5 Fakta Tentang Uang Dan Rejeki

Tidak hanya menarik untuk dikejar dan dimiliki, bagi saya uang dan rejeki juga sangat menarik untuk dijadikan artikel. LoL

Dibahas dari sudut pandang dan codingan otak seorang wanita 23 tahun yang super cool dan cantik jelita, inilah lima fakta menarik tentang uang dan rejeki:

1. ‘Ada uang ada cinta’ is not really true

Pernah nggak sih kamu (menyaksikan sanak) dinasehati “Sekolah dan kerja aja yang bener dulu. Nggak usah dipikirkan masalah jodoh dan cinta mah. Entar kalo kamu udah sukses, udah banyak uang, jodoh dan cinta bakal mampir dengan sendirinya.”

Saya tidak tahu apakah itu hanya nasehat jitu dan turun-temurun di keluarga saya, ataukah ada di keluarga kalian juga?

Yang pasti intinya saya tumbuh besar dengan pengetahuan ‘ada uang ada cinta’.

Lately saya mulai berpikir dannnnn menyadari bahwa itu tidak sepenuhnya benar.

Well, nasehat itu sama sekali tidak salah juga sih. I mean kalau nggak sekolah dan kerja (atau nggak sekolah dan membangun lapangan kerja, terserahlah *rolling eyes*) bener-bener lalu punya uang, gimana kamu bisa pede ngurusin cinta? Kasian lah si cinta yang kamu dapatkan. Lagu sepiring berdua memang terdengar romantis, tapi kalau benar-benar real sepiring berdua di kehidupan nyata, , , agaknya. . . *ehem*

Yang saya maksud adalah. . . nggak sesederhana itu. . . nggak hanya sesingkat dan sesimpel kalimat ‘ada uang ada cinta’ itu.

Bersama dengan uang, cinta juga melihat dan sangat memperhatikan otak, keahlian,  selera humor, manajemen emosi dan juga perilaku.

2. ‘Ada uang masalah hilang’ is another NO!

Dengan uang, masalah hanya ‘berubah’, bukan hilang.

Contoh misalnya waktu gajimu hanya seuprit, bunga bank tinggi sehingga cicilan KPR juga naik, kemudian berbarengan dengan awal semester anak butuh bayar iuran dkk, dan bukannya prihatin, istri di rumah malah ngomel-ngomel gegara biasanya nggak pernah hidup susah dan sama kamu dibawa melarat.

Permasalahanmu kompleks, kan?

Lalu kamu memutuskan untuk mengambil beberapa pekerjaan freelance dengan gaji tinggi dan mengerjakan itu full tanpa istirahat sehingga dalam tiga bulan kamu menjelma menjadi milyuner.

Saat sedang berlibur bersama istri di atas yacht mewah, kamu tetiba merasa pusing.

Kamu mengira itu hanya sakit kepala biasa. Maka setelah meminum panad*l, kamu memutuskan untuk beristirahat.

Tapi sakit kepala kamu semakin hari semakin sering kambuh dan kadar sakit nya kok semakin meningkat?

Kamu memerikasakan diri dan kaget. Ternyata ada kanker yang bersarang disana.

Dokter berkata bahwa itu berkat kamu pernah stres berat, kurang istirahat, dan terlalu memaksakan diri.

Blem! Masalahmu yang kemarin ‘nggak ada peluang makan di restoran bintang tiga’ berubah menjadi ‘nggak ada peluang ngeliat kelahiran cucu’.

Ini kasus ekstrim yang saya alay-alaykan untuk efek dramatis. Tapi, ada kok yang bener terjadi. Mungkin nggak kanker, tapi semacam stroke dkk.

Yang kasus biasa dan nggak terlalu ekstrim seperti ‘awalnya si istri antar lunchbox ke pabrik’, eh sekarang antarnya ke ‘penjara’. (Gegara korupsi)

3. Banyak anak banyak rejeki juga sesat

Yang tepat tuh banyak anak banyak yang makan rejeki. Wkwkwkwk

Serius guys, KB please, KB!

