7 Warna Rambut Yang Cocok Untuk Wanita Indonesia

 

Hasil gambar untuk agnes monica
Cantik banget sih Agnes^^. . .smeaker.com

Sebelum membaca lebih jauh saya memberitahukan bahwa ini di buat berdasarkan kulit saya sebagai standard. Ya iyalah saya yang nulis, masak pakai standard kulit tetangga? Lol

Kulit saya?

Tan exotic seperti kulit gadis Bali, dan Jawa blasteran.

NGAREP!

Kulit saya adalah kulit yang. . . serba salah!

Termasuk dalam kategori putih bagi orang Indonesia, tapi tidak seputih orang Korea apalagi Barat.

Intinya, kulit saya berada di pertengahan mereka. tanggung-tanggung! Tahu kan yang tanggung-tanggung itu nama lainnya apa? Uncategorized a.k.a terlalu aneh untuk di beri kategori #apasih #gajelas *rolling eyes*

Nah kemudian selanjutnya saya akan menerangkan warna rambut apa saya yang cocok untuk kulit sejenis saya (yang pernah saya coba atau teman saya coba dan dia memiliki kulit sama seperti saya).

Continue reading “7 Warna Rambut Yang Cocok Untuk Wanita Indonesia”

I Met An Indonesian Guy: ARL

20160820_201540

Sumpit aja pasangan, masak kamu enggak? #gaje^^

Ok, saya tahu judul blog ini Pursuing My Bule dan seharusnya isinya ya tentang bule. Tapi kok ini saya bawa-bawa cowok lokal? Guys please… sekali ini boleh ada pengecualian?^^

Ceritanya, selama menghilang beberapa minggu ini, saya memang mengalami banyak masalah baik itu dengan keluarga (Mama dan Papa saya), dan juga dengan sekolah (skripsi saya), dan dengan bule (mantan saya MJ yang sampai saat ini saya sedang malas bahkan untuk menulis tentangnya). Tapi ternyata ada hal baiknya juga lho…

Ada beberapa things to do list yang berhasil saya lakukan. PLUS, saya juga bertemu dengan seorang pria Indonesia, yang jujur saja, *ehm*, saya banget!:p

Yang saya maksud dengan saya banget di sini adalah: saya nyaman ngobrol sama dia, saya nyaman bersama sama dia, dan saya nyaman sekalipun saat jauh dari dia. Pokoknya dia adalah orang yang membuat saya merasa nyaman.

Continue reading “I Met An Indonesian Guy: ARL”

Can It Be Different?

Aku melangkahkan kaki ku menyusuri jalan berbatu itu. Jalan yang sering ku lalui dulu. Jalan ku menuju ke sekolah, jalan ku bermain ke sungai Barito, jalan ku berangkat ke New York 29 tahun yang lalu.

Aku dulu tinggal di desa pedalaman Kalimantan ini. Orang tua ku adalah petani penyadap karet, sampai suatu ketika mereka berpulang karena penyakit mengenaskan itu. Aku juga hampir saja. Beruntung, aku selamat. Namun tidak pula bisa di katakan beruntung waktu itu, aku pulang ke rumah tanpa siapa-siapa. Aku berduka setengah mati dan nyaris mati.

Aku hidup sebatang kara dengan belas kasihan para tetangga hingga suatu ketika seorang traveler dari New York menemukan ku.

Aku tidak ingat jelas bagaimana detail-nya, tapi dia membawa Sasha kecil ke kota penuh lampu dan gedung setinggi langit  yang belakangan ku kenal sebagai New York.

Continue reading “Can It Be Different?”

50 Pamali/Mitos Indonesia yang Bisa Bikin Kamu Geleng-Geleng

Via Mydiary

Beberapa waktu yang lalu seorang teman bule saya muncul dengan mitos mereka yang di Jerman (saya sudah menceritakannya di sini) tentang mereka percaya kalau kamu seketika terbangun di malam hari tanpa sebab, itu artinya ada yang sedang kangen sama kamu.

Nah, saya ke-pikiran juga nih membicarakan masalah mitos di Indonesia. Ada enggak ya?^^

Hmm, entah itu kamu orang kota metropolitan, orang kota pertengahan, apalagi orang kampung pedalaman. Yang namanya orang Indonesia, pasti pernah mendengar istilah pamali ini.

Apa itu? Semacam oreo rasa baru? *claps*

No no no no!

Continue reading “50 Pamali/Mitos Indonesia yang Bisa Bikin Kamu Geleng-Geleng”