Sticky Note Kaleng Untuk Yang Tercinta

Tadi di tulisan saya yang ini, salah satu temen blog kita Mbak Bijo mengingatkan saya akan salah satu kenangan romantis antara saya dan ARL.

And it was when I wrote him a sticky note kaleng.

Yeah, ‘kaleng’, soalnya tanpa nama hanya kata-kata saja.

IMG-20170720-WA0011
Look at that. . . ! Abaikan typo nya^^

Disaat dunia sudah sangat modern dan aplikasi pencatat bejibun nggak kehitung jumlahnya, saya masih setia dengan kertas dan pulpen.

Buku diary, buku agenda, sticky note, bahkan surat kertas, saya masih menyukai dan menggunakannya di keseharian saya.

I dont know, , , I just like it.

Hooh, ribet pun bawanya, saya tetep suka. *nyengir*

Nah ceritanya waktu itu saya ada ngelakuin satu kesalahan kan. . . lupa apa tepatnya, yang pasti dia nggak sampe ngambek, sayanya doang yang agak enggak enak hati.

Saya kepikiran, saya galau, saya pengen menebus kesalahan itu. But dont know how.

Mengajak bertemu? Tidak bisa gegara keesokan harinya big boss ada agenda pagi dan saya kudu nyiapin lebih pagi lagi which is mean saya harus cuss ke Cengkareng sore itu juga.

Beruntung salah satu kebiasaan klasik saya membawa sticky note dan pulpen tadi menghasilkan sebuah ide cemerlang.

Well, idenya adalah seperti di foto itu. Menuliskan salah satu kenangan dan menempelkannya di kaca spion.

Ern, , , enggak cuman satu sih. . . Saya tuliskan dua yang satunya ditempelkan di kaca depan.

I loooooove the way he react for that sticky note. . .

Dia mengirimkan gambar yang saya tunjukkan itu berserta balasan I love you dan emoticon apaaa gitu. . . yang sweet dan penuh cinta #aposeh #abaiken

Terus pas dia udah sampe rumah, kami video call manjah dan sekseh berdua.^^

Oh, I miss him.

Haruskah saya mengikuti saran Bijo dan mengirimkan sticky note kaleng lagi buat nyuruh dia unblock WA saya? Udah lumayan lama nih, udah tepat satu minggu kami putusnya-_-

Kangennnnn. . .

Saya kangen reaksi dia setiap saya menjawab rangkaian ucapan selamat pagi nya dengan ‘oke’ atau ‘ya’ instead of ‘pagi juga’ dkk. . .

Saya kangen saat dia minta untuk mengatur pertemuan kami yang belakangan semakin sulit semenjak saya juga mulai bekerja.

Saya kangen tatapan manja kekanakan dia sewaktu meminta izin untuk satu ronde (padahal mah ujung-ujungnya berapa) maen permainan di HP nya sewaktu kami ketemu.

Saya kangen untuk melihat bagaimana busa caramel macchiato kesukaannya menempel di bibirnya yang tipis tapi seksi itu.

Saya kangen asap-asap yang keluar dari mulut dan hidungnya yang kalau di orang lain akan terlihat mengganggu dan menyebalkan.

Saya kangen setiap bagian dari ARL. Kesegaran lehernya, rasa mulutnya, even rasa ‘diri’nya. Saya kangen semua itu. . .

Dear God, bring him back to me now, please. . .

Advertisements

7 thoughts on “Sticky Note Kaleng Untuk Yang Tercinta

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s