3 Alasan Mengapa Cinta Nggak Mesti Jadian

Hasil gambar untuk nggak harus jadian
Setujek nggak sama quote nya? Credit ada di pic ya:)

Kebanyakan orang teh (mostly wanita) bakal sewot banget kalo gebetannya nggak nembak-nembak setelah sekian lama.

Merasa nggak jelas lah, merasa nggak dihargai lah, merasa. . . ah banyak sekali perasaan yang membuat risau sehingga berujung dengan ngambek, marah, dan bahkan give up ke gebetan itu.

Okay, saya tidak menyalahkan itu sama sekali.

Kadang kita memang lebih merasa aman dan bahagia saat status kita itu jelas nggak abu-abu seperti waktu PDKT.

Tapi kalau dipikir ulang dan dilihat dari sisi lain yag lebih positif, dengan nggak jadian, nggak ada kok yang mesti segitunya kamu risau dan galaukan.

(BIG NOTE: Yang saya bicarakan ini yang nggak ngajak jadian tapi jelas perhatian, sayang dan care sama kamu ya, bukan yang punya ciri-ciri PHP derajat parah ini)

1. Jadian itu cuman sekadar status

Yep, kurang lebih just merubah status dari ‘gebetan’ ke ‘pacar’ doang.

Nggak bakal ada kok yang namanya penambahan cinta, perhatian, dan bla bla bla secara lebih ekstrim dengan adanya moment ‘nembak dan nerima’ itu.

I mean coba inget-inget dan perhatikan lagi. Dia yang masih gebetan dulu ngirim pesan tiap hari dan ngajak jalan tiap beberapa hari itu setelah jadian apakah meningkatkannya menjadi dua kali lipat? Tidak, kan.

Well ada sih perubahan dikit, , , yang dulunya manggil nama, sekarang maybe berubah jadi yang, beb, love, atau bahkan ‘ndut’. Wakakakakakaka

2. Jadian bikin hubungan makin complicated

Terlalu banyak tuntutan dan ekspektasilah yang menyebabkan point ini menjadi ada.

Coba deh bandingkan intensitas berantem dari pasangan yang PDKT dan pacaran gedean mana. I bet gedean yang pacaran.

Ya itu soalnya mostly (mostly ya, bukan semua) pasangan teh nuntutnya kayak dunia si pacar hanya ‘tok’ di sekitar (dan untuk) dia aja.

Padahal kan, padahal kan pacaran bukan begitu ceritanya. Pacaran nggak mengunci dan membatasi perkembangan seseorang. Pacaran juga nggak selamanya mendapat kejutan ‘dia berdiri di luar pager sambil bawa sekuntum bunga dan ngajak jalan’ mulu.

(Baca ini: Namanya Juga Hubungan, Ya Nggak Mungkin Seneng Terus Dong. Yang Penting Susah Seneng Tetep Nggak Saling Ngelepasin)

3. Semua indah pada waktunya

Terakhir ini. . .

Nggak usah jadian-jadian segala lah kalo udah cinta, mending langsung halalkan saja. :p

I mean seriously, siapa tau dia yang nggak nembak-nembak itu adalah dia yang sedang mempersiapkan cicin berlian dan jujuran untuk diberikan kepadamu. #CoCwiit

Kumaha, setuju hente?^^

Advertisements

10 thoughts on “3 Alasan Mengapa Cinta Nggak Mesti Jadian

    1. Oh my God sorry banget late reply soalnya masuk spam dong komentarnya. . . T.T

      Nah itu point dari tulisan ini. Kalo temen pun rasa pacaran, lalu seistimewa apa ‘tembak-tembakan’ itu? Hi hi hi hi “Kamu mau nggak jadi pacar aku?” dan “Ya aku mau” itu kayaknya udah nggak segitu pentingnya. 😀

      Like

  1. winona571

    Kadang justru malah lbh seru pas PDKT.
    Setelah jadian itu, setelah si dia juga yakin sama perasaan kita, kadang loh ya… malah manis2nya sedikit kendor meski nuntut kedekatannya nambah… 😛

    Liked by 1 person

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s