Saya Merebut Pacar Teman Saya?

what-to-do-if-your-girl-likes-another-guy
Papa Semar

Judul itu memang asli sebuah pertanyaan, dan saya ingin meminta pendapat kalian. Jadi tolong dengarkan cerita ini dengan saksama, dan di akhir nanti, beri saya jawaban melalui kolom komentar:)

It was in second grade of high school.

Semua orang mempunyai sahabat sejati yang sangat dia sayang dan percayai sampai ke titik maksimum.

I have one too, she called HWT.

Kami pertama bertemu sewaktu registrasi siswa baru dimana kedua Papa kami saling kenal dan memperkenalkan kami di parkiran.

It was a falling in love at a first sign dalam versi sahabat. Kami terus dekat dan semakin dekat dari saat itu.

Tak ada rahasia, tak ada batasan, kami benar-benar lebih dari saudara. Banyak orang menyebutkan bahwa kami seperti soulmate dan begitulah kemudian kami saling memanggil satu sama lain, ‘soul’.

Tak jauh berbeda seperti waktu sebelum ARL, Val Val di waktu itu juga saaaangat betah jomblo.

Its like. . . “Okay lets be close, lets PDKT, but I will not gonna jadian with you.”

Sedangkan untuk HWT, dia adalah gadis yang sangat romantis dan gila dengan cinta. Dia juga sudah sangat girlly dan fashionable dari dulu.

Nah singkat cerita seperti yang sudah saya ceritakan disini, dia punya pacar. Sebut saja cowok itu sebagai Budi.

HWT dan Budi adalah pasangan ter awet dan teromantis yang pernah saya kenal di masa itu.

Mereka pacaran sejak HWT kelas 2 SMP which is mean udah tiga tahun dan soon bakal empat tahun.

Mereka untuk satu sama lain adalah first of all the things baik kiss, touch, dkk.

Mereka jarang berantem. Mereka berani saling tukar nomer handphone dan password facebook yang mana di masa itu adalah hal yang ‘wow’.

Yeah, sangat damai dan relationship goal sekali sampai kemudian suatu ketika HWT merasa bosan dan ingin menguji Budi.

Baca: ini 3 alasan untuk nggak usah tes doi segala!

Konsepnya simpel, HWT akan memberikan nomer handphone Budi ke saya, lalu kemudian saya harus menghubungi Budi.

Saya menyanggupi itu. Saya juga berpikir itu adalah ide bagus tanpa menyangka bahwa itu akan timbulkan bencara.

Inget banget waktu itu pesan pertama yang saya kirimkan adalah “Hi gi ngpaen?” yang kemudian dia balas “Hi. Gi sntae z. Ni cpa yach?” wkwkwkwkwk

I know I know, kealayan saya di masa muda dulu itu emang jauuuuuh lebih besar dari kealayan saya yang sekarang. :p

Anyway saya lupa gimana tepatnya yang pasti malam itu dia nanya nama saya dan dari mana saya dapet nomernya dkk yang saya jawab “Hasil ngacak” kemudian saaaangat jutek mengabaikan saya sampai-sampai saya sudah mengatakan ke HWT untuk “Udah aja deh Budi setia banget sama kamu. Aku berenti aja ngubungin dia.” tapi HWT terus bersikeras agar melanjutkan rencana dan melihat lebih jauh.

Yeah, kadang sampai HWT sendiri yang mengetikkan pesan untuk dikirim ke Budi atas nama saya.

It was like. . . Nggak ada jalan Budi bakal tergoda ke saya sampai kemudian suatu ketika mereka berantem, Budi curhat ke saya, dan kami mulai berbicara.

We talked about everything, like his job, study, basket, and all termasuk HWT. It was like. . . we are a bestie.

HWT hate it.

Dia masih ingin melihat lebih jauh dan menyuruh saya terus bersikap seperti yang saya lakukan waktu itu, tapi dia juga tidak suka akan bagaimana Budi yang mulai nyaman berbicara dengan saya.

Dia sering mengamuk ke Budi tanpa alasan, dan setiap itu terjadi Budi selalu cerita ke saya.

Nggak ngejelek-jelekin, Budi selalu mengatakan bahwa dia mencintai HWT, hanya saja dia juga sudah mulai capek dan merasa banyak hal berubah diantara mereka.

Saya casual sekali.

Saya bersikap seperti sahabat bagi Budi yang memberikan saran dan pendapat dkk sambil mendorong agar hubungan dia dan HWT menjadi lebih baik.

Well, ada sekali sih saya bersikap seperti penghianat ke HWT.

Waktu itu Budi ada tanding basket, (menurut sejarah, nggak ada pernah cewek lain dia bawa ke tanding basket itu kecuali HWT) dia tidak memberitahu ke HWT dan malah mengajak saya.

Sumpah guys, saya nggak akan ngelak bahwa kali itu saya salah.

Saya datang dan merahasiakan semuanya dari HWT. Saya bertingkah seperti pacar yang menunggu dan menyoraki Budi dari luar lapangan sambil membawa botol minum.

I dont know, thats the only time saya ketemu sama Budi. Saya nggak tahu entah itukah yang membawa kehancuran bagi hubungan mereka, ataukah persahabatan antara saya dan Budi yang sudah sejak berapa bulan sebelumnya itu.

Yang pasti di bulan November kan saya ulang tahun, tanggal 28, Budi memberikan hadiah berupa gelang yang nantinya di 8 Desember dia juga memberikan gelang yang sama ke HWT.

