Perihal Cowok dan Hobi-nya

Hasil gambar untuk man and his hobby

Tau nggak sih bahwa COF (Cause of Fight) yang masih mendominasi pasangan muda berpacaran masa kini adalah hobi sang cowok? Iya! Hobi si cowok!

Entah itu hobi yang nggak jauh dari computer dan game-game yang lawan mainnya dari mana-mana penjuru dunia itu, entah itu hobi yang jorok dan belepotan oli sampe berhari-hari di bengkel, entah itu hobi yang tiap minggu adaaaa aja ngupdate foto dengan gunung-gunung berbeda, etc, pokoknya apapun itu semuanya sering sekali menjadi COF.

Nah sekarang pertanyaannya, kenapa si cewek marah? (1) Bagaimana biasanya scenario yang di pakai pas marah? (2) Bagaimana pendapat saya mengenai fenomena ini? (3)

Sebagai cewek saya akan mencoba menjawab, dan mari mulai terlebih dahulu dari pertanyaan (1) Kenapa si cewek marah?

Saya sebenarnya masih belum pernah secara sfesifik marah  karena hobi pacar saya sekalipun dia adalah game maniac. Iya, ARL itu adalah orang yang pulang kerja main game, pulang ngedate main game, bangun tidur weekend sebelum ngedate main game, bla bla bla bla bla lagi di meja nungguin makanan dateng pernah sempet-sempetan dulu main game sekalipun dia pernah bilang kalo yang suka main HP di meja makan itu “autis”. Tapi kalo hampir marah sih sering.

Pertanyaannya adalah kenapa? Itu hobi dia lho. Itu bagian dari dunia dia yang seharusnya ikut saya cintai apa adanya. Kok malah menyebabkan hampir marah?

Bagi saya pribadi, apapun yang merugikan saya, itu akan membuat saya marah atau paling tidak risih (hampir marah).

Lho bagaimana game bisa merugikan saya sebagai cewek si pemain game? Apakah pacar saya membeli game berbayar atau senjata memakai uang saya? Apakah pacar saya memakai computer saya untuk main game sehingga saya tidak bisa melakukan kegiatan saya?

No no no no! Itu merugikan saya saat janji ketemu kami ngaret gegara game. Itu merugikan saya saat dia sibuk dan focus ke layar monitor alih-alih memandang wajah cantik saya. Itu sangat merugikan saya saat impian akan masa depan saya bersama dia dan anak kami di masa depan yang seharusnya semacam “memakai baju  samaan bermain di taman sambil membawa anjing kami jalan-jalan” malah berubah menjadi “saya yang merana sendiri menonton sinetron dan dia dan anak kami sibuk di depan computer membicarakan ‘perisai terbaru’”.

Lalu pertanyaan (2) bagaimana biasanya scenario yang di pakai para cewek pas marah?

Sejauh ini berhubung saya masih belum pernah yang sampe bener-bener marah gegara hobi dia, jadi ya saya tidak memiliki scenario tertentu secara pribadi. Paling ya saya bicarakan begini:

Saya: “Kamu serius nggak mau pause bentar dan makan dulu? Kamu belum makan lho dari tadi pagi (ceritanya hari libur dan nggak ketemuan).”

ARL: “Iya bentar lagi makan kok sayang. Love you. . . *emoticon berkedip sambil kiss yang di bibirnya ada love nya gitu.*”

Atau saya juga pernah bilang begini:

Saya: “Love, kalo kamu addicted game kayak begini, nanti anak kita bakal jadi kayak gimana? Nanti kalo dia addict ke game juga siapa yang bakal ingetin?”

ARL: “Ya aku sih nggak bakal larang anak kita main game nanti (kita bikin jadwal sih), malah aku bakal main bareng dia. Mending dia maen di rumah lah daripada keluyuran nggak jelas.”

Dan saya cuman memutar mata dan berpikir “Ah, sepertinya itu memang bagian dari hidup dia. Seenggaknya dia nggak main ke warung jablay. Seenggaknya dia sudah merencanakan jadwal. Tinggal sayanya saja yang kudu punya banyak kesibukan dan punya satu anak perempuan yang bisa saya ajak menggeluti kesibukan dan hobi yang sama nantinya.”

