Akhirnya Makan Seblak Jeletet Murni Juga. . .^^

Hasil gambar untuk seblak jeletet murni
pic via pegipegi.com

Selain Tuhan, keluarga besar, dan ARL, makanan merupakan entity yang saaaaaaaangat saya cintai di dunia ini.

Masalah sebesar apapun, kesedihan sedalam apapun, semuanya memudar dan bahkan sirna saat makanan sudah tersaji di depan mata.

Ajaib memang, but that is the biggest fat truth about me. Makanan is like, , , a ball of happiness.

Kamis kemarin bukanlah kamis terbaik didalam hidup saya.

Dimulai dengan ARL kesal karena saya tidak membangunkan dia untuk berangkat kerja dan malah asyik mencabuti bulu ketek nya sambil dia tidur, ATM tanpa sadar sudah expired (for Gods sake, saya bahkan nggak tau kalau ATM bisa expired), mengurus refund deposit hotel very riweuh (tar saya ceritakan lebih lengkap lagi), remote TV kamar nggak berfungsi, paket data habis, bahkan sampai dengan sariawan yang tetiba muncul.

Its all not great dan lebih buruk karena menimpa saya di Jalan Guntur Sudirman which is bukan wilayah yang saya ketahui atau bahkan pernah injak sebelumnya.

Saya sangat bete dan ingin menangis sampai kemudian saya teringat bahwa sekarang saya sudah mempunyai supir pribadi (detail nya nanti saya ceritakan terpisah ya) yang bisa menjemput dan mengantarkan saya kemanapun saya mau. . .

Tanpa basa basi saya langsung call dia.

Sekalipun menunggu lumayan lama karena posisi sedang di rumah (Tangerang), akhirnya dia datang juga menyelamatkan hidup saya #tsah

Dia bertanya “Mau kemana? Pulang?” dan saya langsung pusying lagi. Itu baru jam setengah sebelas siang dan saya akan mati bosan jika harus pulang secepat itu.

Saya berpikir dan terus berpikir akan apa yang benar yang harus saya lakukan (maafkeun kalo bahasanya makin alay wkwkwkwkwk) sampai kemudian ide untuk icip seblak jeletet murni pun muncul ke permukaan.

It was not an easy trip. . .

Perjalanan dari Sudirman ke Pademangan yang jauh dan dihiasi dengan macet here and there, penutupan jalan di sekitar Rusun Pademangan karena adanya penggusuran yang menyebabkan kami harus putar balik di jalan selidi, and even drama muter-muter gegara maps nya ngaco pun, , , crazy lah pokoknya. . .

Nah kalian salah kalau mengira bahwa setelah perjalanan hampir tiga jam itu mengantarkan saya langsung ke mangkuk seblak. No oh, salah besar.

Ternyata seblak jeletet murni yang viral di berbagai kalangan itu baru buka di jam 3 teng saudara-saudara. . .

Saya? Saya sampai di jam 2.18 which is mean 42 menit sebelum si seblak benar-benar buka.

Frustrating banget lho apalagi lagi laper dan lelah kayak kemarin itu.

Akhirnya untuk mengganjal perut saya minggat makan wonton ke sebelah ke restoran Cina non halal yang saya lupa nama dan ambil foto restoran nya.

Semangkuk wonton before seblak^^

Tasty, bersih, sehat, dan cheap (nggak ada yang dipatok lebih dari 30 rebu) adalah cara terbaik untuk menggambarkan restoran itu. . . Rekomendasi sekali kalau misalnya kalian ke daerah sana.

Terus setelah selesai menyantap semangkok wonton, perlahan-lahan menghabiskan satu gelas es jeruk dan satu gelas liang cha, apakah waktu santap seblak tlah tiba? Nei nei nei nei. .

Saya makannya cepat sehingga setelah saya selesai makan pun masih tersisa 20 menit lagi. . .

By the way saya udah mesen duluan ya sebelum ke wonton. Pas dateng langsung mesen dan nanti kata waitress nya tinggal nunggu dipanggil aja setelah jam 3.

20 menit do nothing di wilayah yang lumayan banyak jajain makanan? No way.

Tanpa membuang kesempatan saya kemudian memburu jajanan yang terlihat oleh mata.

Pertama yang menjadi sasaran adalah kerupuk kulit babi (aroy mak mak) yang juga dijual oleh restora wonton. Lalu setelah aroy mak mak habis dan waktu masih tersisa, penjual kue rangi mengambil hati saya.