Ini akan saya hitung perbandingan (kasar&berdasarkan analisa dari saya dan seorang teman yang sudah duluan menikah dan menjalani early stage) tentang kamu yang banyak anak nggak terkontrol, dan kamu yang memakai program KB:

Biaya hidup di early stage:

No Nama Barang Estimasi harga dan kuantitas Total per bulan (Rp)
Anak 2 Anak 4
1 Cicilan rumah DP 60.000.000 dengan ukuran  tanah 6 12, ukuran bangunan  4 6, lalu diangsur 20 tahun itu sekitar Rp. 4.000.000 4.000.000 4.000.000
2 Beras Merk ikan mas (dua tingkat dibawah rojo lele), per lima kilogram harganya Rp. 68.000 136.000 204.000
3 Sayur, lauk, dan buah-buahan Anggap berbelanja dari pasar tradisional yang harganya lebih murah. Saya pikir Rp. 100.000 per minggu per orang tidaklah berlebihan. 1.200.000 2.000.000
4 Susu anak Saya baru tahu seberapa mahal harga susu anak. *muka shock*

Ini hitung murah, per anak Rp.500.000 per minggu. Ini hitung anaknya nggak ada alergy protein atau apa ya. . .

4.000.000 8.000.000
5 Pampers Ternyata tidak kalah banyak biaya nya. Satu anak rata-rata Rp. 250.000 per minggu. 2.000.000 4.000.000
6 Bensin Ini buat papa-mama nya. Kan pasti kemana-mana butuh bensin. Hitung mobil hanya dipakai dalam kota dan ke kantor naik kereta api, paling sekitar Rp. 300.000 per minggu. 1.200.000 1.200.000
7 Listrik Rata-rata dengan pemakaian standar dan tertib mematikan barang-barang yang tidak berguna paling sekitar Rp. 300.000 per bulan. 300.000 300.000
8 Pulsa&Internet Ini pake yang prabayar ya, yang kalo nelpon kadang masih suka sendat dan tetiba kehabisan pulsa.

Hitunglah pulsa 100.000 per bulan. Dan internet paket standar aja yang tiga ratus ribuan. Dan anak-anak kita hitung tidak ada yang make pulsa.

500.000 500.000
9 Makanan santai orang tua Disini termasuk kopi, susu, krimer, dan jajanan kecil seperci chiki-chikian buat dicemilin pas lagi bikin artikel kek gini. Hi hi 500.000 500.000
10 Biaya tak terduga Misalnya kena tilang, demam, bla bla bla ada di sini dan kita hitung rendah berhubung kita tidak mengharapkannya. 500.000 750.000
Total 14.336.000 21.454.000

Lihat perbedaannya! Walaupun itu hitung kasar, tapi saya menghitungnya bersama dengan yang sudah berpengalaman.

Kalau misalnya gaji suami kamu itu pokoknya sekitar Rp.8.000.000-an dan kalau tambah bonus menjadi Rp.23.000.000-an seperti gaji orang pada umumnya, maka dengan ikut program KB kamu bisa kencan di restoran bagus tiap minggu dan menabung minimal 20% dari hasil.

The coolest piggy bank ever. Via Pinterest

Malah, kamu bakal bisa bantu anak yatim kalau misalnya kamu ikhlas dan ada niat untuk itu.

Kita bahkan belum berbicara tentang sekolah dan les mereka lho ya. . .

Anak ternyata jauh lebih mahal dari yang kamu kira, kan? Saya juga kaget lho pas nulis ini! :p

4. Uang adalah hal yang paling mengerikan di dunia

Saya mendapatkan kalimat itu dari drama Korea Brilliant Legacy.

Ini nenek yang ngemeng

Memang benar!

Coba saya tanya kenapa Gayus bisa masuk penjara dan kemudian bolak-balik ke Bali di masa hukuman?

Terus Irma Bule yang nari sama ular berbahaya sampai meninggal dunia karenanya, itu semua untuk cari apa?

Banyak suami-istri yang awalnya relationship goals dan saling mencintai, tetiba ada salah satunya jadian sama ABG. Si ABG itu logisnya ngeliat apa sih dari si cowok kakek peyot?

Hf, uang itu mengerikan! Dia bisa menghancurkan pertemanan, persahabatan, dan bahkan kekeluargaan.

5. Uang dalam bahasa Dayak adalah. . .

Tawon! :p

Ini guyon doang ya yang point ini. Abisnya dari tadi pembahasannya serius amat sih. Makanya saya guyonin aja supaya nggak terlalu kaku. ^^

Intinya ya itu. Uang dan rejeki adalah hal yang sangat kompleks.

Ada yang mengatakan bahwa uang tidak akan pernah cukup. Saya mengatakan itu salah.

Kenapa? Cukup dan tidaknya itu relatif dengan gaya hidup.

Gaji yang Rp. 23.000.000 yang saya bicarakan diatas tadi bisa menghasilkan tabungan 20% jika kalian olah dengan sederhana seperti yang saya gambarkan. Tapi jika kalian berfoya-foya dan apa-apa dari mall misalnya, ya nggak bakal ada sisa.
Berambisi juga. Yang saya katakan di point dua memang banyak campur guyon, tapi itu benar. Ambisi ya kira-kira.

