Cerita Icip-Icip Strudel Bogor, Makanan Austria Citarasa Indonesia (Icon Oleh-Oleh Bogor Generasi Terbaru)

Sorry ya kalo model nya terlalu ndut-ndut unyu gimanaaaa gituh. . .😂

Vallendri: Hola, holana. . She telling me this, and telling me that. . . You said once you take me with you I’ll never go back. Now I got a lesson that I wanna teach. . .

Reader(s): Wait, kok jadi nyanyi?

Vallendri: Itu bukan nyanyi, itu sapaan pembuka terbaru yang saya dapatkan setelah’ngambek’ nggak nongol di blog selama beberapa hari. *nyengir*

Reader(s): Vallen keknya belum minum obat makanya kambuh.

Vallendri: Oh iya bener, obatnya lagi abis soalnya. . .

Ha ha nggak apa-apa lah gaje yang penting cantik dan siap memberi info spesial. #tsah #makinjadi #makinpede tapi, tapi mending #makinpede kan daripada #makinhilangdipojokan?

Anyway saya yakin reader(s) semua nggak peduli mau penulisnya overpede dan berisik kayak saya ataupun super diem dan antisosial kayak Alex Rover di film Nim’s Island, yang penting bisa ngasih info tentang tempat membeli oleh-oleh Strudel Bogor kan? *wink wink*

Nah kebetulan saya baru aja balik dari salah satu tempat paling rekomendasi dan tentu saja saya yang baik hati dan tidak sombong ini akan membagikan detil-detilnya ke kalian.^^

7 Maret 2017

11.40 am

Saya cekcok lagi sama Mister Pacar. Entah saya lupa cekcoknya kenapa. Ehm, gegara bahas tentang pacar temen saya yang selingkuh dan statistik perpisahan pasangan abad ini yang meningkat deng. But whatever itu yang pasti kami debat sengit dan saya berubah betah nongkring di WA nungguin balesan dia.

Dan you know how boring it is saat nunggu balesan orang yang bales sambil kerja? Level 10 dari 10. So untuk menghilangkan sedikit dari kadar boring maksimal itu, saya memutuskan untuk ngacrit ke grup. I mean itu kan juga waktu yang tepat buat baca pesan-pesan yang sudah mengendap di grup-grup gegara saya silent. Nah salah satu grup yang saya ikuti dan kunjungi itu adalah grup Blogor aka Blog Bogor.

Kurang lebih sepuluh menit ngobrak-abrik grup, saya kemudian menemukan pengumuman icip-icip makanan gratis.

What? Kata ‘gratis’ berada di dalam satu kalimat dengan kata ‘makanan’? Mutiara hitam itu bagi saya. Wkwkwkwk

Tanpa pikir panjang saya langsung mengisi nama saya ke dalam daftar dan kemudian memasang pengingat di kalender.

11 Maret 2017

8.00 am

Alarm rese saya berbunyi nyaring senyaring-nyaringnya.

Setengah sadar saya mengusap mata dan duduk di pinggiran ranjang. Versi setan dalem hati saya kek langsung memasang tampang sebel sambil “Ini ada apa? Kenapa Sabtu bisa seberisik ini? Ada apaaaaa???”. Tapi tanpa menunggu lama, versi malaikatnya juga ikut nimbrung dan balik teriak “Ada janji makan gratis, dodol!”

Kesadaran pulih secepat internet My Republik. Apalagi pas abis ngeliat hengpong jadul dan disana ada notif dari grab yang ngasitau kalo grabhitch yang saya pesen udah OTW buat jemput.

08.20 am

Hengpong jadul bunyi lagi dan ternyata itu notifikasi bahwa babang grab uda di depan.

Kyaa. . . Uda di depan? Vallendri cantik kan masih belum ngeringin rambut. . .

Tapi kalo misalnya maksa ngeringin rambut dulu, kasian babangnya dong. Jadilah saya memutuskan untuk mengorbankan ego tampil cantik saya dan cuz dengan rambut basah. Ah lagian rambut basah nggak akan menghilangkan pesona saya kok!

8.30 am

Saya resmi bertengger (kok kayak burung?) di atas grab bike dan siap melaju.

Saya memilih berangkat jam segitu meskipun janji temu jam 10.00 am karena ‘you know lah’ Bogor kayak apa kalo uda di kategori ‘kondisi jalan’. *rolling eyes*

Kami (saya dan babang grab) bertempur melawan kepadatan kendaraan dan. . .

