Pengalaman Melahirkan Di Ciputra Hospital Jakarta Barat (Biaya, Dokter, Fasilitas, Pelayanan)

1
Si monyong waktu masih merah^^

Bagi saya pribadi melahirkan merupakan sebuah pengalaman yang saaaaangat special. Yes, bahkan saat saya melakukannya tanpa keluarga maupun suami atau siapapun, saya tetap sangat menghargainya.

Untuk menceritakannya saja, saya sudah overwhelm. Bingung mau mulai dari mana. Terlalu banyak yang ingin saya ceritakan.

Jadi saya sangat sangat mengerti jika ‘hanya’ dalam urusan memilih rumah sakit ‘saja’, kamu bisa menjadi overdo dan ‘sulit’.

Berikut adalah sedikit pengalaman saya ketika melahirkan JHL di Ciputa Hospital Kalideres, Jakarta Barat. Barangkali bisa berguna dan mengurangi sedikit dari nervous yang sedang mencari. . .^^

Dokter

Mengenai bagaimana serunya drama saya dalam memilih dokter kandungan, mungkin akan saya ceritakan di lain tulisan. Terlalu panjang. Ha ha

Yang pasti saya akhirnya naksir dan melabuhkan pilihan saya pada dokter Erik Sutandi yang praktek di Rumah Sakit Ciputra.

screenshot_2019-01-19-06-58-07-096_com.android.chrome

He is wonderful.

Dokter lain mungkin sering membuatmu menunggu berjam-jam lalu setelah itu memotong waktu konsultasi menjadi super singkat sambil terus melirik ke jam tangannya seakan menjelaskan bahwa kamu seharusnya sudah berada diluar ruangan dari tadi, tapi dokter Erik berbeda. Dia menatapmu seolah dia benar-benar peduli apa yang ada di dalam hati terdalammu, dia bertanya saat kamu terlalu sulit untuk menjelaskan sendiri, dia mendengarkan apa saja kekhawatiran yang kamu rasakan tanpa judgement, dia membalas whatsapp bahkan untuk hal-hal yang remeh, dokter Erik bukan hanya sekadar dokter. Dia adalah dokter yang mencintai pekerjaannya. Am sure about it.

So for you girls who still looking for the ‘obgyn’ one dan tinggal di sekitar Jakarta Barat, coba datang ke Ciputra Hospital atau RSIA Grand Family untuk bertemu dengan dokter Erik.

Cek bukaan panggul bukanlah hal yang seru, tapi wajah penuh senyum dokter Erik akan sangat membantu.

Fasilitas

Saya lupa dimana, tapi di blog ini saya sudah pernah menceritakan sebelumnya tentang saya yang benci rumah sakit. Bagi saya rumah sakit merupakan tempat menyeramkan yang mengingatkan saya akan semua hal buruk you name it.

Tapi untuk Ciputra Hospital? Kebalikannya. Am in love with it.

Pertama datang akan ada security yang membukakan pintu dan menanyakan apa yang kita butuhkan. Setelah itu kamu juga akan disambut oleh suasana dan fasilitas yang somehow sangat ‘hotelly’.

Hasil gambar untuk lobby ciputra hospital
Itu kursinya kepotong padahal bulet gambar saya ambil dari twitter enggak punya dokumen sendiri. ha ha

I mean look it yourself! Situasi biasa juga sama kayak yang terlihat diatas. No hectic crowd.

Wanginya juga enggak kalah ‘hotelly’. Aromatic. Pembantu saya sampai bingung pas baru datang. ‘Gimana bisa enggak ada bau obat sama sekali ya non?” kata dia. Channel TV nya juga bagus. Dia sangat suka, khususnya karena pada akhirnya dia bisa menonton karma setelah hidup tanpa TV sekian lama dengan saya.

Hanya saja saya menyayangkan mengapa saya berakhir mendapatkan kamar dengan kamar mandi banjir.

Jadi setiap habis menggunakan kamar mandi (bukan toilet), kami terpaksa memanggil cleaning service untuk mengeringkan lantai. Kalau enggak ya kayak danau. Padahal kamar saya itu adalah kamar VIP A, which is kamar paling bagus mengingat Ciputra enggak ada kamar VVIP.

Kemudian saya tidak tahu apakah ini termasuk fasilitas atau tidak, tapi saya tidak menyukai seragam operasi pasien. Bahannya kaku dan warnanya juga jelek. Sama dengan warna bedcover (selimut) terlalu cokelat dan terlihat tidak bersemangat. Khusunya jika pasien adalah pasien melahirkan, saya pikir Ciputra bisa mulai untuk memberi warna pink atau biru atau bagaimana yang sedikit ceria.