Masalah harta tuh kita kudu ngeliatnya ke bawah, jangan ke atas ataupun ke samping.

Sedekah juga jangan lupa! Tahukah kamu bahwa saudara-saudara kita banyak sekali yang terlantar dan tidak bisa menyuap nasi seseing kita? Doa dari mereka akan sedikit banyak membantu (jika kamu percaya Tuhan).

Anyway, , , itu dia yang bisa saya sampaikan. Semoga nggak gaje-gaje amat ya:)

Advertisements

4 thoughts on “5 Fakta Tentang Uang Dan Rejeki

  1. winona571

    Hebat hitung2annya.. Tapi itu apa nggak spt anaknya kembar 2 atau kembar 4 (mksdnya untuk yang hitungan pampers). Anaknya kan ga berbarengan makai pampersnya. Kecuali kembar tadi. Tapi hitungan yang lain masuk akal sih. Memang punya anak itu biaya nya gila…
    Tapi benar juga pandangan yang mengatakan, setiap anak itu membawa rezekinya sendiri. Kan TUHAN pelihara dia juga lewat ortunya.

    Kalau yang poin no 1… itu tergantung sikon sih ya… At least pengalaman sendiri, kadang itu ada faktor lain yang utama.. tapi ditutupin dengan soal uang ini. Saya sendiri pernah tuh jatuh cinta sama orang yang sama sekali belum mapan, dan ga punya apa – apa. Tapi saat itu masih sama – sama usia 20 an… hbs lulus kuliah. Tp kalau sekarang umur sudah 30 an, dan ketemu orang yang pas tapi benar2 meragukan soal financial… Jujur aja mikir lagi sih…
    Tapi ini juga nggak mutlak… ada kalanya faktor lain lbh utama… misalnya… orangnya extremely cute, nyambung banget, kece, bisa jadi faktor kemapanan tadi sedikit dikesampingkan.

    Liked by 1 person

    1. Hi hi hi hi. . . Makasih Kez. Itu selain nanya ke temen, saya juga survey harga di indomaret dan pasar. LoL #niatbanget #emangiya #jerapernahdiserangdiartikeltentangrokok

      Iya. Ada ayat yang bilang “Bunga di padang dan burung di udara nggak pernah cemas atau apapun tapi masih di jaga Tuhan kok.” juga. . . Well, seperti yang aku bilang ke Mas Nur, bakal aku edit lagi entar deh. . . Hi hi

      Yang nomer satu itu menurut saya yang penting dia tanggung jawab dan mau usaha deh. Kalau mau usaha pasti ada jalan dan pasti bisa. Yang masalah kan ada yang males-malesan nggak mau usaha cuman ngandelin istri doang (based on movies and news, again). LoL

      Nyambung banget dan perhatian sih oke bisa jadi saya kesampingkan masalah kemapanan. Tapi cute dan kece, , , hm, , , biasanya kalo yang males tapi cute dan kece itu orangnya rada. . . *ehem*

      Like

  2. kalo aku gak begitu setuju untuk yang “banyak anak banyak yang makan rejeki”
    emang logikanya seperti itu
    aku tak membicarakan agama tentang ini.. tapi kenyataan yang aku jalani
    Dulu saat masih single, penghasilanku sama dengan sekarang yaitu UMR.
    tapi bedanya, justru waktu single aku tak bisa nabung dari penghasilanku, entah kenapa bisa terjadi seperti itu, padahal cicilan kendaraan udah lunas, pacar juga gak pernah pacaran. sih :P, orang tua masih kerja.
    sedangkan sekarang, orang tua udah pensiun, istri dirumah dengan 2 anak, yang bekerja cuma aku saja.
    hebatnya, bukannya penghasilan berkurang drastis, malah aku masih bisa nabung dikit2 tiap bulan. 😀
    Logika memang tak masuk akal, tapi itulah kenyataan

    Liked by 1 person

    1. Nah emang ada beberapa sumber sih yang sempet ngomong sama aku tentang point itu.

      Ada satu juga yang memang mengatakan seperti Mas Nur.

      Cuman ya saya pilih yang logis dan ada data nha. Ha ha

      Entar deh saya bikin dua argumen di situ dan biarkan pembaca sendiri yang menyimpulkan.

      Jujur kalo saya pribadi kan belom ngalamin jadi ya masih belum berani berteori secara pribadi😂

      Like

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s