9 Perbedaan Saat Memiliki Pacar Bule Dibanding Pacar Lokal

Via Wowkeren

Maybe banyak yang berpikir bahwa cerita diatas sangat aneh dan menjijikan, but somehow, saya malah merasa kagum dengan keberanian mereka khususnya si wanita. Saya yakin meskipun di luar negeri, dunia masih tidak sebegitu mudahnya untuk menerima pasangan yang se-ekstrim mereka.

Anyway, kembali ke postingan saya. . . BULE DAN LOKAL. . .

Warna kulit dan penampilan mereka saja berbeda, well, itu tidak sepenuhnya PASTI menjamin bahwa RASA berpacaran dengan mereka juga berbeda, but it DID actually.

BIG NOTE: TIDAK BERLAKU UNTUK SEMUA BULE DAN SEMUA INDONESIA. INI HANYA PENGALAMAN SAYA SECARA PRIBADI.

Saya tidak tahu pengalaman kamu, kamu probably memiliki lebih banyak pengalaman lagi, dan tentu saja wellcome untuk share di kolom komentar nanti, tapi ini pengalaman saya selama setidaknya lima tahun belakangan>>> 🙂

Continue reading “9 Perbedaan Saat Memiliki Pacar Bule Dibanding Pacar Lokal”

Advertisements

Peraturan Dasar Hubungan One Night Stad (ONS)

Via trythispodcast

Setelah sebelumnya saya pernah menjabarkan tentang peraturan dasar dalam hubungan fuck buddy, kali ini tibalah saatnya untuk hubungan no string attached lain yaitu One Night Stand atau di sini bakal saya singkat ONS.

Pada sering dengar kan ya?

Terus, apa sih ONS itu?

Simpelnya ONS adalah hubungan satu malam. Yaps. Say hello–fuck—lalu say goodbye!

Hubungan seperti ini sebenarnya khas orang barat. Biasanya berawal di bar/pub, tapi enggak mesti juga sih, bisa berawal di mana pun. But sekarang sepertinya terlalu munafik untuk mengatakan itu kebiasaan barat. Orang-orang timur juga telah lumayan banyak yang kena arus. Khususnya yang di metropolitan and kota besar lainnya.

Continue reading “Peraturan Dasar Hubungan One Night Stad (ONS)”

Sex Before Married ≠ Sin

sumber gambar: sivenation.wordpress.com260 × 335Telusuri pakai gambar

Beberapa minggu yang lalu, saya melakukan video call dengan NB, itu di hari Minggu.

Lupa dengan fakta bahwa dia beragama Buddha, saya menanyakan akankah dia pergi ke gereja nanti setelah siang (note: kami melakukan video call sekitar jam 11.00 WIB di mana di Vancouver masih jam 8 malam).

Dia berkata tidak, dan memberitahu bahwa dia Agnostik.

Kamu tahu apa itu Agnostik, kan? Kata dia. Saya jawab iya, tapi rupanya pemikiran saya tentang definisi Agnostik itu salah selama ini. Kapan sih kamu bener Val?

Continue reading “Sex Before Married ≠ Sin”

Maybe You Should Go and Love Yourself

fty

Long time ago, saya juga penggemar nya Justin Bieber. Long banget sih, soalnya saya pensiun seketika setelah dia berubah dari unyu-unyu, putih, cakep, imut, impian semua wanita menjadi bringas, ganas, blangsak, bertato, bertindik dan pelanggar aturan.

Suara JB yang dulu adem di dengerin contohnya di lagu Baby berubah menjadi suara yang ‘sange’ dan bikin merinding di lagu Boyfriend.

Saya memang tidak menjadi haters tapi saya juga berhenti menjadi fans. Saya tidak meludah terhadap lagu nya, tapi saya juga tidak mendengarkan dan meleleh seperti dahulu kala. *asek* Well, sampai beberapa minggu yang lalu saya ‘nebeng’ mendengarkan lagu di headset teman dan kebetulan teman saya itu mendengarkan lagu JB yang judulnya Sorry dari album Purpose 2015.

Continue reading “Maybe You Should Go and Love Yourself”

Love is a Game, Wanna Play?

Sebenarnya postingan ini adalah postingan pemenuhan janji dari postingan kemaren. Lah yo kok judulnya begitu? he he

Please jangan di pertanyakan dulu karena jawabannya panjang dan ada di dalam badan postingan yang sedang ku tulis ini 😉

Again, kemaren aku ketemu NB dan we have a great night. I mean, its not just me who said that. Look at the pic bellow:

Screenshot_2016-01-09-16-56-06

See?

Continue reading “Love is a Game, Wanna Play?”