9.30 am

Sampailah di Jumbo, Jumpa Bogor yang disini kedudukannya sebagai tuan rumah.

Jujur saya kaget ternyata yang namanya Jumpa Bogor itu adalah toko itu. I mean, itu kan toko yang menjual asinan favorit saya. . . #MantabJiwa

Terletak di antara Ngesti Swalayan (yang ada jual acar sawi putih) dan terminal bis (yang biasanya sering diteriakin abang-abang angkot di Laladon), letak Jumpa Bogor yang saya temukan benar-benar bukan dimana itu akan terletak di bayangan saya. *nyengir*

Ini denah lokasinya:

33

Ini embed maps yang bisa memandu pencarian:

10.58 am

58 menit dari waktu temu, saya dan Mbak Diyah (yang baru saya kenal sewaktu sampai) akhirnya masuk ke dalam Jumbo.

Kenapa? Pertama karena para senior lumayan lama kejebak macet dan kami sebagai junior ngerasa nggak enak kalo harus masuk ke dalam duluan. Kedua ya karena entah berapa lama sebelum jam 11.58 itu, ada beberapa senior yang udah masuk duluan dan ngasitau di WA tapi karena faktor signal sangat buruk, saya dan Diyah tidak mengetahui itu sampai jam 11.58.

Well, shits happened when internet kacau. Wkwkwkwk

Whatever lah ngemper di depan toko selama satu jam, yang pasti. . .

12.02 pm

 

Strudel Bogor plus minuman tersaji di depan saya

Such a perfect very-late-breakfast if I should say.^^

Makanan yang aslinya berasal dari Austria-Hongaria ini pada dasarnya hanyalah pastri dengan isi.

“Terus kok Jumbo berani sekali mengatakan bahwa strudel mereka adalah strudel khas Bogor?” Salah seorang reader menyela.

Begini, Jumbo berani mengatakan bahwa strudel yang saya bicarakan adalah strudel khas Bogor karena jika di Austria dan dimana-mana isi strudel adalah manisan, di Jumbo bukan itu.

Toko yang awalnya buka pertama di 1985 dan hanya menjual roti tawar ini mah anti mainstream. Dengan niat baik ingin menonjolkan ciri khas Bogor, Jumbo menciptakan strudel isi asinan.

Yeap, ha ha, I know its sounds silly. But believe me, totally worth the money. I mean pastry+asinan fo God’s sake. Itu ibaratkan Kim Kardashian dan Kanye West, terlihat dan terdengar tidak cocok tapi benar-benar berujung menajubkan.

Look at that. . .! Penampakannya aja udah keliatan gurih, manis, asem, pedes gimanaaaaa gituh. Perpaduan sempurna yang menghasilkan sepiring surga. #tsah #alaylagi

Anyway jika memang kalian merasa bahwa isi asinan terlalu ekstrim, kalian masih memiliki beberapa pilihan lagi.
Walaupun baru launching November tahun lalu, Strudel Jumbo Bakery sudah memiliki lima varian rasa lho foodie sekalian. . . *muka menggoda*

Selain rasa asinan mereka juga ada rasa apel, tales-nanas, martabak, dan tentu saja ada rasa unik lain yaitu rasa baso. ^^

Strudel Bogor tales-nanas.

Well, rasa pertama yang saya icip memang rasa tales-nanas. Gimana ya, kalau saya pribadi sih, ehm, kurang cocok ya sama yang ini. Bukan gegara nggak enak, tapi bagi saya ini terlalu berisi, terlalu padet dan bikin kenyang. But you know whats funny? Salah satu temen malah seratus persen bakal milih yang ini gegara ngenyangin. So sepertinya semua orang punya seleranya masing-masing.

1.12 pm

Disaat saya sudah berpikir bahwa saya tidak mungkin lebih kenyang dari itu, datanglah. . .

Nasi Goreng Si Mbok.

Dan siapa yang bisa menolak nasi goreng? I mean come on, you are an Indonesian. You love nasi dan you love fried stuff.

Dengan ruang penyimpanan yang hampir habis terisi sampai ke tenggorokan, saya menyendok sedikit demi sedikit sampai saya sudah benar-benar menyerah. Such a Christmas in a plate, that Nasi Goreng Si Mbok.

Manis, pedes, gurih, dan nggak oily sama sekali lho guys. And you know what make it even better? Acarnya.

Dulu ya di deket kosan ada tuh sate yang saya beli hampir tiap hari. Bukan gegara rasa dagingnya super lezat bukan, tapi gegara acarnya.

