7 Alasan Cowok KDRT Wajib Diputusin

Screenshot - 12_04_2017 , 16_35_06
Babang tertamfan di dunia dan kasusnya via tribunnews

Dibawa naik vespa, daku masih hayu Bang. Dibawa malmingan di warteg juga nggak masalah. Tapi, tapi kalau babang bawa main tinju, daku benar-benar bakal nyerah.

Kenapa? Karena KDRT adalah satu dari beberapa hal yang intolerable.

Pacar yang KDRT itu nggak guna, nggak pantes buat dipertahanin, nggak ada yang lebih pantes tempatnya daripada di bak sampah.

Dengan berbagai pertimbangan dan pemikiran yang panjang, berikut saya akan menuliskan setidaknya 7 (tujuh) alasan mengapa pacar KDRT wajib diputusin saat itu juga.

1.Kalo cinta mah nggak bakal gitu.

Yas, definitelly. Cinta itu sabar, cinta itu murah hati, cinta itu penyayang, cinta itu memberi, cinta itu meluangkan waktu, cinta itu. . . bla bla bla but nothing like “Cinta itu nonjok muka pake gagang pedang ala Andika Kangen Band.”

Yang begitu namanya nyakitin, bukan mencintai.

Kamu pacaran niatnya buat dicintai, kan? Nggak mungkin niat buat disakitin!

2. Baru juga pacaran. Gimana nanti pas nikah?

Cinta yang tai kucing rasa cokelat ala-ala pacaran itu nggak bakal bertahan sampe selama itu lho. Yang bisa mempertahankan itu ya komitmen, saling sayang, saling menghargai, dan kesabaran.

(Baca juga: 6 Dasar Membangun Sebuah Hubungan Ideal)

Terus kalo misalnya yang masih ‘tai kucing rassa cokelat’ aja udah berani nyiksa, gimana nanti kalo udah ‘tai kucing rasa tai kucing beneran’? *rolling eyes*

3. Seakan-akan nyakitin hati aja nggak cukup.

Admit it, di dalam suatu hubungan, kita pasti bakal ada yang namanya sakit hati gegara dia.

Nggak mesti gegara dia nyakitin secara sengaja dan langsung. Gegara kegilaan imajinasi kita sendiri saja, kita bakal sering sakit hati.

Contoh waktu misalnya di hari minggu dia gegilaan main game ampe lupa ngabarin dan nggak tau WA kita gegara HP nya di silent. Kebanyakan dari kita bakal langsung berimajinai “OMG dia lagi dimana? Dia nggak jalan sama cewek lain bla bla bla kan? Dia enggak. . .???” dan itu begitu langsung aja sakit hati.

Itu nggak dia langsung sih, itu kegilaan kita sendiri. Tapi, tapi kan dia juga berperan penting dalam hal itu. Dia nggak ngabarin, ngangkat telepon dan bales WA.

The point is, gitu aja dia udah nyakitin. Ngapain mesti sibuk pake tambahan KDRT segala?

Nyakitin perasaan plus badan sekalian, apa nggak keterlaluan?

4. Biasanya yang begitu teh lengkap dengan paket super lainnya

Sebut saja over protektif, sok ngatur, egois, maunya menang sendiri, ngambekan, daaaan berbagai hal tidak enak lainnya.

I mean coba deh buktikan kalau tidak percaya.

Saya sih tidak pernah merasakan pengalaman berurusan dengan orang macam tersebut secara pribadi, saya hanya tahu dari cerita-cerita yang sharing sama saya.

Tapi tetep masuk di akal kan.

I mean inget lagu nya Ratih Purwasih nggak? Yang “Lihat lah tanda, merah di pipi, bekas gambar tanganmu. Itu kau lakukan, bila kau marah, meutupi salahmu. dst” *nyengir*

5. Gimana nanti anakmu?

Terus kalau misalnya kamu nekad mempertahankan sampe nikah sama dia sekalipun perlakukan dia ke kamu seperti itu, gimana nanti anakmu?

Kan orang tua teh adalah contoh buat anak-anak. Nah kalau anakmu tumbuh jadi tukang buli di sekolah ataupun tukang nggak menghargai wanita sama sekali dikala dewasa, kamu nggak bisa heran, dia mencontoh ayahnya.

I know itu pemikiran jangka panjang sekali, tapi kan itu emang ujung-ujungnya musti dipikirin juga kalau misalnya kalian serius.

(Baca juga: 7 Step Penting Dalam Dunia Percintaan )

6. Nggak bikin bahagia kan?

Tentu saja ada bahagianya di beberapa waktu. Nggak mungkin juga kamu sampai jadian sama dia kalau misalnya dia menyebalkan dan nyakitin hati sepanjang waktu. Tapi kan hidup nggak cuman di beberapa waktu doang.-_-

7. Dosa ke ortu

Nah terakhir ini.

Emak sama bapak kamu ngerawat dari kecil, nyekolahin baik-baik, ngasih makan yang sehat-sehat bukan supaya kamu ‘sesekali bahagia lalu sisanya di KDRT kan’ kan?

Ini yang selalu Mama dan Papa saya bilang dan saya yakin Mama dan Papa mu juga bilang hal yang sama:

“Mama sama Papa nggak perlu uang, nggak perlu penghormatan berlebihan, nggak perlu apa-apa kalau kamu bisa hidup bahagia dan nggak kekurangan apapun.”

Terus kalau kamu bertahan demi apapun sama cowok KDRT, apa nggak ngerasa bersalah?

Oh, lama kelamaan saya semakin alay ya. Semakin drama dan drama. *ketawa*

Tapi emang sih saya nulis ini sambil berapi-api karena saya marah pada salah satu sepupu saya sudah beberapa tahun ini berada di bawah suami KDRT nya.

Kenapa dia nggak bisa cerai? Karena anaknya masih kecil dan butuh keluarga yang bahagia.

Dan kenapa saya merasa marah sama dia? Saya sudah mengatakan tujuh point di atas sebelum dia menikah. Suaminya itu KDRT sejak mereka masih pacaran.

Hff, , , see you on the next wonderful post:)

Advertisements

16 thoughts on “7 Alasan Cowok KDRT Wajib Diputusin

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s