Big Fish; Dongeng Seorang Ayah

 

bf
Poster film big fish

 

Untuk challenge Day 2, yang harus direview adalah A Favorite Fantasy Movie nya kita.

Saya adalah orang yang terlalu mengutamakan logika untuk bisa cepat mengerti dan suka pada film fantasi.

But it doesn’t mean that I don’t have any fav at least one on that category. Saya pernah ketagihan Big Fish. Hi hi

Iya, film nya Miley Cyrus yang rilis 14 tahun yang lalu itu. . .

Dengan latar belakang utama di era milenial, film ini berfokus pada seorang pria, Will Bloom (Billy Crudup) yang berusaha mengenal ayah sekaratnya (Edward Bloom = Albert Finney) melalui pencocokan kebenaran atas cerita-cerita yang pernah diceritakan.

Dia merasa bersalah karena hubungan mereka sangatlah buruk sedangkan sang ayah sedang mengidap kanker.

Tapi bagaimana dia bisa berbaikan, di kacamata dia, selama ini ayahnya tidak pernah mengatakan hal yang bukan kebohongan.

Semua yang keluar dari mulut ayahnya adalah hal yang terkesan seperti dongeng yang bisa bekerja bagi anak dibawah 7 tahun, tapi tidak bagi dia apalagi di umurnya yang sudah mengerti.

Tidak hanya Hayati, Will juga lelah.

Dia mendesak ayahnya untuk mulai berhenti mendongeng dan mengatakan kebenaran. Tapi si tua tetap kekeuh dan mengatakan bahwa semua yang dia katakan adalah kebenaran.

Edward malah mengatakan bahwa Will lah yang gagal mengenali dia, bukan karena dia berkata bohong.

Setelah mendapat jawaban itu dan frustrasi bertanya langsung, Will pun berniat untuk mengungkapkan kebenaran dengan tangannya sendiri dan itu dimulai dari berkas-berkas di ruang kerja ayahnya.

Nah berkas-berkas itulah yang membawa Will ke petualangan mencocokan cerita, yang latar nya berubah-rubah kesana kemari dan membuat seru.

Diproduksi oleh seorang Tim Burton, si jago sinematografi gothic-absurd, sinematografi film ini memang tidak usah diragukan lagi.

Tapi bukan itu yang membuat saya jatuh cinta. Saya lebih terhipnotis oleh jalan cerita nya.

Reader(s): “Jalan cerita bagus juga banyak dipengaruhi oleh sinematografi bagus keleus Vall. . .”

*rolling eyes* whatever. Ha ha Yang saya maksud itu saya lebih suka dengan pesan-pesan yang disampaikan disana.

Tentang focus pada tujuan, tentang ketahanan hati, tentang persahabatan kepada perbedaan, tentang mencintai dan mempercayai bagaimanapun cara orang tua kita mencintai kita, bahkan sampai tentang bagaimana kita harus melupakan masa lalu (tsah galau lageh).

It was all in this movie. Rekomendasi sekali.

Itu favorit saya, apa favorit kalian? Bagaimana kesan kalian sewaktu menonton Big Fish?

PS: tulisan ini adalah challenge day 2 dari 30 days movie challenge

movie challenge

Advertisements

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s