Kesempurnaan Rencana Tuhan (Cerita Random)

IMG_4253.JPG
Baby terkubur pasir ini hanyalah pemanis^^

Kejadian ini sebenernya udah lumayan lama berlalu. Hanya saja buat nulis disini, idenya baru kepikiran malam tadi.

Nggak ngerti tetiba banget keinget dan langsung “Wah, , , untung dunia ini ada yang atur. . . Kalau enggak mampuslah saya.”

Nah without further ado, mari kita langsung ke cerita kejadiannya.

Beberapa waktu lalu sahabat karib saya NED dari jaman kuliah berkunjung ke rumah.

Gegara dia dateng dari Bogor (jauh), udah kebiasaan sebenernya kami akan nongki dirumah nggak kemana-mana. Kasian kan dia kecapekan.

Tapi di hari itu despite capek dan lelah dia, kami tetep keluar. Kenapa? Karena kami laver.

Bahan makanan sih ada sekali, selalu ada. Tapi keinginan saya untuk mem’babu’ didepan sahabat yang mengingat saya sebagai “cewek kece” lah yang sungguh tidak ada. Berjibaku mengganti popok dan mengelap iler sudah terasa cukup memilukan. *havus keringet* #baladapembantuminggat

Anyway begitulah kami pun keluar untuk mengisi perut.

Thanks kepada rumah saya yang aslinya dikelilingi oleh tempat makan, the only alat transportasi yang kami butuhkan hanyalah stroller JHL. #digendongberatdikasijalanbikinlama

10 menit berjalan santai sambil ngobrol naglur ngidul, sampailah kami ke tempat makan yang dituju. Waktu itu pilihan jatuh kepada #ayambebekboss yang ada gambar Enji.

Selain sambel bu dewi dan kol gorengnya yang super mantap, saya jatuh hati sama ayam bebek boss ini dikarenakan ada promosi gratis nambah nasi. Tau kan saya se’bakul’ apa? Ha ha

Pokoknya kami berhasil nyuapin mulut, nyuapin anak, nebeng ngobrol, nebeng kentut, JHL nebeng gumoh, alllll went well sampai akhirnya pas mau pulang dan tentu saja kami harus “bayar” terlebih dahulu.

What? Apa istimewa nya dengan ‘bayar’, kenapa musti di kasi kutip? Wajar kan bayar setiap habis makan.

Hiiiiii karena saya butuh penekanan untuk kata tersebut. Karena waktu itu kami TAQ MAMPU BAYAR! Kami sama-sama ketinggalan domvet.

Hm, terus, ketinggalan dompet apa hubungannya sama kesempurnaan rencana Tuhan? Lebih ke. . . . tidak sempurna malah. #hapuskeringet

Well, that is why kudu baca sampai akhir dengan sabar. Ha ha

Mari kita sama-sama pencet tombol ‘putar balik’ ke waktu sebelum ‘kami menyadari’ bahwa kami misqueen tanpa dompet.

***

“Eh non lagi makan ya. . .” Seseorang menyapa.

Sambil riweuh sama JHL yang ‘maksa’ pengen minum dari botol aqua secara mandiri, saya tolah toleh mencari sumber suara dan menemukan salah satu satpam gedung tersenyum lebar.

“Eh bapak, udah lama nggak keliatan. Nggak pernah jaga tower i lagi ya sekarang.” Saya menyahut. Benar-benar senang melihat beliau. Salah satu satpam paling ramah yang saya kenal.

“Udah nggak kerja di apartemen lagi non. Sekarang fokus ngegrab aja supaya bisa sambil bantu istri di rumah.”

Saya hanya mangut-mangut sambil ber-oh ria. Saya ingat dia memang pernah bercerita tentang repotnya sang istri mengurus anak dan warung dirumah ketika dia jaga di apart.

“Nggak kerasa ya non, JHL udah bisa lari-lari aja. Kayak kemaren banget dia masih digendong keliling jam satu malem supaya bobok.” Timpalnya.

“Iya pak, saya yang tiap hari ngasuhin aja, sama nggak kalah takjub.”

Begitulah kami kemudian mengobrol tanpa henti. Dia menyanyakan banyak hal bahkan sampai ke ‘bisnis ayam’ yang dahulu saya jalani, saya pun menanyakan banyak hal sampai ke ‘isu kas apart yang makin kere’. Ha ha

Sekarang marilah kita sama-sama memencet tombol lagi. Hanya saja tombol yang kali ini adalah tombol ‘back to’ heboh kelupaan dompet.

