Saya Berkencan Lagi Dengan Mantan Saya

img-20170627-wa0012.jpeg
Pengen selalu bisa begini-begini

Okay saya tahu ini gila. Saya sangat tahu.

Sehari sebelumnya saya ada curhat dengan pede tentang saya yang sudah move on dan mulai melupakan ARL dan sudah mulai mencintai orang lain lagi.

Kemudian sekarang, saya malah curhat bahwa saya ada berkencan dan tidur dengan ARL lagi.

Wanita macam apa saya ini? Ya macam saya. Eror dan gila.

But you know what. Itu bukan janji yang baru saya bikin. Itu janji yang udah ada dari dulu-dulu dan baru kemarin terlaksana.

Ceritanya pas putus, saya (iya saya sendiri) ujuk-ujuk meng-sms ARL yang berisi ajakan untuk kencan terakhir.

Kencan terakhir? Buylshitet. Itu adalah bahasa lembut dari mari balikan lagi.

Oddly, ARL mengiyakan. Kami berjanji untuk melakukan itu saat kami sama-sama memiliki waktu luang.

Tapi sialnya beberapa minggu setelah itu, kami tidak pernah mempunyai waktu lowong yang sama.

Berkali-kali ARL mengajak untuk bertemu sebelumnya. Tapi saya selalu ada kerjaan. Sampai kemudian pada kemarin malam, dia memiliki waktu, begitupun juga saya.

Kami memutuskan untuk bertemu dan menginap di hotel langganan kami yang dekat dengan kampus saya, Duta Berlian.

Saking lama nya kami nggak ke situ, saya kaget ternyata rate kamarnya sudah naik. Yang dulu untuk standar itu 350, sekarang sudah jadi 400.

Ya nggak ada masalah sih dengan itu. Saya membicarakannya disini karena barang kali ada yang butuh info. Ha ha

Anyway balik ke topik.

ARL meminta saya untuk datang duluan dan mengurus kamar kemudian dia biar transfer uang nya saja. Ya karena saya yang memang lebih dekat sih.

Saya urus, kami mendapatkan salah satu kamar yang selalu kami dapatkan.

Entahlah kalau ke Duta Berlian, nggak ngerti kok selalu dapet yang sekitar kamar A105/111 itu mulu.

Saya sangat gugup waktu itu.

Batin saya bergemuruh bergumul memikirkan bagaimana nanti saat ARL datang. Akankah semuanya okay. Akankah semuanya menjadi canggung.

Itu terasa seperti. . . bersiap untuk bersama dengan orang asing.

Tapi ternyata setelah ARL datang, semuanya jauh dari yang saya pikirkan.

Oddly, saat kami bertemu tatap dan bertukar kata, semua drama, semua masalah yang sebelumnya ada, seakan habis menguap keluar.

Rasa cinta saya terhadap si oleh-oleh Jogja, gaya sok-sok-an move on saya, mereka semua hanya sebatas butiran debu.

The feeling, the chemistry, they still as strong as before. I can feel it.

Tatapan hangatnya, suara lembutnya, canda anehnya, semuanya nggak ada yang berubah.

Sekarang saya sedang menangis. Sungguh malang nasib kami. Sungguh jahat takdir yang mempertemukan.

Kami tidak bisa dan tidak boleh bersatu lagi. Saya diperbolehkan bertahan disini oleh orang tua saya dengan janji untuk berhenti bersama dengan ARL.

Saya mencintai dia dengan sangat, saya ingin mewujudkan impian rumah tangga (KDRT [kegelian dalam rumah tangga]) kami begitu besar, tapi saya juga ingin menyenangkan dan menenangkan hati kedua orang tua saya lebih lagi.

Saya tidak menyesali pertemuan semalam.

Setidaknya saat suatu ketika saya bertemu atau melihat dia dari kejauhan, ingatan yang terlintas adalah ingatan yang manis semalam.

Oh Tuhan, itu sangat indah.

Kami bermain ludo dan ular tangga sampe siang dan seharusnya jam check out. Kami saling menggelitiki sampai tempat tidur berubah seperti tempat tidur anak 7 tahun. Kami berbicara dan bercanda seolah dunia itu indah bagi kami.

Sangat sulit untuk melepas dia. Kalau bisa, saya ingin pesan dia tapi versi Kristen nya. Semua akan jadi lebih mudah dan pas untuk semua orang.

What should I do???T.T

Advertisements

31 thoughts on “Saya Berkencan Lagi Dengan Mantan Saya

  1. Entahlah, kalo untuk masalah yang satu itu aku emang nggak pengen coba2 val. Sebisa mungkin nggak deket dan naksir sama yang beda gitu, karena kalo udah terlanjur suka takut nyusahin banyak pihak πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Like

  2. Karena beda agama ya val?
    Aq dulu dkt sm yg beda agama aja, ortu udh ultimatum.
    .
    .
    Well, time will healing everything kok.
    Smoga bisa move on dedek 😘😘😘 skrg aja terasa susah.

    Like

    1. Itu masalah terbesar dan paling sulit dihadapinya Syer. Dan pertengkaran terakhir kemarin, ada hubungannya sama masalah terbesar itu.

      Kalau masalah lain mah nggak ada yang nggak bisa kami hadapi sejauh ini masih terkontrol semua kecuali itu.

      Thanks. . . I will be strong and move on, absolutely *hug*

      Like

  3. winona571

    Nggak tahu mau komentar apa.. Hahaha… Lha jadinya gimana sih? Mau move on cari lagi atau balikan? Ya kalau ketemu terus mah… mana bisa move on. Apalagi ada aktivitas fisik. Karena aktivitas fisik itu membuat ikatan juga… πŸ˜›
    Well… saya sendiri sejujurnya berada di persimpangan yang sama. Mau move on atau usaha buat balikan?
    Dan ituuu… definisi pertemuannya apa? Jadi pacar lagi? Atau dirimu sekedar ngedate sama orang?

    Uhm… satu hal yaa.. kita nggak pernah tahu masa depan. Adakalanya pisah, jalin hubungan sama orang lain dengan serius, tapi pada akhirnya, kalau mmg jodohnya, ada aja jalan buat balikan. Biarpun mungkin dilarang keluarga… Karena pada akhirnya yang menjalani kehidupan itu kita sendiri.

    Like

    1. Itu dia Kez. Abstrak emang kami mah. Dua-duanya persis kek ngengat yang nekat mendekati nyala api.

      Dan kemaren, defenisi pertemuannya adalah sebagai mantan yang melakukan ‘malam terakhir’. :p

      And yeah. Aku (at least coba) percaya dengan itu.

      *peluk yang sama-sama lagi galau* ha ha ha ha

      Liked by 1 person

      1. Hugs ya Val… sulit ya kalo apalagi udah menyangkut orangtua, keluarga, agama. Dulu aku sempat dilarang dengan mantan oleh ortu karena soal rasial *halahhhh* tapi iya nggak jadi juga. Setelah diultimatum, di kepala pacarannya udah pake mikir “Ini mah udah pasti putus”

        Like

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s