Lalu untuk baju baby, saya juga ingin memakaikan baju baby bawaan saya dari rumah. Sayangnya selagi di rumah sakit, baby hanya boleh memakai yang rumah sakit punya dan saya, enggak suka sama model dan warnanya. Ha ha

Pelayanan

Tapi kemudian, keluhan tentang fasilitas diatas bagi saya sudah sangat tertutupi oleh pelayanan yang diberikan.

Mereka memiliki pertugas yang setiap hari datang ke ruangan untuk menanyakan apa saja keluhan pelayanan dan fasilitas yang pasien miliki. Makanan enggak enak atau bidan enggak ramah misalnya.

Lalu mereka juga menyediakan perawat dan bidan yang akan sampai enggak sampe semenit setelah kamu menekan tombol panggilan. Mereka menggantikan popok untuk anakmu, mereka menggantikan pembalut melahirkan untuk kamu, mereka membantu kamu ke kamar mandi, mereka memandikan kamu dst.

Makanan juga bisa request sesuai apa yang ingin pasien makan. Misalnya hari ini saya mau makan rendang, saya tinggal bilang malam sebelumnya supaya besok makanannya adalah rendang.

Sebelum masuk ruang operasi semua petugas bertugas juga nyamperin dan memperkenalkan diri terlebih dahulu which is cool soalnya kan kita mau dioperasi aja udah khawatir banget. Gimana dioperasi oleh orang-orang yang bahkan belum pernah kita lihat jidatnya.

And many more pokoknya masalah pelayanan sih saya love banget.

Mereka bahkan antar bill ke ruangan dan bisa langsung bayar di dalam ruangan saja. no antri-antri sama dek bebi dong girls. . . ke mobil juga diantar.

Biaya

Tapi biaya ini yang bikin saya sukses pucet pasi gegara shock. Ha ha

Maklum saja setelah ‘mengerti’ dunia, ini pertama kalinya saya masuk rumah sakit. So saya memang nggak pernah related dengan ‘sehat itu mahal’. Saya selalu sehat.

Tapi setelah mengalami sendiri membayar biaya untuk melahirkan JHL, saya benar-benar mengerti. Saya benar-benar bisa nyambung kalau ada orang asuransi yang datang lagi. Total keseluruhan termasuk IGD adalah. . .Rp. 44.316.889

Itu terdiri atas:

Tagihan IGD: Rp. 1.858.571

Tagihan rawat inap: Rp. 19.171.224

Tagihan OK: Rp. 20.980.375

Tagihan baby: Rp. 3.287.094

Ini yang shock saya doang apa ada yang lain juga sih? Siapa sangka untuk mengeluarkan baby sekecil itu saja kita harus merelakan uang sebanyak ini?

But in the end it’s all worth it. JHL lahir dengan selamat dan sehat, saya pulih hanya dalam waktu 5 hari udah bisa mengurus bahkan sampai memandikan JHL sendiri, bisa ‘berteman’ dengan onty-onty bidan yang baik-baiiiiik banget bahkan sampe sekarang kalo ketemu pas JHL konsul. Pokoknya worth it lah.

Dokter Erik Sutandi, Ciputra Hospital, you guys are my hero! Kalau ada kebutuhan lain lagi, saya pasti akan datang pada kalian. . .

PS. Kemaren saya pasang IUD juga sama dokter Erik dan believe me, ENGGAK sakit sama sekali. Padahal kan kalo baca di forum ibuk-ibuk atau di blog, horor banget kan ya. Ini enggak kok. Probably because dokter Erik is one of the obgyn Gods.^^

Advertisements

8 thoughts on “Pengalaman Melahirkan Di Ciputra Hospital Jakarta Barat (Biaya, Dokter, Fasilitas, Pelayanan)

  1. kopikampung

    Anjritttt mahalnyaaaa.
    Istriku lahiran di BWCC Bintaro cuma kena 4 juta. Sama perawatan bayi karena kuning nambah 3 juta lebih. Total cuma 8 juta udah sama printilan jasa kecil-kecil.
    Cepet juga 2 hari sembuh

    Like

    1. JHL juga hampir kena fototerapi pas hari ke 5 gegara kelamaan di rumah sakit, tapi saya tolak soalnya saya nggak bisa pisah sama dia. Fototerapi enggak bisa dibawa ke kamar (emak-emak protektif nggak jelas)

      Dan well, itu dia saya juga banyak denger pengalaman temen yang lahiran lebih murah, tapi beginilah pengalaman saya. Ha ha ha ha and still grateful. Dalam nama Tuhan bakal keganti semua nantinya. Amen. . .^^

      Like

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s