTP doang dan berhubung Mamah pernah sekali kenalan sama mantanku yang begitu, beliau malah lebih takut lagi kalo aku sama orang bule gegara itu uruaan Atheis. Lol

        Eh tanya lagi, gimana kalo bikin nama anak ya, yang namanya Van atau Of gitu? Ngikut nama mereka apa ngikut tempat lahir si anak sih? #pertanyaananeh

        Like

    1. Iya Mbak Ida. Itu di awal selalu di anggap simple.

      Itu memang tidak akan bermasalah jika pasangan tersebut hanya “hubungan temporary”, tapi begimana saat pasangan tersebut mempunyai mimpi untuk masa depan. Sulit. . .

      Benarbenar bom waktu. . .😇

      Liked by 1 person

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s