Can It Be Different?

Aku melangkahkan kaki ku menyusuri jalan berbatu itu. Jalan yang sering ku lalui dulu. Jalan ku menuju ke sekolah, jalan ku bermain ke sungai Barito, jalan ku berangkat ke New York 29 tahun yang lalu.

Aku dulu tinggal di desa pedalaman Kalimantan ini. Orang tua ku adalah petani penyadap karet, sampai suatu ketika mereka berpulang karena penyakit mengenaskan itu. Aku juga hampir saja. Beruntung, aku selamat. Namun tidak pula bisa di katakan beruntung waktu itu, aku pulang ke rumah tanpa siapa-siapa. Aku berduka setengah mati dan nyaris mati.

Aku hidup sebatang kara dengan belas kasihan para tetangga hingga suatu ketika seorang traveler dari New York menemukan ku.

Aku tidak ingat jelas bagaimana detail-nya, tapi dia membawa Sasha kecil ke kota penuh lampu dan gedung setinggi langit  yang belakangan ku kenal sebagai New York.

Continue reading “Can It Be Different?”