Dear Sahabat, Saat Kamu Taklukkan Lelaki Ku. . .

hqdefault
YouTube

Hi guys, saya baru saja pulang habis makan bareng sama teman-teman kerja saya dari kantor lama.

It was fun. We eat bunch of great food, kami tertawa lepas, kami kentut berjamaah, kami berbicara tentang banyak hal dari A-Z termasuk tentang tulisan saya yang sebelumnya.

It was really fun until one of my friend tell us a very unfunny (at least for me) joke. It was about my boyfriend.

Dia mengatakan seperti ini:

“Hati-hati lu Vall. Si DSL ini bahaya lu ya. Takutnya cowok lu di embat sama dia. Jangankan cowok lu yang cakep dan tajir, ON yang biasa aja dia jabanin.”

I know this sounds very silly, but I feel like. . . annoying.

Its just very annoying khususnya saat kemudian dia nanya. . . “Apa yang bakal lu lakuin?” dengan tambahan info tentang seberapa hebatnya DSL ini menaklukan cowok dan seberapa lemahnya semua cowok di dunia ini.

Nggak bisa keblokir dari otak, I just spontaniously thinking about it.

Dari tadi sekalipun becanda dan ketawa-ketawa, tapi otak saya sangat sibuk memikirkan pertanyaan itu.

“Apa yang bakal gw lakuin? APA?”

Saat ARL berpaling dari saya dan jatuh ke pelukan sahabat saya (siapapun itu), apa yang akan saya lakukan?

Saya bilang bahwa saya akan bersyukur karena dengan begitu saya jadi tahu seberapa sampah nya ARL.

Well, sebagiannya benar sih. Saya akan bersyukur bahwa saya tidak jadi mengorbankan banyak hal termasuk agama saya untuk orang yang se-sampah itu.

Tapi sebagian nya lagi juga akan meraung kesakitan atas pengkhianatan ‘mereka’.

I just thinking what Im gonna do, exactly step by step. And here they are:

Pertama, saya tentu saja akan mengajak mereka untuk duduk satu meja dan membicarakan semuanya.

Kedua, saya akan mempersiapan kata-kata paling menjijikan yang akan bisa saya ungkapkan baik ke ARL, maupun ke sahabat saya (siapapun yang menaklukkan ARL itu).

Ketiga, saya akan mengucapkan semua rasa sakit hati itu berserta doa untuk karma (kalau Tuhan memang benar-benar ada) yang saya minta sebagai balasan sambil menatap mata mereka masing-masing.

Keempat, saya akan pulang ke rumah dan berurusan dengan tissue sambil terus bersedih sampai saya benar-benar bisa tenang dan menerima semua itu.

Kelima, saya akan memasukkan doa karma itu di setiap doa yang saya panjatkan sampai suatu ketika saya menemukan pengobat hati saya.

Keenam, saya akan menemukan yang lebih baik dari ARL sambil tertawa pada kebodohan saya yang pernah mencintai dia dan mempercayai sahabat sampah saya.

Thats it. Itulah mereka step-step yang akan saya tempuh jika saya sampai menemukan situasi yang seperti diatas.

No, saya tidak akan bersikap cool sok nggak tersakiti karena orang buta pun pasti akan tahu seberapa sakit saya saat itu.

Saya akan terus bersedih sambil bersyukur akan rahmat Tuhan yang menghindarkan saya dari orang-orang busuk (both friend and the boy-friend) itu lebih lama lagi.

Huh. . . lega juga akhirnya bisa ngeluarkan uneg-uneg ini.

Saya nggak tau entah suatu saat saya akan kena karma karena sudah secara tidak sengaja menghancurkan hubungan sahabat saya HWT, tapi saya tidak akan terlalu heran jika itu terjadi.

Karma does exist.

Mungkin saya akan mengeluh dan mengutuk sang pencipta karena menimpakan karma itu khususnya saat saya sudah menemukan ARL, tapi saya tidak akan bertanya ‘mengapa’.

It just how God show His love for us. Dia mencintai HWT sama besarnya seperti Dia mencintai saya, kamu, maupun mereka.

Okay sebelum saya semakin lama menangis karena hal absurd yang belum tentu terjadi ini, baiknya saya kembali pada buah jeruk yang sedang saya makan saja.

Have a great night, guys. . .

P.S DSL ini punya nomer ARL dan pernah whatsappan sama dia membahas masalah saya.

Saya nggak pernah nyuruh atau minta, itu murni inisiatif dia. And it was fine (really, I swear).

Advertisements

4 thoughts on “Dear Sahabat, Saat Kamu Taklukkan Lelaki Ku. . .

  1. winona571

    Hukum tabur tuai kan memang hukum alam.
    Kalau mnrtku sih, hal yang paling susah adalah menerima apapun sbg bagian dari rencana TUHAN. Aku mungkin bisa, tapi setelah proses nangis bbrp hari. Tapi nggak pa pa kok… pasti bisa dilewati.

    Soal marah2 dan nyebut2 soal karma, hmm… yang ini kayaknya ga perlu. Di batin aja.. karma pasti ada. Tapi tidak perlu disampaikan pada ybs. Kalau menurutku loh ya… Ga perlu… karena hal itu akan membuat mereka defensive. Dan tidak merasa bersalah ketika kejadian beneran.

    Liked by 1 person

  2. Setuju kalau karma itu ada…
    aku lebih suka menyebutnya “Siapa yang menanam benih padi, maka ia akan memanen padi pula, nggak mungkin memanen jagung, apel, sirsat maupun pizza, itu mustahil”

    Like

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s