7 Pertanyaan Abstrak Khas Orang Tua

Kebajikan’s Blog

“Be a parent will turn you into a total weirdo.”

Itu kalimat yang disampaikan oleh salah satu temanku saat aku menanyakan alasan mengapa dia tidak akan mau menikah atau memiliki anak.

Dia bilang menjadi orang tua akan membuatmu menjadi orang aneh dan anak-anak akan berbisik menertawakanmu dari kursi belakang (mobil).

Well, aku bukannya mengapresiasikan pemikiran dia tentang tidak ingin menikah dan punya anak karena itu sih, aku hanya membenarkan dan mengapresiasi tentang ‘weirdo’ itu.

Orang tua memang aneh. Orang tua memang membingungkan. Tingkat kecemasan mereka menakjubkan, sensor mereka sangat tajam, dan cara berpikir mereka seperti magic.

Hal-hal itu membuat kita para teenagers dan early 20s menjadi agak. . . ‘susah berkomunikasi’.

Berbasis dari kedua orang tuaku sendiri, berikut tujuh pertanyaan abstrak mereka yang selalu membuat aku ingin memutar mata:

1. “Denger nggak?”

Mom! Tetangga satu RW aja denger, masak aku enggak? *rolling eyes* #diomelin

2. “Ada apa ini? Apa yang terjadi di sini? Kok bisa begini?”

Itu biasanya pertanyaan yang keluar saat kamu melakukan kesalahan semacam. . . menumpahkan satu liter susu, seluruh lantai sekitar kulkas jadi basah, dan adikmu terpeleset lalu menangis meraung-raung.

Mama akan datang dan menanyakan kalimat yang di blot+italic itu. Satu-satunya jawaban yang ingin aku sampaikan adalah: “Apa butuh tim forensik untuk mengetahui bahwa yang terjadi adalah ‘aku menumpahkan susu’?”

3. “Deal sekarang?”

Ya deal lah! Kalau enggak deal, kuliah umum membosankan dan itu-itu yang selalu mama sampaikan bisa diperpanjang lagi, kan? Lebih buruk lagi, uang jajan bisa kena potong.

Deal!!!!!^^ #ceritanyahabisdiceramahin

Penfield Building Block

4. “Kamu mau kemana pakean kek gitu?”

Lho, bukannya tadi aku udah minta izin pengen jalan ke emol bareng Sarah? Mama gimana sih kok gitu aja udah lupa? #Hayatipakecelanakependekan

5. “Kamu mau kamar ini jadi sarang ular?”

Iya! Nggak cuman ular, tapi juga sekalian gajah, monyet, kuda nil, buaya, kelinci, musang, tupai, burung, dan komodo. Lumayan langsung bisa kita jadikan kebun binatang. #saatmalasbeberes

6. “Itu rambut kamu warnain?”

Enggak. Dari lahir kan emang udah ombre merah hijau biru. Masak mamah lupa warna rambut asli anak sendiri sih?

7. “Kamu mau bikin papa sama mama jantungan?”

Menurut mama?

Siapa yang mau bikin orang tuanya jantungan dan jadi gembel jalanan gegara nggak ada yang rawat?

Anakmu ini hanya masih dalam ‘masa’ nya ma.

Masih dalam masa nggak bisa kontrol diri dan bikin mama tenang. Tapi deep down, aku sayang banget kok sama mama papa. Dan suatu saat, aku bakal bikin mama bangga. *wink wink*

The huffington post
Advertisements

8 thoughts on “7 Pertanyaan Abstrak Khas Orang Tua

  1. winona571

    Hahahaha…. kocak banget…
    Tapi seiring berjalannya waktu, mereka juga sadar kok… ga bisa lagi maksain doktrin ke anak – anaknya. Karena anaknya juga sudah bisa mikir sendiri dan punya hak memutuskan apa – apa sendiri.

    No 5 tuh… sering… 😛

    Liked by 1 person

      1. winona571

        Sama yang nomer 1… “krungu ora?”
        Tapi jadi menyebalkan kalau ditambah ayat “hendaknya yang bertelinga mendengar”. Efeknya bukan bikin anak2 yang dengar jadi nurut… tapi malah jadi eneg… dan ngomel2.

        Liked by 1 person

      2. winona571

        Soalnya kalau “distempel” pakai ayat itu kan jadi creepy gt. Mau dibantah, bikin jadi merasa bersalah… Nggak dibantah, nyata nya kdg aneh…. Berasa dipaksa buat setuju… 😛

        Liked by 1 person

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s