Saya nggak tau gimana kriteria acar kalian, kalau yang saya pastinya harus wangi bawang, agak layu tapi masih crunchy, terus asem. Nah yang nemenin nasi gorang tadi itu persis yang saya gambarkan.

Ba-bi-bu-ba-bi-bu becanda sama bang manager, tetiba mbak waitress bilang “Permisi, mau ditaruh dimana?”

BOOM! Tebak apa ini!^^

Bingo! Asinan Bogor yang terkenal itu dong. . .

Saya belum coba banyak asinan lain untuk perbandingan, tapi yang pasti saya udah sering banget coba asinan ini, sekali dari gerobak depan toko ini, dan sekali dari gerobak Bara (jajanan sekitar kampus).

Tanpa perlu saya jawab kalian pasti sudah tahu penilaian saya bagaimana, kan?

Its not about the place, please. . . Oke it is.

I mean gimana kita bisa aman dan bahagia nelen potongan-potongan buah yang entah sejak kapan terendam kuah, terikat di dalam plastik, dan tidak tetata rapi di dalam box kaca bersama es batu?

Jumbo bijaksana sekali untuk memisahkan kuah dan buah jika pesanan buat take away. Dan untuk dimakan di tempat, mereka tertata rapi seperti pada gambar.

Dan untuk masalah harga, kata saya mah tolerable, Rp. 3000 lebih banyak dari yang gerobak termasuk sangat tolerable.

Ada juga. . .

Soto Kuning

Dan,

Soto Mie

Yang akan dengan senang hati saya babas habis jika seandainya perut cantik masih belum full. . .

Tapi ya begitulah lain waktu aja. Kan punya kupon diskon juga *nyengir pamer*

Untuk sekarang saya bakal berpuas diri dengan memakan. . .

Roti Unyil dan Bolu Gulung yang dikasi dalem goody bag tadi^^

For the last time, really, kalau misalnya kalian adalah anak rantau yang mau pulang kampung dan pulang kampungnya musti naik damri tapi lupa beli oleh-oleh, lima menit jalan aja lewat jembatan penyeberangan orang yang warna merah itu dan masalah kalian akan segera teratasi.

Daftar harga dari beberapa produk mereka affordable banget kan?

Ah by the way, selain yang ada pada gambar itu, mereka masih punya 320 macam aneka snack lain baik itu asli Bogor maupun khas daerah lain.

Terus tidak hanya di jalan Padjadjaran 3F doang, Jumpa Bogor juga punya dua cabang lain yang terletak di jalan Padjadjaran No.78k dan di Boogie Cafe.

Ookay, see you on the next wonderfull post guys. . .^^

Thanks Blogor, see you next week :”)
Advertisements

18 thoughts on “Cerita Icip-Icip Strudel Bogor, Makanan Austria Citarasa Indonesia (Icon Oleh-Oleh Bogor Generasi Terbaru)

  1. Bogor. Nyoba-nyoba makanan. Yup, it’s Vallendri 😂
    Nah kalau yang gratis ini nggak bisa debat lagi deh. Jadi maksudmu semua makanan yang terserak di foto sini gratisss? Aku juga biar jauh bakal dijabanin val. Dan baru tau Bogor punya strudel juga. Taunya sih ada makanan bernama strudel (lebih mirip nama ras anjing sepertinya) pas main ke Malang kemarin. Tunggu.. strudel isi asinan? Wkwk. Rasanya bakal aneh nggak sih. Kanye dan Kim juga males ah bahasnya 😂 Seenggaknya sekarang aku dapet referensi tempat kuliner lagi nih

    Liked by 1 person

    1. Wkwkwkwk iya Del semuanya gratis. Gimana nggak paradise?😂

      Itu yang di Malang kan yang dari cowoknya Shireen Sungkar itu, kan? Nah tang Bogor rada beda dan ‘katanya’ lebih banyak isinya dari yang di Malang (less tepung lah intinya).

      PS: Ada apa antara Fadel, Kim, dan Kanye???😂
      PSS: Kalo ke Bogor makan strudel ayu Del. Kebetulan aku ada diskon nih di situ😄

      Like

    1. Wkwkwkwk nah itu. Gimana bisa enggak kalo misalnya gratis bang? Ha ha

      Ehm ada sih dua porsi tambahan gitu yang ga kemakan. Tapi kagak ada yang kuat nambah juga.

      Itu mereka dalam rangka ngenalin produknya. Kan baru keluar November tahun lalu.😁

      Liked by 1 person

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s