Aroy mak mak yang nikmatos

Beliau dengan gerobak pikul kecilnya itu terlihat menyedihkan dan terus memanggil saya untuk berbagi rejeki dengannnya (dih sepik Val, bilang aja demen :p #sttttss :D).

Kue rangi yang yummy abis

Ah whatever intinya adalah sebelum nama saya dipanggil untuk mengambil seblak, saya sudah menghabiskan semangkuk wonton, sebungkus besar aroy mak mak, dan seporsi kue rangi.

Nooooo. . . saya menceritakan proses menunggu yang panjang itu bukan berarti saya mengeluh tentang itu lho ya. . .

Tidak seperti menunggu panggilan pekerjaan yang menyiksa, saya sangat menikmati setiap proses dalam menunggu panggilan untuk seblak jeletet. Hi hi

Anyway di pukul 15.20 an, bungkusan inipun datang:

Seblaaaaak

Saya tidak jadi makan ditempat karena sudah terlanjur kenyang dengan makanan yang saya makan semasa menunggu sebelumnya. Ha ha ha ha

Nah saya nggak perlu lagi kan menceritakan bagaimana perjalanan panjang saya menuju Cengkareng (kalian cukup tau kulit nya ajah #apasih). Yang pasti untuk makan malam, di piring saya tersaji:

Bikin ngiler derajat parah khaaaaan? :B

Memandang mu. . . Walau selalu. . . Tak akan pernah jemu, aku mengkhayalkannya. . . #tsah

You wont believe me if I tell you how this seblak taste like. Its like perpaduan antara Harry Poter campur Pearcy Jackson; magical. Wkwkwkwkwk

Pedes sih pedes emang, level satu itu aja udah bikin bibir saya yang dilingkungan saya terkenal penggila pedes ini dower. Tapi pedesnya tuh enak. Ngerti nggak sih maksudnya?

Iya bukan kek richeese atau samyang yang panas ke dada+perut lalu nusuk-nusuk sakit di seantero mulut.

Pedes seblak tuh kek pedes yang uuuuuu nagih umami umami hiit hah gimanaaaa gituh. :p #tuhkanalaylagi #harapmaklumya πŸ™‚

Anyway cukup sekian dulu ya cecuap kita kali ini, sampai ketemu di cecuap selanjutnya. . . . . . . . . *big hug*

PS Saran saya jangan langsung coba yang level tinggi ya (1 atau 2 aja dulu). . . sepupu saya (dia level pedes nya badai) yang coba level 3 langsung pingsan. #serius

PSS Ini alamat seblak jeletet murni:

PSSS ini daftar harga nya:

Hasil gambar untuk seblak jeletet murni

Advertisements

22 thoughts on “Akhirnya Makan Seblak Jeletet Murni Juga. . .^^

    1. Iya juga sih sebenernya. Lagian kalo bikin sendiri kita lebih tau itu seblak gimana (kebersihan kesehatan dkk nya). Sip deh tar bakal coba2 bikin. Mumpung udah ada dapur sekarang. He he he he

      Like

      1. Iya, lagian klo bkin sendiri juga klo aku suka ditambahin sayur2an ky sawi gitu jd seratnya juga ada heheheh.. btw wonton itu apaan sih val? Klo liat bentuknya ky pangsit tp dalemnya diisi daging babi, bner ga?

        Liked by 1 person

      2. Iya sih ya. Itu yang aku kemarin cuman mie, baso, sayap, ceker, sama tulang doang nggak ada sayur sama sekali πŸ˜€ #tidaksehatsekali -_-

        Iya itu sebenernya pangsit, cuman isinya babi^^

        Like

  1. aku belom pernah nyobain seblak, tapi lihat dari fotonya gak tertarik tuh, biasa aja makanannya kalo dilihat dari foto. malah lebih tertarik dengan kue rangi. kuenya bentuknya aneh. πŸ˜€

    Liked by 1 person

    1. Hi hi hi hi iya sih emang makanan biasa sih sebenernya. Di pinggir-pinggir jalan banyak banget yang jualan.

      Bedanya di seblak jeletet ini bisa merangkai komponen seblak sesuai selera, plus ada level kepedesan tertentu juga.

      And, , , its viral. . . So, yeah, enak+viral saya pasti tergoda^^

      And about kue rangi, emang menarik. Jarang juga ada yang jual. Kek nya cuman di Jakarta doang deh (di tempat lain aku belum pernah nemu).

      Like

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s