Saya nggak nyangka Budi akan sebodoh itu. Saya tidak memberitahukan ke HWT bahwa pacarnya ada memberikan saya hadiah ulang tahun.

Sewaktu HWT menanyakan tentang gelang saya, saya mengatakan bahwa itu diberikan oleh teman saya yang dari Malang (waktu itu saya ada sahabat pena dari Malang).

Tapi ya mau gimana lagi, HWT nggak sebodoh itu juga.

Pas dia ultah dan dikasih gelang itu oleh Budi, dia ngajak saya bicara serius dan kemudian saya ceritakan (kecuali basket dan kata-kata terimakasih yang Budi tuliskan sewaktu mengucapkan ulang tahun ke saya).

HWT marah besar dan rupanya kesabaran Budi juga sudah habis.

Budi mengatakan pada HWT bahwa dia sudah tidak cinta HWT lagi dan lebih memilih Vina (nama samaran saya), seorang wanita yang selama ini selalu ada buat dia.

Well, saya nggak jadian sama Budi, saya kemudian menghilang dan ganti kartu.

Tapi persahabatan saya dengan HWT berada di ambang kehancurah (butuh sebulan lebih untuk kami baikan kembali), dan hubungan mereka positif hancur.

Guys, apakah menurut kalian saya sudah merebut pacar HWT? Apakah saya adalah perusak hubungan orang seperti gelar yang dulu pernah saya sandang?

HWT menceritakan ke banyak orang bahwa saya merebut pacarnya walaupun belakangan dia klarifikasikan juga. . .

Pelajaran yang bisa diambil:

  1. Jangan ngetest pacar kalian takut nantinya dia betah sama si tukang test.
  2. Jangan mau secara suka rela untuk menguji pacar teman kalian kalau kalian tidak mau berpengalaman sama seperti saya.
  3. Love at young age is suck. Anak SMA mending nggak usah pacaran dulu deh, bikin puyeng doang. #digebukinpembacaSMA

Anyway. . . Gimana menurut kalian?

Advertisements

20 thoughts on “Saya Merebut Pacar Teman Saya?

  1. Ga ngerebut, wong dikasih kesempatan. Haha.
    Tapi yaa seru juga sih baca ceritanya.
    Iya bener jangan coba ngetest pasangan. Kecuali pasangannya tau kalo lagi ditest. Macem Ujian Nasional, kan dikasih pengumuman dulu biar siap-siap belajar.

    Liked by 1 person

  2. Menurut gue sih enggak. Cuman karena si HWT ini udah terlalu negthink ke lu val mangkanya dia langsung nge judge kalo kamu ngerebut pacarnya. Toh ini semua juga ulah dia sendiri pake ngetes ngetes pacarnya segala. Yah, maklum lah ya pas itu masih umur umur labil. Lu juga ngapain mau diajakin ke lapangan basket segala. Yakinlah ini adalah godaan setan wkwkkk. Yaudah kalian buruan baikan yah. Nggak baik marahan lama lama 🙂

    Liked by 1 person

    1. Hua ha ha makanya. Umur masih labil, iman tipis, ya gimana lagi pas ngadepin godaan langsung mau-mau aja. :p

      Itu udah lama kok kejadiannya. Sekarang udah baikan banget udah biasa aja kita nggak pernah bahas lagi.

      Like

  3. cherryisred

    Eaaa kalo dulu lebih bijak sebagai soul pasti gak mau ngelakuin hal yg disuruh –> ngetest pacarnya soul. Walopun soul nyuruh” sampe maksa pun. Tapi ya namanya anak SMA. Kan gak tau jg ujungnya bakal gimana. Menurutku ada sedikit poin “ngerebut pacar”, yaitu di kasus lo gak ngasih tau soul wkt diajak ke acara basket itu

    Like

  4. winona571

    Kalau menurutku sih, itu nggak ngrebut sih. Sahabatmu aja yang cari penyakit.
    Dan aneh juga,… dia dorong kamu buat terus manis buat uji pacar dia, tapi di saat yang sama, dia marah besar ke pacarnya karena cemburu? Berasa ironis….

    Hmmmm… cewek mungkin suka ironis gitu ya? Saya sendiri kadang juga gitu sih..

    Liked by 1 person

  5. Aku pernah val persis kyak kmu, diminta tolongin temenku buat ngetes pacarnya, cuma karna aku gak mau ribet dan ribut aku gak mau, mnrtku urusanmu ya tentang kamu, gk usah nyret org lain, dn mngenai crta ini sih mnrtku km msuk k dlam ktagori “hampir” mrebut pacar temen mu, tp gk bsa d blg merebut juga, kmu gak ngerebut, tp karna ini perlahan dekat jd kesannya jdi ‘merebut’ tapi yaudah lah, kn udah brlalu…. skrg kmu gk papa sm shbatmu itu? Udah baikan? #opini ku doang ini val

    Liked by 2 people

    1. Iyah udah berlalu inih emang. Udah zaman kapan. Teringat doang tadi soalnya nulis postingan yang sebelumnya. he he

      Sekarang mah HWT (semoga aja) bahkan udah lupa masalah ini.

      Kami nggak pernah bahas itu lagi setelah drama tangis-tangisan pas baikan sekitar satu bulan setelah D-day.

      Liked by 1 person

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s