Kalo scenario COF yang banyak ditemukan dimana-mana (banyak teman saya sendiri pun) itu si cewek marah-marah sambil bilang:

Cewek: “Kamu kemana aja ngilang seharian? Kamu nggak merhatiin aku lagi. kamu jahat jahat jahat. . .”. . . . . (I)

Cowok: “Aku main game sayang maaf. . . tadi kelupaan ngabarin, kamu lagi apa?”. . . . . (II)

Cewek: “Aku lagi marah sama kamu. Kamu tuh sebenernya sayang sama game apa sama aku?”. . . . . (III)

Cowok: “Ya sayang sama kamu dong sayang. Panggilan kita aja sayang-sayangan *wink*”. . . . . (IV)

Cewek: “Ah kamu bohong. Kalo bener kamu sayang sama aku, berarti kamu bakal berenti main game dan telpon aku. Ini buktinya kamu masiiiih aja main game, berarti kamu nggak sayang.”. . . . . (V)

Cowok: “Bentar lagi ya sayang aku save dulu game nya terus matiin computer abis itu baru aku telpon. Love you. . .”. . . . . (VI)

Cewek: “Ah kamu make save save game segala dulu sebelum nelpon. Kamu sebeneenya serius milih aku nggak sih? Pokoknya kamu pilih antara save game apa aku! Pokoknya pilih sekarang!”

Boom!!! Si cowok langsung stress, lari ke dapur ngambil besi panas, cocol micin, lalu ngemil santai sambil doa “Tuhan, berikan dia jodoh, tapi bukan aku”. Hayolho!

(Baca tulisan ini untuk mengetahui alasan cowok menghilang nggak ada kabar)

Kemudian bagaimana pendapat saya mengenai fenomena ini? (3)

Well, menurut saya pribadi sih, kamu perlu sujud syukur kalo ada cowok yang sudah kamu hantam dengan scenario di atas tapi masih mau bertahan sama kamu. Ajaib itu namanya.

Scenario fenomenal yang saya contohkan itu pada dasarnya di pandang dari kacamata manapun sungguh tidak wajar.

Pertama karena dia sudah dengan sabar minta maaf dan meladeni (II) drama pembuka yang sudah kamu berikan seperti di (I). Kedua karena dia masih sabar (IV) dengan drama lanjutan (III)  yang kalau disuguhkan ke saya sudah akan saya makan hidup-hidup. Ketiga karena dia masiiiiiiih sabar (VI) dengan drama lanjutan dari lanjutan yang sebelumnya (V) yang kalau saya pribadi sudah melambaikan tangan ke kamera. (Sengaa saya alaykan sebagai contoh ha ha ha ha)

Mencintai kamu bukan berarti dia harus meninggalkan segala yang ia cintai sebelumnya lho girls. Yang harus dia tinggalkan (berhenti cintai) adalah yang selevel dengan kamu (aka mantan, gebetan, sejenisnya). Kalo semacam hobi, keluarga, sahabat, yang begitu-begitu itu nggak boleh kamu rebut juga dari dia. Semua itu yang bikin dia itu dia.

Memangkas itu semua dari dia bukanlah hal yang bijaksana. Yang boleh kamu lakukan hanyalah mengingatkan (bukan memutuskan) dia jika memang hobi dia itu agak sedikit menyimpang dan merugikan dia dan hubungan kalian.

By the way kamu juga punya hobi, kan? Bagaimana rasanya seandainya dia melarang kamu menggeluti hobi kamu? Saya pikir itu akan membuat kamu tertekan juga ujung-ujungnya.

Dan masalah memilih antara kamu dan si hobi, what? Its weird? Level kamu setingkat game emangnya? Dan seandainya dia jawab selevel (cowok keterlaluan), kamu mau menjadi pilihan? HA! Saya sih enggak.

Jadi kesimpulannya:

Mengingatkan dan protes jika hobi dia berlebihan, mengganggu, dan berlebihan itu diperbolehkan dan normal. Hanya saja zona kamu sebatas mengingatkan dan biarkan dia mempertimbangkan lalu memutuskan apa yang bisa dia lakukan.

Advertisements

7 thoughts on “Perihal Cowok dan Hobi-nya

  1. kalo kata mas Bebi “mendingan minta maaf daripada minta ijin” perihal hobi cowo.
    eniwei wiken kemarin sewaktu ngobrol sama dia di dalem mobil gitu aq sempet bilang sama dia kalo bedak yang aq pake harganya 500k dan ekspresi dia sumpaah shock berat sampe pengen liat bentukan bedaknya.
    terus dia ikut2an bilang ngingetin hobi dia soal velg mobil sambil banding2in velg mobil punya shbt aq. maksudnya bilang gini biar aq ga kaget gitu klo udh jadi bininya. klo skrg aq blg “ga masalah kok km pny hobi beli dan ganti2 velg, sayang..asal dituker tambah kan? bukan koleksi” 😀
    #biargamengurangijatahmakeupgue
    hahahahaa

    Like

  2. winona571

    Sepakat sih intinya…. Soalnya kalau saya dilarang – larang lakuin apa yang jadi hobby ya bakal sangat keberatan. Asalkan hobby nya masih wajar, tidak sampai mengganggu pekerjaan dan masa depan ya sabar saja… 🙂

    Liked by 1 person

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s