***

Mau seratus kali pun saya memeriksa, malam itu stroller JHL benar-benar stroller yang bebas dompet dan duet.

Gila lah kami. Saya rasanya hampir menangis. Udah mah makan banyak, nambah minum banyak, makai tisyu banyak, giliran bayar malah nggak bisa.

Kalian pasti mikir kenapa saya nggak bayar pakai gopay aja nggak ada dompet mah. Masalahnya saya dan teman juga sama-sama nggak bawa hengphong!

Saya memang sudah jarang sekali memerdulikan hengphong kalau JHL masih melek. Khawatirnya kalau ngeliat emak banyak main hengphong, dia juga ikutan begitu.

Anyway intinya kami waktu itu kebingungan banget musti kek gimana sampai kemudian. . .

“Kenapa non?” Tanya pak ex-satpam yang juga mulai khawatir ngeliat kekhawatiran saya.

Sambil memijat kepala saya menyahut, “Nggak bisa bayar pak, nggak bawa dompet maupun HP.”

Sontak pak ex-satpam pun tersentak dan ikut berpikir memijat kepala. “Saya mah non ada banget bawa dompet, tapi duit nya yang kagak ada.” Dia nyengir sambil memamerkan dompetnya yang cuma isi selembar sepuluh ribuan. “Gopay juga lagi dikit baru dua kali ‘dapet’ hari ini. Baru narik sore.”

Kami bertiga kembali berpikir keras, JHL kembali sibuk dengan aqua.

“Saya ada ide.” Pak satpam seketika tersenyum. “Gimana kalau saya anter non pulang buat ambil dompetnya?”

Dan begitulah, teman saya akhirnya pergi dengan pak satpam untuk mengambil dompet, sedangkan saya dan JHL diam di TKP guna menghindari si pemilik curiga kami mau ‘dine and dash’. #hapuskeringetlagi

Udah keliatan kan guys rencana sempurna nya?

Berawal dari setahun sebelumnya dimana Tuhan menciptakan JHL dengan speciality ‘bau tangan’ yang membuat saya seriiiiiing sekali keluar rumah untuk menggendong dia sambil menghirup udara segar yang kemudian memungkinkan saya untuk berinteraksi lebih dari sekadar bersapa ‘selamat pagi’ dengan satpam-satpam penjaga.

Kemudian pada hari H, Tuhan kembali dengan baiknya mengizinkan saya ceroboh disaat ada yang menemani, NED. Kebayang nggak kalau cuman ada JHL dan saya sendiri? Siapa yang bisa pulang ambil duit, siapa yang bisa tinggal buat menjamin di TKP?

Lalu diantara ribuan supir yang ada di Jakarta, grab memilih pak ex-satpam ini untuk mengambil orderan di ayam bebek pak bos dimana saya makan. Kebayang kan kalau misalnya saya nggak ketemu si bapak? Siapa yang bakal antar NED?

So guys apapun kepercayaan kalian, percayalah segala yang terjadi sudah Dia atur dengan sempurna!

Nggak hanya untuk hal besar seperti Donald Trump menjadi presiden, kejadian saya ketinggalan dompet pun scenario nya wonderful.

Memang sulit untuk selalu percaya dan nggak suudzon terlebih kalau plot awal dari ‘rencana’ Beliau itu agak bertentangan dengan rencana kita, tapi tetap, BELIEVE HIM!

Anyway guys, kalian punya nggak kejadian apapun itu remeh pun, tapi scenario nya manteb dan bikin takjub? Share ya. . .!^^

Advertisements

4 thoughts on “Kesempurnaan Rencana Tuhan (Cerita Random)

  1. Ternyata banyak orang baik di sekitar kita yaa Vaal 🙂
    Dan penting banget nih untuk jangan acuh sama lingkungan sekitar. Sekiranya sering ketemu, kalau bisa sapa dan ngobrol. Paling engga ya kasih senyum gitu, murah meriah hehe. Intinya: jangan cuek! Tapi jangan pula sok ikut campur masalah orang hehe. Dalam porsinya saja lah. Gak tau ya namanya manusia suatu saat kita pasti membutuhkan pertolongan orang lain 😊

    Like

    1. Iya Des. Dunia nggak seburuk itu.

      Jangan pandang status jangan pandang penampilan kalau bisa ramah aja sama orang lain. Gabisa ngobrol banyak, senyum setidaknya😁

      Kalo bisa bantu malah bagus, pay it forward lah hitungannya.😍

      Like

What you think guys?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s